oleh

Perlu Kesepahaman Bersama Kelola Air Minum dan Sanitasi

Air bersih
Air bersih

Zonalinenews-Kupang, Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Andre W. Koreh, MT, ke depan untuk pengelolaan air minum didasari pada pokok-pokok pikiran bahwa air adalah benda sosial pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Untuk mencapai target Millenium Goals (MDGs) sektor air minum, yaitu pemenuhan 72% masyarakat perkotaan di Kupang dan pedesaan secara layak, maka perlu kerjasama dan dukungan SDM profesional, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Peran Swasta serta dukungan masyarakat. Untuk itu pengelolaan sistem penyediaan air minum membutuhkan dokumen perencanaan komprehensif, perbaikan manajemen pengelolaan dan re-engineering sistem pengelolaan air minum dan sanitasi yang berbasis masyarakat (PAMSIMAS) di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Program PAMSIMAS adalah salah satu solusi dalam penyediaan air minum yang berbasis masyarakat membutuhkan dukungan stake holder dan lembaga lain dalam rangka pemenuhan air minum dan sanitasi bagi masyarakat pedesaan, perkotaan, pinggiran kota yang sangat membutuhkan bersama antara para stake holder air minum agar permasalahan air minum segera selesai, “ jelas Andre Koreh.

Sementara itu Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT, Ir. Fransiskus Pangalinan, M.Si mengatakan, ada banyak desa dan kota pinggiran yang belum terbangun dengan baik dari infrasturktur dan ekonomi. Selain itu masih ada daerah yang tertinggal yang sulit mengakses layanan air minum, pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu program PAMSIMAS dapat mendorong percepatan pembangunan desa dan mensejahterahkan rakyat desa dan pinggiran kota agar dapat diberdayakan, merupakan upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas masyarakat dan desa itu sendiri. “Pemberdayaan masyarakat desa utamanya untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintah desa yang partisipatif dan demokratis. Bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan SDM dan teknologi yang ramah lingkungan dalam rangka mewujudkan kegiatan usaha ekonomi yang produktif, maju dan mandiri serta berorientasi pada pasar,” kata Frans Pangalinan.

Namun, tak lupa Frans Panglinan mengingatkan, sesungguhnya persoalan tak hanya dihadapi masyarakat yang tinggal di pelosok desa. Mayarakat yang berdiam di perkotaan juga mengalami banyak masalah dengan skala yang berbeda, sehingga perlu juga diberdayakan agar sejahtera. Sejatinya, hal ini menjadi domain program PAMSIMAS, tentu dengan pendekatan berbeda. Sebab, seseorang disebut sejahterah bila dia punya banyak pilihan. Bisa saja seseorang punya banyak uang tetapi terbatas, misalnya tidak boleh makan ini dan itu karena dilarang dokter, berarti belum sejahtera. Ke depan gagasan atau ide pembangunan harus lahir dari masyarakat, pemerintah tinggal mendorong. Masyarakatlah yang demikian menyiapkan untuk keperluan mereka sendiri. Perbedaan yang cukup mencolok antara masyarakat di Jepang dan bisa dimaklumi karena Indonesia yang masih berkutat dengan kebutuhan dasar (basic needs). Sementara masyarakat Jepang sudah lebih mapan.

Untuk itu, kualitas program pemberdayaan perlu terus ditingkatkan kualitasnya. Salah satunya melalui program PAMSIMAS, meskipun belum bisa diiisebutkan secara langsung meningkatkan kesejahteraan rakyat perdesaan, pinggiran perkotaan dan perkotaan, tetapi dapat dikatakan telah memberikan kontribusi positif. Di sini peran perangkat desa dan stake holder serta masyarakat sebagai ujung tom bak dalam pengelolaan, pemeliharaan, perawatan dan perlindungan infrasturktur dan aset sangat diharapkan.

Sementara itu Kasatker PK PAMS Provinsi NTT menegaskan bahwa Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan program dalam rangka menciptakan masyarakat hidup bersih dan sehat melalui penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat dimana masyarakat peserta program berperan sebagai pelaku utama dan penentu dalam seluruh proses persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan. Proses yang mengajak masyarakat dalam menemukenali berbagai persoalan dan penyakit terkait dengan air minum dan sanitasi.

Kegiatan program PAMSIMAS, tambah Lorens, mencakup pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sanitasi umu, pengembangan kapasitas pelaku PAMSIMAS mencakup pemberdayaan masyartakat dan pengembangan lokal, peningakatan peroilaku bersih dan sehat, penyediaan air minum dan sanitasi umu, pengembangan kapasitas pelaku PAMSIMAS melalui promosi, pelatihan, lokakarya dan bimbingan teknis.Tujuan program PAMSIMAS adalah terciptanya masyarakat yang berperilaku hidup bersih dan sehat melalui peningakatan akses masyarakat miskin pedesaan, pinggiran kota terhadap pelayanan air minum dan sanitasi.

