oleh

13 ORANG PELAKU PERDAGANGAN ORANG DITANGKAP POLISI

13 tersangka   Pelaku perdagangan orang
13 tersangka Pelaku perdagangan orang

Zonalinenew- Kupang. 13 Orang Pelaku perdagangan orang  saat ini telah ditahan. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Kupang Ajie Indra Dwiatma pada Kegiatan Jumpa Pers POLDA NTT Kasus Human Trafficking pada hari Senin 22 Agustus 2016 pukul 14.00 wita di Aula POLDA NTT, Kupang.

Menurut Ajie, kasus ini akan terus dikembangkan hingga seluruh jaringannya terungkap.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda NTT Brigpol Widyo Sunaryo mengatakan kasus ini akan terus ditindaklanjuti agar kejahatan secepatnya berakhir.

“mereka menjual orang seperti menjual daging sapi, di mana yang untungnya besar mereka lepas ke situ, ” ucap Sunaryo.

Sementara itu Anggota Komisi V DPRD NTT Ismail Semau mengatakan saat ini mereka sedang merancang kantor terpadu yang berfungsi sebagai pintu untuk para TKI yang diharapkan mengurangi kejahatan human trafficking.

13 orang pelaku perdagangan orang yang sudah ditahan yakni YLR (38), NDC (26), DIMS (24), DSM (32), WFS (22), SP (30), YN (28), MF (33), RD (42), NAT (36), AL (24), YP (23) dan YU (34).

Dari 13 pelaku yang ditahan, ada 2 (Dua) agen yakni YLR dan MF.

YLR berperan sebagai Agen Perekrut dari PT. CSA-Medan, menyuruh SP melalui perantara AL dan WFS untuk membuat KTP Palsu. Sehingga SP adalah pelaku pembuat KTP Palsu atas permintaan WFS. Selain itu YLR juga bertindak sebagai Handling Bandara Eltari Kupang yakni sebagai orang yang mengurus keberangkatan korban dari agen – agen lainnya yang ada di Kota Kupang.

BACA JUGA:   Anton Natun Sebut Human Trafficking Terjadi Karena Kemiskinan

Jumlah korban yang diberangkatkan YLR sebagai agen sebanyak 121 orang, sedangkan YLR bertindak sebagai Handling Bandara Eltari sebanyak 820 orang.

Para tenaga perekrut yang bekerja untuk  YLR adalah NDC, DIMS, DSM, WFS, SP, YN, dan NAT.

DIMS selain bertindak sebagai tenaga perekrut untuk YLR, DIMS juga berperan sebagai Kepala Kantor Cabang Kupang PT.CSA-Medan yang bertugas setiap kali ada penyerahkan korban, dia melakukan pengecekan kelengkapan data diri korban berupa KTP lalu DIMS mengambil foto korban dengan menggunakan HP miliknya dan melaporkan kepada YLR melalui via WA.

Jumlah korban yang direkrut DIMS  sepanjang tahun 2015 sampai tahun 2016 adalah sebanyak 20 orang yang berasal dari Belu.

WFS selain bertindak sebagai tenaga perekrut untuk YLR, WFS juga berperan sebagai perantara pembuat KTP Palsu atas permintaan A. WFS juga bertindak sebagai perekrut korban untuk PT.CSA dan juga sebagai Bendahara/Agen dari PT.MSJ- Jakarta yang meminta bantuan YLR untuk mengurus pemberangkatan korban ke tempat tujuan.

Jumlah korban yang sudah diberangkatkan oleh WFS berdasarkan transaksi keuangan yang dilakukan adalah sebanyak 44 orang.

SP selain bertindak sebagai perekrut untuk YLR, SP juga berperan sebagai pembuat KTP Palsu atas permintaan WFS.

DSM selain sebagai tenaga perekrut untuk YLR, DSM juga sebagai penampung para korban dari PT.CSA-Medan

Selain YLR sebagai agen perekrut dari PT.CSA.Medan, MF juga adalah sebagai agen perekrut D-Sby, MD-Medan dan ED-Pontianak dan berperan menyuruh ST untuk membuat KTP Palsu. Selain itu MF juga bertindak sebagai Handling Bandara Eltari Kupang yakni sebagai pengurus keberangkatan korban dari agen – agen lainnya yang ada di Kota Kupang.

BACA JUGA:   Lambannya Pelayanan Administrasi Faktor Terjadinya Human Trafficking

Jumlah korban yang diberangkatkan MF sebagai agen sebanyak 100 orang, sedangkan YLR bertindak sebagai Handling Bandara Eltari Kupang sebanyak 89 orang.

Para tenaga perekrut yang bekerja untuk MF adalah NAT, AL, YP, dan YU.

Selain kedua agen YRL dan MF dari ke-13 pelaku yang ditangkap, terdapat juga pelaku yang berperan sebagai agen/perekrut perorangan ilegal yakni YN dan NAT.

YN bertindak sebagai agen/perekerut perorangan ilegal yang bekerja untuk YLR, NAT, AMT, EL, AP dan YB. Sedangkan tenaga perekrut yang bekerja untuk YN adalah RD.

NAT sendiri berperan sebagai agen/perekrut perorangan ilegal yang bekerja untuk dua agen besar itu yakni YLR dan MF, di PT.MT.Jakarta, PT. MSJ. Jakarta dan PT. RAB. Medan.

Jumlah korban yang diberangkatkan ke Medan dan Malaysia selama tahun 2015 dan 2016 sebanyak 1.667 orang dengan perincian, periode 1 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember 2015 sebanyak 941 orang dan masih terus dikembangkan sedangkan periode 1 Januari 2016 sampai dengan Juli 2016 sebanyak 726 orang dan juga masih dalam pengembangan. Korban yang sudah berhasil diidentifikasi sebanyak 16 orang yaitu SM (17) asal Kupang, AR (14) asal Kupang, AT asal Kupang, UO asal Kupang, DN (16) asal Baumata Kupang, DT (18) asal Amfoang Barat Laut, A, SN, EK, LN, MM, FNK, MB, R, Y (MD) dan YN. (*mortal)