oleh

Ada Apa…? Dokumen Pengadaan Eksavator Hilang, Bupati Kupang Undur Diri

Exavator oke

Sebuah Catatan Sebagai Bahan Renungan : Oleh Paulus T

Zonalinenews- Oelamasi, Menjadi pertanyaan, dalam RPJMD serta rencana strategi (renstra) Dinas PU Kabupaten Kupang pembelian alat berat berupa satu unit eksavator yang telah dicantumkan, namun setelah diserahkan ke Bappeda Kabupaten Kupang, ditiadakan atau mungkin hilang ditelan Bumi. Sehingga hal ini membuat Bupati Kupang, Ayub Titu Eki mengeluarkan statemen yang membingungkan masyarakat Kabupaten Kupang. Bupati Kupang, Ayub Titu Eki menyatakan mengundurkan diri dari jabatan sebagai Bupati Kupang.

Sebuah pertanyaan besar publik Kabupaten Kupang atau diduga sebuah sandiwara sinteron yang sengaja dimainkan untuk menarik simpatik masyarakat atau bentuk kekesalan Bupati sehingga mengeluarkan sebuah stateman penguduran diri lantaran sebuah eksavator tidak dijuwudkan dalam perencanaan. Niat tulus Bupati Kupang, Ayub Titu Eki membangun Kabupaten Kupang menjadi Kabupaten Unggul di wilayah indonesia Timur haruskah pupus dalam perjalanan, masa jabatan dengan persoalan tarik menarik pembelian alat berat.

Lalu bagaimana perasaan tim ahli yang melakukan kajian baik secara teknis maupun organisasi untuk mengadakan alat berat berupa eksavator tersebut.

Tim Ahli yang diketuai Dr. Jems Adam dari Universtas Kristen Artha Wacana Kupang. Pertaruhan harga diri dan intelektual menjadi taruhan. Karena para tim ahli terdiri dari beberapa doktor yang ada di NTT.

Masyarakat Kabupaten Kupang saat ini mengalami musibah atas kemarau panjang yang terjadi. Bahkan beberapa kecamatan terancam kelaparan , dan warganya hampir saja makan “putak”. Belum lagi, sikap Bupati yang ingin mengundurkan diri dari jabatan, jika dalam perubahan anggaran alat berat berupa eksavator tidak diadakan atau dianggarkan oleh DPRD Kabupaten Kupang.

Bukan hanya itu persoalan, tudingan Bupati Kupang atas dugaan Ketua DPRD melakukan provokasi di masyarakat desa Benu, Pernyaataan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Jerry Manafe agar jaksa segera menuntaskan persoalan rekomendasi DPRD atas temuan 2,5 M.

Menjadi sebuah pertanyaan besar, bahkan masyarakat Kabupaten Kupang mengimpikan sebuah tindakan nyata penegak Hukum, dalam hal ini Kejaksaan Negeri Oelamasi berani melakukan sebuah terobosan besar untuk menuntaskan temuan BPK sebesar 2,5 M yang telah direkomondasikan DPRD Kabupaten Kupang. Pemeriksaan atas para pelaku, atau saksi atau orang yang melenyapkan keuangan BLUD tersebut. Ketika, Jaksa telah menindaklanjuti temuan BPK tersebut, pasti DPRD akan legowo memberikan dana untuk kelancaran BLUD, sebab BLUD merupakan salah satu Aset pemerintah Kabupaten Kupang yang harus dipelihara.

Lalu, bagaimana dengan Sikap Bupati Kupang, Ayub Titu Eki atas pernyataan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Jerry Manafe yang terimplisit, sebelum jaksa melakukan pemeriksaan terhadap temuan LHP BPK yang direkomendasikan DPRD Kabupaten Kupang secara kelembagaan tersebut.

Apakah Bupati Kupang, Ayub Titu Eki juga turut mendorong jaksa untuk menyelesaikan temuan tersebut, ataukah memilih mundur dari Jabatan Sebagai Kepala Daerah. Karena sudah pasti permintaan untuk mengadakan alat berat tidak mungkin dilayani DPRD Kabupaten Kupang. (*)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT