oleh

Gubernur Klaim NTT Didominasi Industri Makanan Ringan

Media Group: Zonalinenews,Erende Post –Kupang,-  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengatakan, industri di NTT masih didominasi industri pengolahan makanan ringan diikuti industri tenun ikat dan anyaman, industri perkayuan khususnya perabot rumah tangga dan industri jasa lainnya.

“Karena itu tidak heran, jika pertumbuhan industri di NTT setiap tahunnya hanya mencapai 1,6 persen dibanding dengan rata-rata pertumbuhan industri nasional yang mencapai 5,8 persen,” kata Frans di Kupang, Sabtu 15 November 2014.

Gubernur Lebu Raya mengatakan itu ketika berkesempatan memaparkan potensi dan peluang serta prospek industri yang selama ini dikembang di daerah berbasiskan kepulauan itu dihadapan Menteri Perindustrian Saleh Husin yang melakukan kunjungan kerja ke NTT setelah dilantik sebagai Menteri dalam Kabinet Kerja Presiden Jokowi-JK.

Untuk mengatakan minimnya industri yang lebih dominan “home industri” itu, maka pemerintah provinsi mapun kabupaten dan kota di NTT, terus mendorong pertumbuhan industri di provinsi kepulauan ini berbasis potensi lokal yang dimiliki masing-masing daerah, melalui pendanaan APBD.

Ia mengatakan hingga saat ini NTT masih mengandalkan PT Semen Kupang sebagai satu-satunya Industri menengah sejak 1980 hingga saat ini.

Selain itu belakangan ini ada industri Bolok untuk kepetingan pengolahan batu bara menjadi sumber energi listrik, namun tetap saja jumlah dankapasitasnya masih kecil,bahkan minim.

Pada 2009 lalu Konsorsium dari Korea Selatan (Korsel), JSK International Co.Ltd dan PT AGB Mining menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang, untuk membangun pabrik pengolahan mangan.

MoU tentang rencana pembangunan pabrik pemurnian dan pengolahan mangan di Kawasan Industri Bolok (KIB) Kupang itu ditandatangani oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya bersama Presiden Direktur JSK International Co.Ltd, Cho Keum Hee dan Presiden Direktur PT AGB Mining, Kim Tae Sik.

Frans mengatakan berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh konsorsium tersebut, potensi mangan di NTT belum dikelola secara optimal, baik dari sisi penambangan, pemurnian, pengolahan dan pemasarannya, sehingga tidak membawa dampak yang signifkan terhadap perubahan ekonomi masyarakat.

Ia mengatakan, untuk menjawab tantangan tersebut, konsorsium yang merupakan gabungan dari JSK International Co.Ltd dan PT AGB Mining ini akan membangun bisnis terpadu melalui kegiatan penambangan, pemurnian dan pengolahan secara modern serta sistem pemasarannya secara internasional.

Serahkan Bantuan Menteri Perindustrian, Saleh Husin dalam kunjungan kerjanya ke Nusa Tenggara Timur menyerahkan bantuan peralatan bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Sikka, Ende, Manggarai Timut dan Kabupaten Manggarai serta pelatihan tenun ikat di Sumba Timur dan Timor Tengah Selatan.

Penyerahkan bantuan tersebut dilaksanakan di Kupang, Sabtu 15 November 2014 bersamaan dengan penandatanganan MoU percepatan pelaksanaan indusri garam di Kupang dan Nagekeo.

Saleh Husin mengatakan, bantuan tersebut lebih spesifik pada peralatan tenun ikat yang lebih modern sehingga menghasilkan tenun ikat berdaya saing di pasaran.(*jhn)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT