oleh

Walikota Ribut, Kapolda : Kasus Sudah Selesai

Media Group : Zonalinenews,Erende Post – KUPANG– Penetapan dua anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Kupang oleh penyidik Polda Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu, terbilang cukup kontroversial.

PENJELASAN – Kapolda NTT, Endang Sunjaya saat memberikan penjelasan kepada wartawan di sela-sela Coffee Morning di Mapolda NTT, Selasa (11/11) .
PENJELASAN – Kapolda NTT, Endang Sunjaya saat memberikan penjelasan kepada wartawan di sela-sela Coffee Morning di Mapolda NTT, Selasa (11/11) .

 

Betapa tidak, setelah dua anggota Sat Pol PP tersebut ditetapkan sebagai tersangka lantaran menganiaya karyawan UD Mitra Flobamora  Jaya saat menggelar operasi ke perusahan itu beberapa waktu lalu.

Atas penetapan itu, Walikota Kupang menunjukan taringnya dan sempat menyatakan penetapan itu controversial sebab kedua stafnya itu tengah menggelar operasi penegakan Perda ke perusahan yang disebut-sebut memasukan telur secara illegal.

Dua hari pasca mantan Sekot Kupang tersebut ribut, Kapolda Nusa Tenggara Timur, Endang Sunjaya menyambang Kantor Walikota Kupang dan menemui Walikota Kupang, Jonas Salean dengan dalih melaporkan diri sebagai warga Kota Kupang.

Kapolda Endang yang semula bertugas di Polda NTT cukup rajin melaksanakan inspeksi mendadak ke sejumlah Polres di wilayah NTT dengan tujuan agar anggota kepolisian di daerah yang dipimpinnya menghormati aturan, namun dalam kasus dua anggota Sat Pol PP Kota Kupang, ia mengatakan kasus itu sudah selesai.

Saat wartawan mempertanyakan perkembangan status dua anggota Sat Pol PP Kota Kupang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, Kapolda NTT, Endang Sunjaya saat menggelar Coffee Morning dengan wartawan desk Polda NTT di Mapolda NTT, Selasa 11 November 2014  mengatakan masalah itu sudah selesai tanpa menyebutkan bentuk penyelesaiannya.

Ia beralasan, dirinya telah berkoordinasi dengan walikota Kupang, Jonas Salean beberapa waktu lalu untuk membahas kewenangan Satuan Polisi Pomang Praja yang tugasnya mengamankan peraturan daerah (Perda) serta kewenangan  Kepolisian Republik Indonesia.

“ Mengenai masalah Sat Pol PP  Kota Kupang telah selesai permasalahannya, tugas Pol PP mengamankan peraturan daerah, jadi  saya telah berkoordiansi dengan Walikota Kupang menyangkut ini,”jelasnya.

Terhadap persoalan itu, Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman NTT, Darius Beda Daton yang ditemui secara terpisah mengatakan, jika dalam proses penyidikan telah ditetapkan status tersangka dan dua alat bukti terpenuhi maka prosesnya dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Mantan sta Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR) NTT ini menambahkan, dalam kasus ini yang melakukan penangkapan, penahanan mobil box ini jelas bukan masuk dalam Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sehingga dapat dikategorikan sebagai tindakan penyalhgunaan wewenang.(*rusdy)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT