oleh

Mahasiswa PPG Ancam Akan Mengabdi di Luar NTT

Media Group : Zonalinenews.Erende Pos –Kupang.- Sebanyak 115 Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG)mengancam akan mengabdi di luar NTT. Pasalnya, hinggakininasipmerekauntukmengajar di sekolah-sekolah di NTT belumjelas. Demikiandisampaikanbeberapamashasiswa PPG Undana, Jeni Bastian Kamba, S. Pd, Abdul Jou, S. Pd, KarelNomleni, S. Pddan Maria FatmawatiBety, S. Pdketikaditemui media ini di rusunawamahasiswa PPG Undana, Jumat 14 November 2014 lalu.

THOMAS SOGEN...
THOMAS SOGEN…

 

Dikatakan Abdul Jou, 115 mahasiswa yang kini tengah mengikuti PPG merupakan tenaga pengajar pada program Sarjana Mengajar di daerahTerdepan, Terluar dan Terpencil  (SM3T) tahun 2012 silam, yang pernah di tugaskan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendikns) untuk mengabdi  di daerah 3T di Kabupaten Kutai  Barat,  Nunukan dan Melina  Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Sesuai dengan program Mendiknas, maka tahun ini mereka tengah mengikuti  PPG di Undana.

Serta akan menyandang gelar guru professional usai lulus ujian nasional (UN) PPG pada Februari 2015 mendatang. namum  hingga kini pihaknya belum mengetahui  sejala jelas harus mengaplikasikan ilmu yang sudah dan tengahd iperoleh,” jelasnya.

Lebih lanjut menueut Abdul , pihaknya akan kembali mengabdi di daerah 3T tempat mengabdi, Kalimantan Timur, bila pemerintah provinsi (pemprov) NTT  tidak menyediakan sekolah untuk para calon guru professional itu.

Hal senada disampaikan, Jeni Bastian Kamba, S. Pd. Menurut dia, pemprov harus menyediakan sekolah, agar  para calon guru professional ini bisa mengab  di NTT. Bila tidak, maka mereka akan mengabdi di Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini menyusul, pemerintah Kaltim sudah meminta mereka untuk mengabdi dan memajukan pendidikan di daerahitu.

“Pemprov Kaltim sudah meminta kami untukmengabdi di sana. Namun, kami merasa pendidikan NTT perlu dimajukan. NTT punya guru professional, dan kami siap membangung pendidikian di NTT, bila pemprov mau menerima kami.” Terang Kamba.

Menanggapi ancaman tersebut, PengamatPendidikanUndana, Prof. Simon Saban Ola dan Drs.Thoms Sogen. MM pun angkat bicara.  Menurut Prof  Simon adalah ironis, bila para calon guru professional tersebut harus dibiarkan danpergi mengabdi, lantas memajukan pendidikan di daerah. Padahal, kata dia, kini NTT memiliki kualitas pendidikan  yang sangat memprihatinkan.

“Ironisbilapemprovtidakmerekomendasikanmerekadanmemberikontrakkerja. Pemprovmalahdiamsaja.Padahal,pengetahuanmerekasiapdigunakan, dandihargaisecarajelas. Sehinggadapatmemajukanpendidikan di NTT untuksejajardengandaerah lain di Indonesia,”ujar Prof. Simon.

Hal senada disampaikan Pengamat Pendidikan, Drs. Thomas Sogen, M.M. Menurut Sogen, bila benar ada penolakan dari pemprov. Maka, dunia pendidikan NTT yang masih tertinggal akan semakin tertinggal. Apalagi selama ini para guru SM3T terkesan sangat profesional dalalam melaksanakan tugas di sekolah-sekolah. “Bahkan kalau mau jujur, para guru kita harus bisa belajar dari paraguru SM3T. Meskipun, mereka lebih yunior. Karena guru profesional akan memacu peningkatan mutu pendidikan di NTT,” beber alumni UGM Yogyakarta Studi Manajemen ini.

Dijelaskannya, para guru pemegang serrifikat pendidik di NTT tiap tahun terus bertambah. Namun,hal itu tidak seiring dengan peningkatan mutu, yang rujukannya pada hasil UN. Meskipun persentase kelulusan tinggi (90 an) namun peringkatnya secara nasional tidak meningkat. Oleh karena itu, dirinya berharap pemprov bisa menyediakan sekolah bagi calon guru profesional yang kini tengah menyeleseikan PPG di Undana, guna memajukan pendidikan di NTT. (rfl)

 

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT