IMM Harus Jeli terhadap Persoalan Di Kampus Muhammadiyah Kupang

Bagikan:

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah NTT harus jeli  melihat persoalan –persoalan yang timbul  baik secara perserikatan maupun internal karena IMM secara kuardati merupakan  anak kandung dari Universitas  Muhammadiyah untuk itu dalam konteks ini,  IMM harus jeli melihat segala bentuk  persoalan yang muncul  dikampus baik tindakan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan perserikatan yang dilakukan pihak  universitas sekalipun.  Untuk itu IMM harus berani menyatakan sikap menyampaikan aspirasinya , penegasan tersebut disampikan Alummi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  (IMM) NTT, Akbar Yusuf pada acara  Temu Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  (IMM ) Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Tema “Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  dari Generasi ke Generasi yang berlangsung di lantai III kampus Universitas Muhammadiyah Kupang Minggu  7 Desember 2014 pukul 10 .00 wita.

Foto0332

 

 

Dikatakannya , Sebagai pemilik rumah , penjaga dan pengawas kampus Muhammadiyah Kupang, IMM harus bisa melindungi dan mengawasi keberlangsungan Universitas .  “ Jangan hanya jadi penonton bahkan jadi tamu dirumah sendiri. Berarti IMM bukan organisasi yang baik , bila tidak bisa menjalankan fungsinya tersebut ,”tegasnya.

BACA JUGA:   250 Pelajar Tingkat SLTA Ikuti Penataran di Dodik Bela Negara Rindam V/Brawijaya

Usman  Sakan Alumni IMM pada kesempatan tersebut juga meminta agar IMM harus mengaktifkan bank  data Alumni karena  banyak tokoh IMM dan tokoh Muhammadiyah NTT yang tidak terdata secara baik oleh IMM. “ Saya minta kepada pengurus IMM NTT untuk aktifkan bank data IMM serta aktifkan kembali sekertariat IMM dengan bentuk aktiftasnya ,” Pintanya.

Sidiq Atassogge   Alumni IMM pada kesempatan tersebut juga menegaskan, IMM harus berani tampil kapanpun dan dimanapun , jangan hanya jadi penonton , kalau perlu ditakuti lawan dan disegani kawan sesama aktifis organinasai kepemudaan, IMM harus berani menunjukan jati dirinya dengan menunjukan  kemampuan  berorgansansi sehingga diperhitungankan oleh organisasi kepemudaan lainnya di NTT.

Mantan Katua pertama IMM  tahun 1976, Adam Asrakal, pada kesempatan tersebut menjelaskan, pada kondisi awal IMM berdiri , organisasi ini mengalami keterbatasan , namum keterbatasan tersebut tidak menjadi kendala utama dalam melakukan sebuah gerakan, Justru keterbatasan ini memotivasi  sebagai  semangat dalam melakukan pergerakan-pergerakan sehingga kehadiran IMM pada saat itu diperhitungankan.  “ Saya minta kepada dinda  pengurus  IMM mengoptimalkan kemampuan dalam  mengelola organisai ini dengan baik . “  Saya minta gar  IMM agar Penguatan kembali indioligi serta amal usaha muhamadiyah serta  memperkut kembali kultur muhammadiyah,”pintanya.

BACA JUGA:   Plan dan Dinas Dukcapil TTU Fasilitasi Nikah Massal Ratusan Pasangan di TTU

Ketua panitia   kegiatan temu Alumni Mahumad Saleh. Pada kesempatan tersebut menjelaskan tujuan kegiatan ini untuk memperkuat Alummni khususnya  serta bisa menghasilkan rekomendasi yang bisa memunculkan IMM ke permukaan.

Mantan Kapala Bidang  Imawati dan Pengurus IMM  periode tahun 1999-2000, Hummaira Qulsum Blegur pada kesempatan tersebut menegaskan , IMM kembali dihidupkan dengan pengerakan –pergerakannya baik secara internal maupun eksternal , IMM jangan hanya ibarat  Katak dalam tempurung , aktifis –aktifis IMM harus berani tampil ke permukaan dengan menunjukan kemampuan, jangan hanya bisa teriak di kampus , demo di kampus. IMM harus bisa menegakkan kebanaran  Amar Maruf Nahi Mungkar serta menindak kebathilan kapanpun dan dimanapun.

Acara temu alamuni ini dahadiri  mantan Ketua IMM periode pertama sampai periode tahun 2014 .(*rusdy)


Bagikan:
Advertisement