oleh

Warga Ngoranale dan Sobo Ngada Dililit Masalah Air Bersih

Warga s Ngada sedang mengantri Air bersih
Warga  Ngada sedang mengantri Air bersih

Zonalinenews-Ngada,– Pengentasan sarana prasarana pendukung air minum bersih untuk sejumlah kampung di Kabupaten Ngada Flores masih jauh dari harapan. Ratusan Keluarga yang mendiami Desa Ngoranale pemekaran Kelurahan Susu Kecamatan Bajawa bertahun-tahun hidup bergantung pada satu bak penampung air untuk kebutuhan seluruh warga desa.

Desa Ngoranale misalnya adalah sebuah wilayah yang dianggap sebagai basis penyuplay air bersih ke kawasan Kota Bajawa, namun meski demikian, basis pemasok air bersih ini justeru mengalami kekurangan air karena minimnya daya dukung pembangunan sarana prasarana pro pengentasan air minum bersih bagi masyarakat.  Pasalnya, bertahun-tahun warga Desa Ngoranale hidup dengan mengandalkan satu bak penampung.

Pantauan media ini 10 Agustus 2016, selain mengalami keterbatasan bak penampung, kondisi perpipaan untuk saluran air ke pemukiman warga juga sangat memprihatinkan sebab kondisi pipa yang sudah rusak dan kurang terawat. Dengan tidak terurusnya pasokan air bagi warga, Desa Ngoranale sebagai salah satu basis produksi kopi Bajawa cenderung mengalami kesulitan besar untuk melakukan pengolahan kopi saat musim panen tiba, sebab proses polahan kopi membutuhkan ketercukupan air memadai.

“Kami disini Ngoranale hanya punya satu bak air saja. Kalau perlu air bersih mesti tunggu mereka buka di bak tapi tidak lama. Dalam satu hari satu kali saja tapi ada yang berhari-hari baru dikasi air. Jadi kami susah air sekali. Kalau musim kopi mau cuci kopi untuk jemur, paling susah sudah. Kadang kami tidak cuci kopi tapi langsung jemur saja. Dari satu bak air itu dibagi untuk banyak kampung, yaitu kampung Bowio, Sagalaka, Waruwogo, Boghisi, umumnya Ngoranale”, tandas warga Ngoranale Veronika Ripo.

 Ditemui di Kantor Desa Ngoranale, 10 Agustus 2016, Kepala Desa Ngoranale, Theobaldus Keo, SH mengakui kondisi lapangan memang demikian.

 Menurut dia, untuk mengatasi kondisi buruk ini, Pemerintah Desa Ngoranale Tahun 2016 mengalokasikan anggaran untuk pengentasan air minum bersih bagi warga Desa Ngoranale.

Sampai saat ini, lanjut dia, dari empat Dusun yang di Desa Ngoranale, satu Dusun sudah tercover pelayanan air minum bersih, sementara sisa tiga Dusun diusahakan untuk dipenuhi Tahun 2016.

Kades Theobaldus minta dukungan para pihak untuk usaha percepatan pengentasan air minum bersih bagi masyarakat.

Kondisi serupa juga menimpa warga Desa Sobo Mangulewa Kecamatan Golewa Barat, Ngada.

Ditemui di tempat pengambilan air minum tepi jalan negara Ende-Bajawa wilayah Sobo, warga Sobo Jojawa, Maria Longa, tanggal 10 Agustus 2016 mengungkapkan, sedikitnya sekitar lima kampung bertahun-tahun bergantung pada satu leding air di tepi jalan negara Ende-Bajawa.

 Sobo Mangulewa sendiri tergolong daerah keramaian dengan tingkat kepadatan penduduk yang terus meningkat. Daerah ini juga merupakan Kampung Halaman Ketua DPRD Ngada Perutusan PAN, Helmut Waso.

“Kami sudah lama sekali hanya bergantung dengan leding ini. Yang ambil air di leding ini yaitu warga kampung Sobo, Para, Waruwaja, Botu, Jojawa, Waturitu. Begini sudah, mau bagaimana lagi”, ungkap Maria Longa.

Warga berharap Pemda Ngada memberi prioritas pengentasan air minum bersih untuk mereka. (*wrn)