oleh

Wabup Flotim Diperiksa Penyidik Terkait Dugaan Ijasah Palsu Sekda

Wakil Bupati Flotim Valens Tukan
Wakil Bupati Flotim Valens Tukan

Zonalinenews,Larantuka- Proses penyelidikan kasus dugaan ijasah palsu yang melibatkan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Flores Timur (Flotim), Anton Tonce Matutina oleh penyidik Polres Flotim mencapai tahap pemeriksaan saksi. Bahkan Wakil Bupati Flotim, Valens Tukan turut diperiksa penyidik Polres Flotim pada Senin, 11 April 2016 lalu terkait persoalan tersebut.

Wabup Flotim, Valens Tukan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu, 14 April 2016 mengaku telah diperiksa penyidik Polres selama lima jam. Dirinya  diberondong 46 pertanyaan seputar keterlibatan dirinya menandatangi surat perlengkapan administrasi calon Sekda, yakni, Anton Tonce Matutina, Fransiskus Fernandes dan Rafael Sili berdasarkan SK Gubernur NTT untuk melengkapi bahan-bahan pencalonan mereka. Olehnya, dia membantah jika dirinya menandatangani surat pengusulan calon Sekda.

“Surat yang saya tandatangani itu perlengkapan administrasi para calon bukan pengusulan calon Sekda,” tegas Valens.

Dijelaskan, salah satu persyaratan calon Sekda sesuai peraturan yakni, harus berijasah S1. Namun, sebelum peraturan tersebut diberlakukan, saat itu Sekda Tonce Matutina telah menduduki jabatan dua atau tiga eselon II di Dinas Peternakan, Kehutanan, Infokom dan PLT Sekda.

BACA JUGA:   Polda NTT Siap Gelar Kasus Dugaan Ijasah Palsu Sekda Flotim

Oleh karena itu, menurut dia, persyaratan ijasah tak perlu digunakan karena yang bersangkutan pada saat itu telah menduduki jabatan.

Dia juga menyatakan, dalam melakukan pengusutan kasus dugaan penggunaan ijasah palsu, kepolisian seharusnya melakukan penelusuran ke pihak Dikti dan perguruan tinggi.

“Kenapa kami yang diperiksa, seharusnya pihak kepolisian telusuri ke sumbernya yakni Dikti, karena kasus yang dilaporkan adalah dugaan ijasah palsu bukan proses pencalonan Sekda,” ujarnya. (*Ola Keda/Boney)