PAMSIMAS I Tahun 2008-2012

PAMSIMAS I Provinsi NTT meliputi 11 Kabupaten/Kota dengan total 633 desa yang terdiri dari reguler 588 desa dan replikasi 45 desa setrta hibah intensif desa (HID) 41 desa. Program HID diberikan kepada desa-desa reguleer dan replikasi berprestasi yang mempunyai kinerja baik.

Cakupan pelayanan air minum kepada 390.799 jiwa atau kontribusi pelayanan akses air minum terhadap Provinsi NTT sebesar 9,09 %. Realisasi jumlah desa dan kontribusi capaian PANSIMAS di Provinsi NTT sebagai berikut : (1) Kota Kupang 48 (Reguler), 2 (replikasi), HID 11, Desa Pansimas 7,70 % dan terhadap kabupaten/kota 6,58 %, (2) Sumba Barat 49 (reguler), 3 replikasi, HIP 3, Desa Pansimas 22,36 % dan terhadap kabupaten 16,45%, (3) Rote Ndao 56 (reguler), 9 (replikasi), HID 5, desa Pansimas 33,57 % dan terhadap kabupaten 27,62 %, (4) Kupang 54 (reguler), 2 (replikasi), HID 1, desa Pamsimas 26,92 % dan terhadap kabupaten 8,74 %, (5) TTS 49 (reguler), 2 (replikasi), HID 6, Desa Pamsimas 27,17% dan terhadap kabupaten 5,00 %, (6) TTU 52 (reguler), 3 (replikasi), HID 6, desa Pamsimas 59,53 % dan terhadap kabupaten 1674 %, (7) Alor 62 (reguler), 7 (replikasi)HID 7,Desa Pamsimas 74,19 % terhadap Kabupaten 26,11 %, (8) Lembata 47 (reguler),7 (replikasi), HID 0,Desa Pamsimas 73,07 % terhadap Kabupaten 21,01 %, (9) Sikka 59 (reguler), 4 (replikasi),HID 4, Desa Pamsimas 46,50 % terhadap Kabupaten 19,28 %, (10) Manggarai 59, (reguler),6 (replikasi), HID 7, Desa Pamsimas 39,08 % terhadap kabupaten 14,54 %, (11) Mabar 55, (reguler) ,2 (replikasi) HID 3, Desa Pamsimas 39,17 % terhadap kabupaten 15,60 %. Jumlah untuk Provinsi NTT reguler 588, replikasi 45, HID 51, Desa Pamsimas 32, 39 % dan terhadap kabupaten/kota 13, 86 %.

DANA PAMSIMAS

Dana Reguler Pamsimas untuk setiap Desa ditetapkan sebesar Rp. 275.000.000,- bersumber dari APBN 70 %,APBD 10 %, dan kontribusi masyarakat 20 % terdiri dari in kind 16 % dari incash 4 %.Untuk Replikasi bersumber dari APBD 80 %, kontribusi masyarakat 20 % terdidari inkind 16 % dan incash 4 % untuk HID dari APBN 100 %. Total dana Pamsimas I Provinsi NTT untuk kabupaten/ kota sebagai berikut (1) Kota Kupang APBN ( Rp 10.953.280.-) APBD ( Rp 1.705.000.-) In kind (Rp 2.112.000.-) Incash ( Rp 528.000.-) (2) Sumba Barat APBN ( Rp 9.632.500.-) APBD ( Rp 2.007.500.-) In kind ( Rp 2.288.000.-) Incash ( Rp 572.000.-) (3) Rote Ndao APBN ( Rp 11.777.000.-) APBD (Rp 3.520.000.-) In kind (Rp 2.860.000.-) Incash (Rp 715.000.-) (4) Kupang APBN (Rp 10.595.000.-) APBD ( Rp 1.925.000.-) In kind ( Rp 2.464.000.-) Incash ( Rp 616.000.-) (5) TTS APBN ( Rp 10.618.520.-) APBD ( Rp 1.787.500.-) Inkind ( Rp 2.244.000.- Incash ( Rp 561.000.-) (6) TTU ( Rp 11.194.066.-) APBD ( Rp 2.090.000.-) Inkind ( Rp 2..420.000.-) Incash ( Rp 605.000.-) (7) Alor APBN ( Rp 12.921.000.-) APBD ( Rp 3.245.000.-) In kind ( Rp 3.036.000.-) Incash ( Rp 759.000.-) (8) Lembata APBN ( Rp 9.047.500.-) APBD ( Rp 2.382.000.-) Inkind ( Rp 2.376.000.-)Incash ( Rp 594.000.-) (9) Sikka APBN ( Rp 11.957.304.-) APBD ( Rp 2.062.500.-) inkind ( Rp 2.684.000.-) Incash ( Rp 671.000.-) (10) Manggarai APBN ( Rp 12.932.714.-) APBD ( Rp 2.942.500.-) Inkind ( Rp 2.860.000.-) Incash ( Rp 715.000.-) (11) Mabar APBN ( Rp 11.160.767.-) APBD ( Rp 1.952.500.-) Inkind ( Rp 2.508.000.-) Incash ( Rp 627.000.-) Jumlah seluruh dana yang terserap untuk program PAMSIMAS utnuk 11 kabupaten/kota se-Provinsi NTT, APBN sebesar Rp. 122.790.151.000,-, APBD Rp. 26.070.000.000,- dana dari In Kind Rp. 27.852.000.000 dan Incash Rp. 6.963.000.000,-

