oleh

Terdakwa Kasus PGRI NTT Dintuntut 1 Tahun Penjara

Media Group : Zonalinenews,Erende Post –Kupang,- Johanis Malo alias Jon, Imanuel Puling alias Impu, Gregorius Bulu Malo, Imanuel Besituba alias Ima, Edison Padalani alias Edi, Emanuel Aantoni Muli alias Eman, dan Marianus M. Bouk alias Rian, dituntut satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Kupang, Kamis 13 November 2014

Sidang dipimpin Parlas Nababan, didampingi dua hakim anggota, Jamser Simanjuntak dan Ida Ayu N. Adnya Dewi. Saat mendengar tuntutan JPU, ketujuh terdakwa didampingi penasihat hukum, diantaranya Philipus Fernandez, George D. Nakmofa dan Yustinus Marianus Fua.

Dalam pembacaan tuntutan setebal 32 halaman, JPU, Irene Oranay menyatakan, para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 170 Ayat (1) KUHP.

Dikatakan JPU, diharapkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kupang yang memeriksa dan mengadili perkara ini, memutuskan, menyatatakan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama di muka umum, melakukan kekerasan terhadap orang sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 170 Ayat (1) KUHP sebagaimana dalam dakwaan.

Untuk diketahui, dualisme kepimpinan Universitas PGRI Kupang, merupakan biang keladi terjadinya kasus penganiayaan terhadap dua satpam dan pengrusakan Kampus Universitas PGRI NTT. Hal ini dikemukakan keempat saksi, diantaranya David Selan, Agusto Luan Kali, Ferdy Kolo dan Cimmy Latumahina, saat dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri, Rabu (8/10) lalu. Dua dari keempat saksi tersebut, yakni Agusto Luan Kali dan Ferdy Kolo adalah Satpam Kampus yang menjadi korban dalam kisruh tersebut. (*che)