Masyarakat NTT Dihimbau Berhati-hati Gabung Dengan Wein Group

Kepala OJK NTT Winter Marbun
Bagikan:

Kepala OJK NTT Winter Marbun
Kepala OJK NTT Winter Marbun

Zonalinenews-Kupang ,  Maraknya berbagai aktifitas perbankan di NTT, membuat Otoritas Jasa Keuangan juga harus bekerja keras untuk mengatasi investasi bodong yang selama ini semakin gencar di Kota Kupang. Untuk itu, OJK menghimbau agar seluruh masyarakat NTT agar berhati-hati terhadap lembaga keuangan yang melakukan pengumpulan uang atau dana di masyarakat. Sebab, banyak lembaga keuangan yang melakukan penghimpunan dana di masyarakat tapi tidak memiliki izin operasional dari OJK.

Lembaga yang melakukan penghimpunan dana dimasyarakat tapi tidak memiliki izin salah satunya adalah wein group. Di NTT, anggota wein group hampir merata. Biasanya modus penipuan menggunakan nama besar dari para tokoh politik, tokoh agama ataupun selebriti. Menggunakan nama-nama tokoh besar untuk memancing masyarakat dalam menyertakan modal. Biasanya pada awalnya kondisi ini berjalan baik, namun dalam perjalanannya masyarakat akan menjadi korban dalam setiap aktifitas lembaga keuangan yang tidak melaporkan ke OJK.

Untuk Wein Group, telah dilakukan pemeriksaan terhadap direktur utamanya, namun hasilnya sampai saat ini belum bisa dipublikasi ke publik karena proses pemeriksaan masih terus berlanjut.

BACA JUGA:   Perkembangan Perbankan di NTT Alami Peningkatan

Hal ini disampaikan Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan, Wahid Hakim Siregar saat membawakan materi pelatihan wartawan, Senin 28 Maret 2016 di Hotel Sotis sekitar pukul 15.45.

Dikatakan lebih lanjut, bahwa bukan saja Wein Group yang diperiksa, tapi juga Dream for Fredom dan MMM. Lembaga-lembaga ini sampai dengan saat ini tidak memiliki izin dari OJK untuk melakukan pengumpulan dana di masyarakat. Selain beberapa lembaga yang disebutkan diatas, Koperasi di NTT juga melakukan modus pinjaman secara ilegal. Koperasi dapat melakukan pinjaman melalui unit simpan pinjam. Prinsip utama koperasi adalah anggota, namun, koperasi yang melakukan penghimpunan dana melalui pinjaman harus ada izin dari OJK. Untuk itu, masyarakat juga harus berhati-hati dalam melakukan pinjaman di koperasi yang menawarkan jasa pinjaman.

“Izin dalam menjalankan penghimpunan dana di masyarakat harus mendapat izin OJK, bukan legalitas koperasi itu sendiri,” kata Siregar.

Sementara itu, Kepala OJK NTT, Winter Marbun dalam sambutannya juga mengatakan bahwa ada beberapa lembaga keuangan yang tidak memiliki izin dari OJK namun saat ini sedang beroperasi melakukan penghimpunan dana dimasyarakat. Untuk itu masyarakat NTT harus berhati~hati serta perlu mempelajari tawaran dari lembaga pengumpulan modal dimasyarakat. Sebab, saat ini ada lembaga penghimpunan dana di masyarakat, secara diam~diam menggunakan logo dari OJK. Penggunaan logo dimaksud untuk meyakinkan masyarakat yang mau menyertakan modal.

BACA JUGA:   Pesawat Batik Rusak, Penumpang Terlantar Dibandara El Tari Kupang

” Contoh kasus di NTT lembaga yang belum mendapat izin dari OJK seperti Wein group, MMM dan dream for Freedom,” tutur Marbun.

Untuk itu, bukan saja menjadi tugas OJK semata, tapi masyarakat NTT juga perlu berhati dalam melakukan penabungan di lembaga keuangan yang identitas belum jelas. Masyarakat diharapkan untuk waspada jangan tergesa-gesa dengan pembicaraan muluk-muluk yang melibatkan pejabat publik artis ataupun tokoh masyarakat.

” Terkadang masyarakat cepat sekali percaya, kalau lembaga A, ada artis yang terlibat, ada tokoh nasional yang terlibat ataupun ada pejabat Publik yang terlibat,” kata Marbun Sekali lagi. (*Paul)


Bagikan:
Advertisement