PAMSIMAS II TAHUN 2013- 2015

Pamsimas II Provinsi NTT meliputi 19 Kabupaten dengan target 473 Desa dan realissasi sampai dengan tahun 2014 telah merealisir total 295 Desa terdiri dari reguler APBN= 233 desa dan reguler APBD = 62 desa. Hibah Intensif Desa (HID) =42 desa .Hibah Khusus Pamsimas ( HKP) = 19 desa dan Hibah Intensif Kabupaten (HIK) = 7 desa. Memberiksn insntif kepada desa yang tidak berfungsi atau berfungsi sebagian. Target cakupan pelayanan Air minum Pamsimas II = 445.329 jiwa atau target kontribusi Pamsimas II di NTT = 9.09 %. Realisasi jumlah desa s/d tahun 2014 : (1) Sumba Barat 18 (reguler APBN), 4 (reguler APBD) dan 4 (HID), (2) Rote Ndao 20 (reguer APBN), 5 (reguler APBD) dan 2 HID, (3) Kupang 16 (reguler APBN), 5 (reguler APBD), dan HID 5 (4) TTS 13 (reguler APBN), 4 (reguler APBD) dan 10 HID, (5) TTU 18 (reguler APBN), 4 (reguler APBD) dan 2 HID, (6) Alor 18 (reguler APBN), 5 (reguler APBD) dan 6 HID, (7) Lembata 11 (reguler APBN), 4 (reguler APBD) dan 2 HID, (8) Sikka 18 (reguler APBN), 4 (reguler APBD), 0 HID, (9) Manggarai 23 (reguler APBN), 7 (reguler APBD), 4 HID, (10) Manggarai Barat 18 (reguler APBN), 4 (reguler APBD), 4 HID, (11) Sumba Barat Daya 8 (reguler APBN), 2 (reguler APBD), 0 HID, (12) Sumba Tengah 8 (reguler APBN), 2 (reguler APBD, 0 HID, (13) Sumba Timur 8 (reguler APBN), 2 (reguler APBD), 0 HID, (14) Sabu Raijua 8 (reguler APBN), 2 (reguler APBD) dan 0 HID, (15) Belu 8 (reguler APBN), 2 (reguler APBD), 0 HID, (16) Flores Timur 8 (reguler APBN), 2 (reguler APBD), 0 HID, (17) Ende 6 (reguler APBN), 2 (reguler APBD), 0 HID, (18) Nagekeo 6 (reguler APBN), 2 (reguler APBD), 0 HID, (19) Manggarai Timur 8 (reguler APBN), 2 (reguler APBD), 0 HID. Jumlah desa untuk program Pamsimas 2013-2015 melalui dana reguler APBN 233 desa, reguler APBD 62 desa dan 42 desa melalui HID.

