oleh

Lerai Tawuran, Anggota DPRD Dianiaya Polisi

Darwin Giri, salah satu korban penganiayaan anggota polisi saat malam natal
Darwin Giri, salah satu korban penganiayaan anggota polisi saat malam natal

Zonalinenews-Kupang, Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Moses Mandala dianiaya oknum polisi saat hendak melerai tawuran antara polisi vs warga pada, Kamis 24 Desember 2015, sekitar pukul 2.30 wita. Akibatnya, anggota DPR asal partai Gerinda ini mengalami luka memar di sekujur tubuhnya. Selain dianiaya, Mandala juga disebut anggota DPR “tai” (kotoran Mahluk Hidup). Kejadian ini bermula ketika aparat polisi Turrajawali Dari Polres Kupang Kota melakukan pengamanan malam Natal di wilayah Kelurahan Oesapa yang berujung pada tawuran antara polisi dengan warga.

Mandala, ketika ditemui dikediamannya, Sabtu, (26-12-2015) mengatakan, dirinya terbangun karena mendengar bunyi tiang listrik yang dipukul warga. Saat itu dia melihat sebagian oknum polisi sedang menganiaya beberapa pemuda.  Melihat hal itu dirinya beniat melerainya. Namun, niat baiknya i tu diteima dengan pukulan Dan tendangan beberapa oknum polisi. “Saya berniat melerai polisi yang saat itu sedang memukul seorang pemuda. Saat says tiba di TKP, saya ditanya polisi, siapa saya. Saya jawab bahwa saya anggota DPR. Polisi i tu langung sebut saya DPR ‘tai’ dan pukul saya,” tuturnya.

Dia mengaku heran, karena polisi yang saat ITU melakukan pengamanan bertindak anarkis terhadap warga. “Ini polisi atau preman, kalau saat lakukan pengamanan ada warga yang tidak ikut, polisi berikan pemahaman bukan memukul, tugas polisi itu melindungi bukan menganiaya,” katanya.

Selain menganiayanya, polisi juga  menganiya empat orang warganya yakni, Lucky Dethan, Darwin Giri, Ardy dan Mikael Tulle, hingga babak belur Dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Bahkan, dua korban dinaikan dalam mobil dan ditahan polisi.

Menurutnya, keempat warganya itu Tidak melakukan kesalahan Dan menjadi korban salah tangkap.
Dia berharap, agar keempat pemuda itu segera dibebaskan. Selain itu ia juga meminta Kapolda NTT menindak tegas oknum polisi yang melakukan penganiayaan terhadap warga.

Sementara itu, Darwin Giri, salah satu korban penganiayaan mengatakan, saat kejadian dia bersama beberapa temannya sedang duduk menonton pesta kembang api. Tiba-tiba datanglah belasan polisi Dari Turrajawali dan menyuruh mereka membubarkan diri karena mengira ada pesta Miras. Namun, mereka menjawab tidak ada yang pesta miras. Mendengar jawaban itu polisi langsung melakukan pemukulan yang mengakibatkan pelipis kirinya robek Dan sempat dilarikan ke rumah sakit.

“Kami tidak Miras, kami hanya nonton pesta kembang api, tiba-tiba polisi datang Dan langsung pukul. Saya sudah di visum karena saya mau proses hukum, biar jadi pelajaran bagi  polisi main hakim sendiri,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, akibat tindakan penganiayaan itu, warga yang  tidak terima tindakan anarkis polisi itu, mengamuk dan membakat pos polisi Dan sebuah sepeda motor milik anggota polisi. (*Amar Ola Keda)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT