oleh

Soal Ijasah Palsu Lapton Boni Terkesan Menghindar

Media Group : Zonalinenews, Erende Pos-Kupang,- Lepton Baki Boni Anggota DPRD Kabupaten Sabu Raijua  dari Partai Nasinal Demokrat (Nasdem) terkesan menghindar ketika dihubungi wartawan terkait dugaan ijazah palsu  yang diperoleh dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pelita Bangsa Bekasi Jawa Barat dengan tanggal kelulusan 25 February 2013.

IJAZAH LEPTON 1
IJAZAH LEPTON 1

 

Lapton ketika dihubungi wartawan via telpon dan  SMS terhadap  persoalan ini beberapa lalu menegaskan, dirinya tidak pernah menggunakan ijasah palsu , terkait ijasah ini selanjutnya akan disampaikan dirinya di kantor DPRD Sabu Raijua  dan berjanji akan menyampaikan kebenaran persolaannya  keesokan harinya.

Namun anahnya ketika Lapton Baki Boni ditunggu kehadirian di DPRD Sabu Raijua tak kunjung datang  bahkan pada sabtu 29 November 2014  Hand Phone  Lapton di Nonaktifkan ketika dihubungi bahkan dirinya tidak hadir di kantor DPRD Sabu Raijua . Padahal  sebelumnya dirinya berjanji kepada  wartawan untuk menyampaikan klarifikasi terkait Ijasah palsu tersebut di kantor DPRD Sabu.

Terhadap  persoalan dugaan ijasah palsu yang melibatkan Anggota DPRD Sabu Raijua Ketua  Badan Pemenagan Pemilu (Bapilu) Partai Nasdem NTT, Alex Ena Jumat (28/11) di Kupang akat bicara dan menegaskan  terkait persoalan ini pihaknya telah memerintahkan DPD II Partai Nasdem Kabupaten Sabu Raijua untuk mengecek kebenaran ijasah  ini dan  segera melaporkan  ke DPW NTT, namum sampai saat ini  DPD II Partai Sabu Raijua belum memberikan laporan ke DPW.

Untuk diketahui persoalan ini mulai terungkap Ke publik  lantaran Dewan Panasehat Partai Nasdem Kabupaten Sabu Raijau, Kornelis Lado melaporkan upaya pemerasan  yang diduga dilakukan penyidik Polda NTT, Kompol Alaxanfer Aplungi  dalam penaganan kasus ijasah palsu Anggota DPRD sabu Raiju pada juli 2014 ke PIAR NTT  beberapa waktu lalu.

Dalam laporan tersebut Kornelis Lodo mengalami kerugian sebesar 110 juta rupiah, namum kasus ini belum juga membuahkan hasil, bahkan diduga dalam melakukan penyidikan penyidik polda NTT meminta sejumlah unag demi  kelancaran penyedikan. Kesal dengan aksi ini akhirnya kornalis Lado melaporkan masalah tersebut  ke Piar NTT  dan dupublikasikan ke media.

Imbas Dari pemberintaan media jumat 28 November 2014 Kornelis Lodo diperiksa Propam Polda NTT sebagai saksi dugaan pemerasaan yang diduga dilakukan oleh penyidik Polda NTT , Kompol Alexander Aplungi.(* tim)