oleh

Dinas Perhubungan Ngada Siap Aktivasi Website Online

Pelatihan pengelolaan Website
Pelatihan pengelolaan Website

Zonalinenews-Ngada , Dinas Perhubungan, Pariwisata, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngada memastikan akan segera meluncurkan website jilid dua milik pemerintah daerah dengan menyajikan seluruh informasi daerah secara lebih memadai, online dan up to date.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ngada, Drs. Sidhu Paulinus kepada wartawan di Kantor Dinas Perhubungan Daerah Ngada, 29 Juni 2016.

Menurut dia, sebelumnya sudah terkondisi satu website Pemda, namun karena masih merupakan produk kerjasama dengan mitra luar dan lebih cenderung ofline, maka kali ini melalui Bidang Manajemen Sistem Informasi, Kabid Laurensius Lowa, SH diperkuat instruktur internal, Kasie Wilhelmus H. Ngey, ST, dipastikan rancang bangun website tahab dua oleh produksi Dinas Perhubungan, Pariwisata, Komunikasi dan Informatika Daerah dipastikan jauh lebih siap menyajikan multi variabel konten untuk ditayang online dalam kerangka percepatan pemenuhan akses informasi public.

“Kami akan segera luncurkan website produksi Dinas Perhubungan yang merangkum keseluruhan data daerah secara lebih memadai, online dan up to date”, tandas Kadis, Drs. Sidhu Paulinus.

Sementara menyangkut porsentase kesiapan dan lingkup materi website yang nanti ditampilkan untuk khalayak, menurut Kabid Pengolahan Data Komunikasi dan Informasi Kabupaten Ngada, Laurensius Lowa, SH, saat ini kesiapan pengoperasian website hasil rancangan Dinas Perhubungan Daerah sudah mencapai 99%, namun perlu diikuti dengan beberapa fokus pemantapan pelatihan tim website perutusan setiap dinas instansi, agar optimalisasi sajian data ataupun berita yang nantinya ditampilkan, betul-betul bersifat menyeluruh, multi khazanah dan layak jual.

BACA JUGA:   HMI CABANG KUPANG KOMISARIAT FISIP UNDANA GELAR PELATIHAN JURNALISTIK

Pantauan media ini, sehubungan dengan pemantapan peluncuran website tahab dua, sudah digelar pelatihan pengenalan program yang menurunkan sejumlah instruktur dan pembicara melibatkan Bappeda dan mitra media di Aula Bappeda Kabupaten Ngada, 28-29 Juni 2016.

Sebanyak tiga puluh peserta perwakilan masing-masing Dinas Badan dilibatkan sebagai calon-calon admin website daerah yang nanti bertindak sebagai penulis dan pelapor data dan peristiwa dari masing-masing tupoksi secara kontinew dan ditayang online. Para peserta pelatihan diberikan wawasan dan keterampilan tentang gaya penulisan berita maupun postingan kabar online (online writing style) serta teknik menulis berita dalam kaidah jurnalistik untuk khalayak.

“Dalam pelatihan ini juga dibahas soal blogging dan cara mengengelola blog institusi pemerintah supaya lebih menarik, banyak pengunjung, tepat sasaran dan layak jual, Juga dikenalkan dengan theknik penulisan jurnalistik dasar agar kemasan berita maupun laporan dapat dielaborasi dengan pola news. Sementara untuk azas legal, para peserta akan diperkuat dengan SK Kepala Daerah” tambah Kadis, Sidhu Paulinus.

Tampil juga selaku nara sumber membawakan materi E-Governmen dalam pelatihan dua hari ini, Kepala Bappeda Kabupaten Ngada, Drs. Hilarius Sutanto. Dikutip wartawan, Drs. Hilarius Sutanto menyampaikan kecanggihan teknologi yang sering diidentikan dengan proses konvergensi komunikasi dari konvensional menuju digital, tanpa disadari telah merubah pola hidup manusia dalam berbagai sektor kehidupan.

BACA JUGA:   Gelar Pelatihan Manajemen Olahraga, PKO Flotim Gandeng Kementrian Olahraga

“Pada era yang disebut “information age” ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan dalam melakukan komunikasi. Internet misalnya, merupakan salah satu produk kecanggihan teknologi yang sering dijadikan alat komunikasi antar-pengguna. Kecanggihan tersebut ternyata berdampak juga pada sektor pelayanan publik. Pada 2003, Pemerintah Indonesia meluncurkan sebuah kebijakan melalui Inpres No. 3/2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government, yang ditujukan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik. Peraturan Menteri Kominfo No. 28/2006 yang mengharuskan pembuatan domain milik pemerintah dengan ekstensi go.id membawa istilah e-government sampai pada tingkat daerah dalam bentuk pengelolaan website daerah. Karenaitu pemerintah daerah pun dituntut mengembangkan dan menerapkan sistem e-government, dari yang hanya sekedar menampilkan profil daerahnya, hingga pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai basis pelayanan kepada masyarakat”, urai Sutanto. (*wrn)