oleh

Forum Tolak Waduk Lambo Nagekeo Sesalkan Bantahan Kapolres Ngada

Bernadisu Gaso
Bernadisu Gaso

Zonalinenews, Nagekeo- Forum Masyarakat Desa Rendu Butowe Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo yang menolak Lokasi Pembangunan Waduk Lambo Kabupaten Nagekeo Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur dibangun di wilayah permukiman dan pertanian mereka, Tanggal 10 November 2016 melalui Telepon kepada Redaksi Media ini, langsung menanggapi keterangan penjelasan Kapolres Ngada, AKBP. Andy Nurwandy, S.I.K yang menegaskan Polres Ngada tidak melakukan tindakan intimidasi atau tekanan kepada masyarakat forum penolakan lokasi Waduk Lambo Nagekeo.

Diberitakan sebelumnya, Disebut Mengintimidasi, Kapolres Ngada Pastikan Polisi Tidak Menekan. Terhadap keterangan Kapolres Ngada yang mengatakan Polisi tidak melakukan tindakan intimidasi kepada warga forum, Ketua Forum Penolakan Lokasi Waduk Lambo Nagekeo, Bernadinus Gaso menyatakan penjelasan Kapolres Ngada AKBP Andy Nurwandy, S.I.K tidak sesuai dengan fakta kejadian lapangan sebab sesugguhnya yang terjadi di lapangan, menurut Ketua Forum, Bernadinus Gaso, warga Desa Rendu Butowe Kabupaten Nagekeo mendapat perlakuan represif intimidatif atau tekanan dari aparat Kepolisian Polres Ngada di tempat kejadian perkara.

 “Sungguh, kami masyarakat sangat kecewa dengan penjelasan Kapolres Ngada AKBP. Andy Nurwandy, S.I.K yang menyatakan Polisi tidak menekan masyarakat dalam kejadian ini. Kami seluruh warga forum merasakan, melihat, mendengar dan menyaksikan langsung perilaku aparat Kepolisian dibawah komando langsung Kapolres Ngada terhadap kami di lapangan. Tetapi ko aneh ya, dalam sepersekian jam saja semuanya ini dinyatakan terbalik bahkan menyatakan Polisi tidak menekan masyarakat. Penjelasan Kapolres Ngada ini harus dinilai oleh seluruh publik tentang kebenarannya dan terus terang kami mendesak Kapolres Ngada segera dicopot dari jabatannya. Kami tetap mendesak Kapolres Ngada dicopot dari jabatan”, tegas Bernadinus Gaso.

 Tanggapan atas penjelasan Kapolres Ngada yang menyatakan bahwa Polisi tidak menekan warga forum penolakan lokasi waduk Lambo Kabupaten Nagekeo, kembali dikemukakan warga forum lainnya Wilibrodus Ou. Menurut dia, penjelasan Kapolres Ngada bahwa Polisi tidak menekan warga adalah sebuah penjelasan yang sangat bertolak belakang dengan fakta lapangan dan masyarakat saat ini akhirnya mengetahui seperti apa kejujuran pihak kepolisian dalam mengakui fakta-fakta lapangan.

“Membaca  berita  Zonalinenews yang memberitakan Kapolres Ngada pastikan Polisi tidak menekan masyarakat, ya saya selaku saksi peristiwa dan segenap warga yang juga menjadi korban intimidasi menyampaikan kepada Pak Kapolres Ngada AKBP. Andy Nurwandy, S.I.K bahwa jujur kah penegasan yang dikemukakan kepada media. Ini lah waktunya rakyat menilai dan mencermati apa itu kejujuran fakta sebab kami semua selaku korban intimidasi ataupun kekerasan dalam peristiwa ini diberikan kesempatan untuk akhirnya membaca dan mengetahui sendiri tentang pengakuan Pak Kapolres kepada khalayak. Dengan kondisi ini, sekali lagi, segera copot Kapolres Ngada dan pencopotan Kapolres Ngada dari jabatannya adalah desakan nomor satu dari kami warga masyarakat. Kami sangat sesalkan bantahan Pa Kapolres Ngada”, ungkap Wili.

Dikabarkan sebelumnya, Kapolres Ngada memastikan Polisi tidak menenkan masyarakat tetapi sebaliknya kehadiran Polres Ngada di Desa Rendu Butowe Nagekeo adalah untuk menegakan hukum serta memberi rasa aman kepada masyarakat. (*wrn)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT