oleh

Notaris dan Bank di Kota Kupang Diduga Mafia Tanah Warga

Media Group  Zonalinenews –Erende  Post,-  Kebaraadan bank dan lembaga kenoktariatan dan perbankan yang diharapkan jadi lembaga independen yang mengayomi kepentingan rakyat jutsru menguras harta masyarakat. Hal ini setidaknya dialami Nikolaus Welu, warga Jalan Salak RT.007 Kelurahan Oepura, Maulafa Kota Kupang.

Nikolaus Welu
Nikolaus Welu

 

Saat wartawan menyambangi kediamannya, Jumat  31 Oktober 2014 pukul 13.00 wita mengungkapkan, dirinya ditipu oleh salah seorang warga asal Sulawesi Selatan, Sahapudin yang mengaku sebagai pengusaha kayu di bilangan Oesapa Kota Kupang.

Dirinya mengenal pelaku, setelah diperkenalkan salah seorang keponakannya, Igor Pia Paku salah seorang anggota Polres Bau-Bau Kabupaten Kupang tahun 2012 lalu.

Saat itu keduanya datang untuk meminjam sertifikat tanahnya sebagai agunan bank untuk peminjaman uang guna melancarkan usaha pelaku dan saat itu dijamin oleh Igor. Tanpa pikir panjang, Petrus langsung menyerahkan sertifikat.

Beberapa hari kemudian, pelaku memintanya untuk mendatangi Bank P untuk menandatangani kontrak agunan dan langsung dipenuhinya.

Awal tahun 2014, dirinya dikagetkan dengan kedatangan pegawai asal Bank CJ dengan tujuan untuk menyita tanah seluas 332 meter persegi beserta rumahnya dengan alasan pelaku Sahapudin tak melunasi pinjaman.

Merasa tidak percaya dirinya langsung mendatangi Bank CJ, saat itu baru diketahuinya kalau sertifikat tanah miliknya sudah berganti kepemilikannya atas nama pelaku Sahapudin.

Menurutnya, saat itu salah seorang pejabat di bank tersebut, YL menjelaskan bahwa besar pinjaman pelaku di bank tersebut sebesar Rp170 juta dan belum dilunasi sehingga pihaknya harus menyita tanah yang dijadikan sebagai jaminan.

Saat itu lanjut Petrus, dirinya menjelaskan sertifikat yang digadaikan pelaku adalah miliknya. Namun pihak bank menguraikan, sertifikat itu telah berganti kepemilikannya atas nama pelaku yang disahkan salah satu notaris di Kelurahan Oesapa, PN.

Saat itu lanjutnya, dirinya sempat diancam YL agar tidak melaporkan kasus itu ke kepolisian.

“Waktu itu mereka ancam supaya tidak lapor polisi. Mereka bilang kalau lapor bapak langsung masuk penjara,”ungkap pria asal Ende yang mengaku tidak bisa baca dan tulis itu.

Usai dari bank, dirinya langsung mendatangi notaris, PN untuk mengecek kebenarannya dan  PN mengaku pengesahan itu sah karena dirinya sudah menandatangani persetujuan. Pada hal kata Petrus, dirinya baru mengenal PN atas informasi pihak bank CJ.

“Karena merasa ditipu akhirnya saya lapor di Polresta Kupang yang tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B/938/X/2014/SPK Resor Kupang Kota. Saya harap segera dituntaskan,”tandasnya.(*tim)

 

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT