oleh

Diduga Jhon Ricardo “Bayar Masa Pendemo” Tangkap Rudi Soik

Media Group : Zonalinenews,Erende Pos- Kupang,- Demo yang dilakukan Senat Mahasiswa Universitas Widya Mandiri UNIKA)  Kupang Selasa 2 Desember 2014 berujung dengan aksi pemukulan terhadap Koordinator Umum Demo Mahasiswa, Kristian Djawa yang diduga dilakukan  oleh anggota polisi NTT, Gun Diaz.

Demo Senat Mahasiswa Unika Kupang Selasa 2 Desember 2014 di Depan Polda NTTDemo Senat Mahasiswa Unika Kupang Selasa 2 Desember 2014 di Depan Polda NTT
Demo Senat Mahasiswa Unika Kupang Selasa 2 Desember 2014 di Depan Polda NTTDemo Senat Mahasiswa Unika Kupang Selasa 2 Desember 2014 di Depan Polda NTT

 

Selain aksi  pemukulan oleh anggota polisi  ada hal yang menarik dan menjadi perhatian serius dalam aksi tersebut yaitu pembagian selebaran oleh masa aksi dengan judul “ Tuntaskan  Hukuman Trafficking dan bebaskan Rudi Soik “ pada selembaran tersebut mengungkapkan  6 fakta pembentukan opini yang keliru yang melibatkan Brikpol Rudi Soik  dan Ismail Patty Sangga   yaitu pada poin satu  tanggal 29 November 2014. Interogasi  Ismail oleh Brigpol  Rudi cs untuk mendapatkan informasi terkait Toser. Akibat jawabannya yang berbelit belit , ismail di intimidasi oleh rudi agar mengaku tentang keberadaan toser  dan bentuk intimidasi adalah menampar pipi dan memukul pundak ismail.

Pada poin 2 Ismail diantar pulang oleh tim penyidik kerumahnya , berdasarkan informan bahwa setelah diinterogasi  oleh tim penyidik ismail langsung pulang Adonara mengunjungi keluarganya.

Poin tiga menegaskan tanggal 7 November 2014  (9 hari) setelah penganiayaan , Ismail Patty  Sanga didampingi Jhon Ricardo (Juru bicara keluarga) serta masa anti forum kekerasan NTT melaporkan  pengaduan Rudi Soik disertai dengan bukti visum. Dalam keterangan visum ada memar dibawah ketiak padahal berdasarkan keterangan Rudi dan ketarang saksi  tim penyidik Polda hanya pipi dan pundak disentuh secara fisik (janggal).

Pada poin empat  menjelaskan bahwa masa aksi yang hadir dibayar oleh Jhon Ricardo, Andi Killa dan beberapa PPTKIS yang menjadi target operasi Rudi cs. Masa aksi tidak tahu dan hanya diperintahkan untuk bersuara “Tangkap Rudi Soik karena telah menganiaya Ismail Patty orang Adonara dan dilakukan 2 kali sehari dan ismail selalu hadir . Teriakan tersebut berbau SARA dan pelaku intelektualnya harus ditangkap karena bersifat menghasut dan segera diadili karena tindakan ini adalah pergeseran isu.

Terhadap penyebaran selebaran oleh masa aksi demo Senat Mahasiswa Universitas Widya Mandiri (UNIKA) Kupang yang dibagikan pada saat orasi di polda NTT Selasa 2 Desember 2014 lalu , Jhon Ricardo Rabu 3 Desember 2014 pukul 15.30 wita diruang kerjanya  angkat bicara dan menegaskan kalau benar selebaran tersebut dibagikan oleh masa aksi dari senat Unika Kupang dirinya mengucapkan terima kasih kepada Pihak Universitas Widya Mandiri Kupang, yang telah membantu menyuarakan tindak kekerasan oleh Brikpol Rudi Soik walaupun hanya menampar pipi dan memukul pundak ismail patty tapi fakta ini menunjukan sebagai alat bukti tindak kekerasan yang dilakukan Brigpol Rudi Soik.

“Terimakasih Kepada senat Mahasiswa Unika yang telah membantu menyampaikan Fakta ini ,”tegasnya.

Ia menambahkan kalau itu selebaran sisipan yang disampaikan oleh oknun yang tidak betanggung jawab dirinya tidak mau komentar karena selebaran tersebut  tidak ada cap tanda tangan dari koordinator masa pendemo saat itu.  “Saya juga mendapatkan selebaran tersebut yang diberikan oleh adik –adik saya pada, saat itu ikut pada aksi demo tersebut,” jelasnya.

Terkait poin 4 masa aksi dibayar oleh Jhon Ricardo  dirinya menegaskan, dirinya dipercayakan oleh keluarga Lamaholot sebagai juru bicara. Sebagai orang Lamaholot dirinya mempunyai kewajiban membantu apalagi Ismail Patty merupakan keluarga. “Tidak ada aksi demo kami dibiayai oleh   PJTKI, sebagai orang lamohot kami berkewajiban memberikan makan kepada orang yang melakukan demo dan itu pun keluarga kami wajar jika kami kasih makan. Keluarga kami cukup mampu ko untuk membiaya aksi demo itu sendiri , kami orang Lamaholot mampu apalagi demo ini murni solidaritas keluarga,”tegasnya.

Ia menambahkan, dirinya mengetahui aksi demo yang dilakukan yang berakhir tindakan kekerasan oleh anggota polisi diduga didalangi oleh oarang orang tertentu . Saya tau siapa aktornya , kapan rapatnya, dimana rapat , siapa yang menghadiri rapat, serta tempat rapat saya tau semua. Satu atau dua hari kedepan saya akan beberkan semuanya ke media ,”Ancamnya. (*tim)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT