oleh

Kuasa Hukum Sebut Polres Lembata Tidak Profesional

Achmad Bumi
Achmad Bumi

Zonalinenews,Kupang- Kuasa hukum Forum Penyelamat Lewotanah Lembata (FP2L) dan Aliansi Keadilan dan Kebenaran Anti Kekerasan (ALDIRAS) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lembata (AMAL), Achmad Bumi,SH, menuding Polres Lembata tidak professional. Pasalnya, sejak pihak AMAL melaporkan dugaan penggunaan ijasah palsu oleh Bupati Lembata, Eliaser Yentjie Sunur, Polres Lembata tidak menerbitkan Laporan Polisi (LP).

“Saya menilai Polres Lembata tidak professional, seharusnya saat FP2L melaporkan kasus itu, Polres harus keluarkan LP, aturannya harus begitu dan ini sudah menyalahi Prosedur Tetap (Protap),” ucap Achmad Bumi saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu, 20 Februari 2016.

Dikatakan, jika sesuai Protap di kepolisian maka seharusnya Porles Lembata harus mengeluarkan LP saat kasus ini dilaporkan. Namun, ironisnya sebelum mengeluarkan LP, pihak Polres malah mengirim surat panggilan kepada, Bernadus Sesa Manuk sebagai saksi dari pelapor yang ditandatangani oleh Kapolres Lembata. Bahkan, surat itu bukan surat pro justisia dari Reskrim tetapi surat biasa.

“Ini namanya intimidasi. Polres tidak mengeluarkan LP tiba-tiba panggil pihak FP2L jadi saksi, sehingga laporannya kami cabut,” katanya.

BACA JUGA:   Polda NTT Siap Gelar Kasus Dugaan Ijasah Palsu Sekda Flotim

Pencabutan laporan tersebut, menurut dia, karena diduga ada indikasi kerjasama antara Bupati Lembata dengan Polres. Sehingga dalam waktu dekat kasus ini akan dilaporkan ke Mabes Polri.
“Dalam waktu dekat saya akan laporkan kasus ini di Mabes Polri,” jelasnya.

Terpisah, Kapolres Lembata, AKBP Wresni H. S. Nugroho menyatakan, apa yang dilakukan pihaknya sudah sesuai prosedur. Menurutnya, alasan belum diterbitkan LP karena kasus yang diadukan oleh pihak AMAL ke Polres Lembata masih dalam bentuk pemberitahuan, bukan laporan.

Diketahui, ijasah S1 Teknik milik Bupati Sunur tidak terdaftar di pangkalan data Dikti. Hal ini terungkap saat FP2L melakukan penelusuran ke pihak Kemenristek Dikti, Kopertis wilayah III serta Universitas Krisnadwipayana Jakarta. Pihak kampus melalui Dekan Fakultas Teknik mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa benar jika Eliaser Sunur merupakan alumni Fakultas Teknik tahun 2005. Ironisnya, ketika ditelusuri pada pangkalan data Dikti, nama Eliaser Sunur tidak tertera pada data Dikti. (*Amar Ola Keda)