DANA PAMSIMAS II

Dana Reguler APBD untuk setiap desa ditetapkan sebesar Rp 220.000.000.- dan ditambah kontribusi dari masyarakat 20 % terdiri dari In kind 16 % dan Incash 4 %. Dana Reguler APBD berupa sharing 20 % dari total dana per kabupaten/ kota ditambah kontribusi masyarakat. Alokasi dana per desa disesuaikan dengan kebutuhan dari total dana yang ditetapkan setiap kabupaten. Dana HID dari tanpa sharing APBD untuk HIK dan HKP dengan sharing 50 % APBD ditambah kontribusi masyarakat Realisasi sampai dengan tahun 2014 ( x 1000) sebagai berikut : (1) Sumba Barat APBN ( Rp 2.200.000.-) APBD ( Rp 440.000.-) Inkind ( Rp 528.000.-) Incash ( Rp 132.000.-), (2) Rote Ndao APBN ( Rp 5.241.000.-)APBD ( Rp 1.941.000.-) Inkind ( Rp 1.436.400.-) Incash ( Rp 253.000.-) (3) Kupang APBN ( Rp 3.520.000.-) APBD ( Rp 1.100.000.-) inkind ( Rp 924.000.-) Incash ( Rp 231.000.-) (4) TTS APBN ( Rp 2.860.000.-)APBD (880.000.-) inkind ( 748.000.-)Incash ( 187.000.-) (5) TTU APBN (3.960.000.-) APBD ( 880.000.-)Inkind (968.000.-)Incash (242.000.-) (6) Alor APBN (3.960.000.-) APBD ( 1.100.000.-) Inkind ( 1.012.000.-)Incash (253.000.-) ( 7) Lembata APBN ( 2.420.000.-) APBD ( 880.000.-)Inkind ( 660.000.-)Incash (165.000.-) (8).Sikka APBN ( 3.690.000.-) APBD ( 880.000.-) Inkind (968.000.-) Incsah( 242.000.-) (9) Manggarai APBN ( 5.795.000.-) APBD ( 2.275.000.-) Inkind ( 1.614.000.-)Incash (403.000.-) (10) Mabar APBN ( 3.960.000.-) APBD ( 880.000.-).Inkind( 968.000.-)Incash (242.000.-) (11) Sumba BD APBN ( 1.760.000.-) APBD (440.000.-)Inkind (440.000.-)Incash (110.000.-) (12) Sumba Tengah APBN (1.760.000.-) APBD ( 440.000.-) Inkind (440.000.-)Incash (110.000.) (13) Sumba Timur APBN ( 1.760.000.-) APBD (440.000.-) Inkind (440.000.-)Incash (110.000.) (14) Sabu Raijua APBN (1.760.000.-) APBD ( 440.000.-) Inkind ( 440.000.-)Incash (110.000.-) (15) Belu APBN ( 1.760.000.-) APBD 440.000.-)Inkind(440.000.-) Incash (110.000.-) (16) Flores Timur APBN (1.760.000.-)APBD (440.000) Inkind(440.000.-)Incash (110.000.-) (17) Ende APBN (1.320.000.-), APBD ( 440.000.-) Inkind( 352.000.-) Incash (88.000.-) (18) Nagekeo APBN ( 1.320.000) APBD ( 440.000) Inkind (352.000) Incash (88.000.-) (19) Matim APBN ( 1.760.000.-)APBD (440.000.-)Incash (110.000.-) Jumlah dana yang terserap melalui APBN (Rp. 52.836.000), APBD (Rp. 15.216.000,-), In Kind (Rp. 13.610.400), Incash (Rp. 4.159.000), dan stotal dana seluruhnya untuk Pamsimas II sebesar Rp. 85. 821.900,-

BP- SPAMS

Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi ( BP-SPAMS) telah dibentuk di semua desa dan bertugas pada pasca program untuk mengoperasikan dan memelihara sarana air minum dan sanitasi yang telah terbangun,  sehingga memberikan pelayanan yang berkelanjutan pada masyarakat. Pengoperasian dan pengelolaan adalah tahapan pasca konstruksi dimana masyarakat memanfaatkan, mengelola dan mengembangkan sarana air minum dan sanitasi secara mandiri, sehingga memberikan pelayanan yang berkelanjutan bagi masyarakat penerima manfaat. Pengoperasian meliputi aspek kelembagaan dan tata kelola sarana air minum dan sanitasi.

Untuk itu, kulaitas program PANSIMAS dalam pemberdayaan masyarakat desa, perkotaan dan pinggiran perlu terus ditingkatkan dalam upaya menjaga kesepahaman bersama antara para stake holder agar permasalahan kebutuhan air minum dan sanitasi secara bertahap dapat teratasi. Kita sadari bersama bahwa meski belum bisa disebutkan secara langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan, pinggiran kota dan perkotaan, tetapi dapat dikatakan telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Peran partisipasi dan dukungan masyarakat serta semua stake holder, lembaga masyarakat, para politisi, pimpinan wilayah, perangkat desa dan lembaga desa, Ngos (LSM), pemuda desa sebagai ujung tombak dan sangat strategis dalam menjaga, melindungi, memelihara dan mengelola infrastruktur yang telah dibangun dengan dana yang besar dapat bermanfaat secara berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat. (*john pereira)