oleh

Menakertrans Tutup Paksa PT. Malindo Mitra Perkasa

Media Group : Zonalinenews,Erende Pos-Kupang Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, Hanif Dhakiri yang melakukan inspeksi mendadak ke kantor PT. Malindo Mitra Perkasa, salah satu perusahan pengerah tenaga kerja yang berlokasi di RT.19/RW. 007,  Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa Kota Kupang menyatakan menutup perusahan itu.

MENAKERTRANS SIDAK
MENAKERTRANS SIDAK

 

Pantauan wartawan, Hanif tiba dari Jakarta dengan Pesawat Garuda sekitar pukul 20.00 Wita langsung menuju rumah  yang selama ini dijadikan sebagai kantor perusahan serta merangkap sebagai tempat penampungan tenaga kerja tersebut.

Saat sidak  berangsung, Menteri Hanif menemukan banyak pelanggaran yang dilakukan PT Malindo Perkasa antara lain berstatus kantor cabang namun menampung tenaga kerja.

“Sesuai aturan, kantor Cabang PJTKI tidak boleh menampung calon TKI,” katanya.

Hanif sempat tertahan di pintu pagar karena penghuni rumah menolak keluar untuk membukakan pintu. Bahkan lampu di dalam rumah yang sebelumnya dalam hidup, tiba-tiba mati. Hanif baru bisa masuk setelah ketua RT setempat datang kemudian meloncat pagar untuk membangunkan penghuni rumah.

Di dalam rumah, Hanif menemukan 11 perempuan termasuk seorang penjaga wanita tidur berhempitan di atas matras di dalam tiga ruangan berbeda. Hanif kemudian mewawancarai seluruh calon TKI tersebut hingga pukul 23.45 Wita, ternyata para perempuan itu ditampung sejak dua bulan terakhir.

Temuan lain ialah dalam sebuah dokumen disebutkan kesehatan para calon TKI diperiksa di Rumah Sakit Mamami Kupang, namun seusai pengakuan para calon TKI, ternyata kesehatan mereka diperiksa di Klinik Citra.

Karena berbagai pelanggaran tersebut, Menteri Hanif memerintahkan kantor Cabang PJTKI itu ditutup.

“Saya perintahkan kantor cabang ini ditutup, Jika tidak ditutup, saya cabut izin PT Malindo Perkasa,” ujarnya.

Hanif juga sempat marah karena di dinding rumah terdapat papan yang memuat tulisan para calon tenaga kerja tidak boleh membawa ponsel.

“Mereka itu manusia, punya keluarga tidak bisa larang bawa handphone,” katanya.(hyr)

 

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT