oleh

Pejuang TKI itu Dituding Jadi Mafia Traffiking

Media Group : Zonalinenews,Erende Pos –Kupang, – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah nasib yang dialami Brigadir Polisi (Brigpol) Rudy Soik sekarang ini.

Upaya yang dilakukan mantan anggota satuan tugas mafia perdagangan orang atau Human Traffiking untuk membongkar praktek tersebut di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak membuahkan hasil. Dia malah mendapat “hukuman” betubi-tubi dari instansinya sendiri.

Rudy yang kemarin, Senin 24 November 204 ditahan  di Rumah Tahanan (Rutan) Penfui Kupang dengan tuduhan melakukan penganiayaan terhadap Ismail Patty, hari ini dia kembali dituduh terlibat dalam mafia trafficking yang terjadi di derah ini.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) NTT, Komisasir Besar Polisi (Kombespol) Suhartono dalam keterangannya kepada wartawan di Mapolda setempat, Selasa (25/11) menjelaskan, Rudy diduga dimanfaatkan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) untuk menekan PJTKI lainnya, karena persaingan bisnis antara PJTKI di daerah itu.

“Dia dimanfaatkan PJTKI untuk menekan PJTKI lainnya,” kata Wakapolda NTT Komisasir Besar Suhartono.

Suhartono menjelaskan, terungkapnya perilaku Brigpol  Rudy yang memperkuat tuduhan bahwa dia terlibat dalam mafia trafficking ini, berdasarkan hasil diskusi yang digelar Kompolnas di Jakarta. “Hasilnya, Rudi akhirnya disebut sebagai orang yang terlibat dalam mafia trafficking di daerah ini,” tegasnya.

Untuk mengusut keterlibatan Rudy itu, kata Wakapolda, anggota Propam Mabes Polri telah datang ke Kupang untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Hasil pemeriksaan itu baru akan diketahui peran Rudy dalam mafia traffiking itu.

Selain Rudy masih ada dua anggota Satgas Traffiking yang juga akan diperiksa Propam Mabes Polri. “Tunggu saja hasil pemeriksaan dari Propam seperti apa,” katanya.

Kuasa hukum Rudy Soik, Ferdi Tahu membantah Rudi terlibat mafia traffiking. Justru Rudi yang membongkar mafia trafficking di daerah ini. “Jika terlibat, silahkan buktikan,” katanya.

Rudy Soik memang sosok anggota Polri yang bekerja di Polda NTT sontak menjadi tenar ketika dia melaporkan atasannya Direktur Kriminal Khusus (Diresktrimsus) Polda NTT, Kombes Muhammad Slamet ke Ombudsman Pusat dan Kompolnas di Jakarta dengan tuduhan tidak menudukung upaya pemberantasan trafficking di NTT.

Tidakannya itu kemudian dia dimutasi ke Polres Timor Tengah Selatan. Namun setelah datangnya Kapolda Baru, Brigjen Pol Endang Sunjaya, Rudy dikembalikan ke Polda NTT dan dia ditetapkan bersama beberapa temannya untuk menangani kasus trafficking di NTT.

 

Namun setelah menjalankan tugasnya itu, pada tanggal 29 Oktober 204 dini hari dia melakukan penganiayaan terhadap Ismail Patty warga Adonara karena dia menduga Ismail adalah salah satu pelaku trafficking.

Keluarga Ismail bersama Forum Anti Kekerasan (FAK) NTT menggelar aksi unjuk rasa menuntut Rudy Soik ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena telah melakukan penganiayaan terhadap Ismail.  Rudy akhirnya ditetapkan menjadi tersangka dan kemarin, Senin (24/) di ditahan di Rutan Penfui, Kupang.(ref)

 

 

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT