oleh

Usai Kontrak Tujuh Tahun, Yayasan Uyelindo Kupang Cuekin Nasabah

Media Grup:Zonalinenews,Erende Pos-Kupang-,Nasib nasabah ibaratkan air laut, ada pasang surut ,terkadang beruntung, terkadang naas akibat banyaknya lembaga keuangan di Nusa Tenggara Timur(NTT) dewasa ini yang menampilkan produk serba enak hanya untuk mengikat potensi warga.  Tergiur dengan suku bunga yang tinggi dalam menabung uang pada lembaga yang bukan bank,akhirnya harus menerima resiko jadi pengemis atas uang sendiri,demikian nasib belasan nasabah asal Desa Tengku Lawar,kecamatan Lamba Leda Kabupaten Manggarai Timur (Matim) provinsi NTT yang nota bene menabung uang pada Yayasan Uyelindo Kupang.

yayasan uyelindo

 

Yayasan Uyelindo Kupang masuk ke Desa Tengku Lawar sejak tahun 2006 yang silam yang dibawa oleh Adreas Anas salah satu petugas dari yayasan tersebut untuk bertugas di Kecamatan Lamba Leda dengan tujuan memperkenalkan yayasan Uyelindo Kupang kepada masyarakat serta ditawarkan menjadi nasabah dengan iming-iming  menabung uang di yayasan tersebut dalam jangka waktu tertentu dan akan dikembalikan sebanyak simpanan ditambah dengan buanga sesuai kesepakatan.

Saat dikonfirmasi wartawan via telpon genggam Andreas Anas mengakui bahwa dirinya salah satu nasabah juga sebagai pengurus Yayasan Uyelindo Kupang yeng bertugas di kecamatan Lamba Leda,”saya anggota nasabah sekaligus pengurus Yayasan Uyelindo Kupang.”ujarnya.

Menurut Andreas sekitar belasan nasabah di Benteng Jawa yang belum terealisasi pencairan uang yang mereka tabung di Yayasan Uyelindo Kupang selama tujuh tahun,dan rata-rata jatu tempo sesuai kontrak yang disepakati antara perusahaan dengan nasabah yakni tahun 2013 lalu,jadi sudah satu tahun lebih uang nasabah belum juga dikembalikan olah Yayasan.

Dirinya juga mengatakan secara kelembagaan  Yayasan Uyelindo Kupang memiliki legalitas hukum yang jelas dan memiliki aturan tertentu ketika menjadi anggota nasabah Uyelindo Kupang,serta memberikan jaminan kesehatan dan biaya pendidikan bagi keluarga nasabah,oleh karena itu dirinya bersedia menjalankan produk uyelindo kepada warga desa Tengku Lawar.

Sementara Lodofikus Lotar merasa ditipu oleh Yayasan Uyelindo Kupang terkait uang tabunganya selama tujuh tahun lebih belum dikembalikan,”saya rasa kami masyarakat kecil ditipu oleh yayasan Uyelindo Kupang,karena uang yang saya tabung selama tujuh tahun lebih belum dikembalikan.”ungkapnya kesal saat dihubungi wartawan via telpon,25 November 2014.

Ia menambahkan dirinya menjadi anggota nasabah Yayasan Uyelindo Kupang sejak tahun 2006 dan mulai menabung uang sejak tanggal 01 Maret 2006,angsuran per bulanya sebesar Rp 200.000 dan batas akhir angsuran pada tanggal 01 April 2013,jadi uang yang terkumpul cukup banyak,dan disetorkan kepada petugas kecamatan yakni Andreas Anas pada setiap bulan.

Disinggung soal komunikasi dengan yayasan selama ini,Dia mengaku kalau pihak yayasan hanya habis dijanji,sejak tahun 2013 kata mereka dicairkan pada bulan oktober 2013,namun sampai habis bulan oktober 2014 belum juga dicairkan,dan terkadang ditelfon hpnya tidak angkat,jadi kami merasa kuatir dengan apa yang dijanjikan oleh Yayasan Uyelindo Kupang.sambungnya.

Ketua yayasan Uyelindo Kupang Ignasius Bungyu saat dikonfirmasi wartawan fia telfon tidak merespon bahkan hand phonenya dinon aktifkan,sampai berita ini ditayangkan ketua yayasan Uyelindo Kupang belum dapat dihubungi.(*ega)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT