oleh

20 Persen Pelaku Kekerasan Seksual, Ayah Kandung Korban

ZONALINENEWS – KUPANG,- Di tahun 2016 Rumah Perempuan Kupang (RPK) Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak kurang lebih 10 bulan yang di tangani RPK mencapai 291 kasus yang terjadi. Hal ini dikatakan Direktris RPK NTT Libby Ratuarat – Sinlaeloe di kantor RPK NTT dalam konfrensi pers, Kamis 24 November 2016 sekitar pukul 16.30 wita. Dalam rangka kegiatan kampanye 16 HKTP yang akan di gelar pada tanggal 25 November – 10 Desember 2016 mendatang dengan tema “Degarkan dan dukung korban, bergerak bersama untuk RUU Penghapusan Kekerasan Seksual”.

Libby mengatakan, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak ini bukan merupakan angka yang represntative untuk semua perempuan dan anak korban kekerasan yang terjadi di wilyah Kota Kupang, karena masih tersedia lembaga lain yang memberikan layanan bagi perempuan dan anak.

Menurutnya, dari total kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini terdapat 35 kasus kekerasan seksual. 35 kasus kekerasan seksual ini terdapat 11 kasus perkosa dan 24 kasus pencabulan. “Dari 35 korban kasus kekerasan seksual ini terdapat 85 persen korban adalah anak – anak. Dan ironisnya, 95 persen pelaku kekerasan seksual adalah orang yang dikenal cukup baik oleh korban. Sehingga terdapat 20 persen pelaku kekerasan seksual adalah ayah kandung korban sendiri,” ungkap Libby.

85 persen anak korban kekerasan seksual, lanjutnya terdapat 9 orang anak hamil, sehingga dampak dari kasus kekerasan seksual tersebut korban menjadi ibu sebelm waktunya serta korban putus sekolah. “Masih minimnya bentuk perlindungan yang diberikan kepada korban. Sehingga berdampak terpuruk terhadap korban, “kata Libby.

Ia menilai, negara belum memberikan perlindungan dan pemulihan secara optimal bagi perempuan dan anak korban kekerasa, bahkan pemenuhan hak perempuan masih tenggelam oleh kepentongan – kepentingan lain. “Perlindungan kepada perempuan dan anak, terutama kekerasan seksual perlu didorong adanya kebijakan yang memberikan perlindungan terhadap korban, yakni saat ini di tingkat nasional sedang disorong pengesahan RUU KS,” pinta Libby. (*hayer)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT