oleh

Usut Korupsi DAK Penyidik Kejari Kefamenanu Datangi SD IV GMIT

Media Group : Zonalinenews,Erende Pos –Kupang,- Setelah Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, diperiksa terkait dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 47.5 Miliard, kini giliran tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kefamenanu, melakukan pengecekan fisik terhadap 190 paket proyek.

GELEDAH (1)

Terbukti Kamis 27 November 2014  lokasi pertama yang didatangi tim Kejari yakni Sekolah Dasar (SD) GMIT IV Kefamenanu, untuk memastikan  peningkatan mutu buku pengayaan, refrensi, alat peraga pendidikan, Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan penunjang Foto : Geledah

informasi termasuk pengadaan fisik gedung yang dikerjakan tahun 2011.

Hadir saat itu panitia PHO, Stefanus Kobesi, Johanes Nahak, Alfons Bano dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Edmundus Fallo tersangka dalam perkara ini. Nampak ketika dalam melakukan pemeriksaan sebagian buku dan alat peraga tidak lengkap bahkan ada buku yang sudah  dimakan rayap termasuk rusak karena basah terkena hujan saat dilakukan pendropingan.

 

Kepala Kejari Kefamenanu, Kahono SH, melalui Kasi Pidsus Frengki M. Radja menuturkan untuk pemeriksaan fisik akan dilakukan terhadap 190 sekolah penerima bantuan termasuk fisik gedung tahun anggaran 2008, 2010 dan 2011 yang dikerjakan tahun 2011.

 

“Pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk semua sekolah, sehingga bisa diketahui berapa jumlah dan jenis buku yang diadakan, apakah lengkap atau kurang,”tandasnya

Ketika disinggung terkait hasil pemeriksaan yang dilakukan di SD GMIT, Frengki mengaku dalam pemeriksaan hari pertama ditemukan adanya penyimpangan yakni jumlah buku berkurang, ada yang rusak bahkan ada yang tidak sesuai spec. Bantuan peningkatan mutu bukannya diperiksa di masing masing sekolah tapi justru dilakukan pemeriksaan digudang yang sudah ditunjuk pihak dinas.

“Pemeriksaan buku itu bukan dilakukan disekolah tapi justru pemeriksaan dilakukan digudang yang sudah ditunjuk pihak Dinas, sehingga oleh panitia buku itu dinyatakan lengkap baru diserahkan,”katanya

Saat penyerahan bantuan kata Frengki pihak sekolah tidak melakukan perhitungan ulang tapi yang dilakukan hanya menandatangani berita acara serah terima barang. Bahkan sejumlah buku sudah rusak karena pendropingan dilakukan saat hujan deras, sehingga sekolah terima dalam keadaan lengket, basah akibat hujan.

” Ada sekolah yang protes karena seharusnya diperiksa disekolah. Nah buku yang rusak kita masih konsultasikan ke tim teknis apakah yang rusak itu dihitung atau belum, nanti kita lihat saja hasilnya,”ungkap Frengki

Untuk memudahkan pemeriksaan fisik maka tim akan terbagi dalam dua tim  sehingga pemeriksaan fisik cepat selesai untuk semua sekolah penerima bantuan peningkatan mutu dan fisik gedung.

“Kita siasati untuk bisa kunjungi semua sekolah dan cepat selesai.  Kita sudah koordinasi ke Poltek sementara atur waktu  dan jadwal untuk turun,”jelasnya,

Setiap sekolah yang dikunjungi sekalian jalan pemeriksaan peningkatan mutu dan  pemeriksaan fisik gedung. Dikatakan ada gedung perpustakaan disekolah tertentu kondisinya parah karena sejak dibangun tahun 2011 hingga kini belum selesai pemasangan dan atap seng.(*jon)

 

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT