oleh

PEMUDA MUHAMMADIYAH NTT , LAUNCING MADRASAH ANTI KORUPSI

Ketua Pemuda Muhammadiyah NTT Amin Tahir
Ketua Pemuda Muhammadiyah NTT Amin Tahir

Zonalinenews, Kupang. Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur Launching Madrasah Anti Korupsi (MAK) sekaligus Kuliah Perdana terkait Bahaya Korupsi Terhadap Masa Depan Bangsa Indonesia pada tanggal 26 Januari 2017 di Hotel Asa Larantuka Kabupaten Flores Timur, NTT. Launching tersebut bersamaan dengan Rapat Kerja Daerah Pimpinan Daerah (RAKERDA) Pemuda Muhammadiyah Flores Timur Periode 2015 – 2019. Informasi ini disampaikan oleh Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah NTT, Amin Tahir saat ditemui pada Rabu 25 Januari 2017 pukul 08.00 wita di Sekretariat Pemuda Muhammadiyah NTT, Jln. Keuangan Negara Nomor II, Walikota Kota – Kupang.

Amin Tahir melanjutkan, pada Kuliah Perdana nanti, dipastikan pematerinya adalah dari KPK RI dan BPK RI Perwakilan Propinsi NTT, sedang Madrasah Anti Korupsi (MAK) sendiri akan dilauncing oleh Ketua Bidang Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiayah Faisal,SH,M.Hum

Menurutnya, digagasnya Madrasah Anti Korupsi (MAK) oleh Pemuda Muhammadiyah sebagai upaya perjuangan kaum muda dalam menanggulangi tindak pidana korupsi di Indonesia.

BACA JUGA:   Boki Kecam Dispora NTT Tidak becus Urus Pemuda, Lusi Jawab "Memanusiakan" Pemuda

Lanjutnya, Madrasah Anti Korupsi juga merupakan salah satu program kerja yang substansinya adalah merawat integritas dalam diri kaum muda untuk fokus menghadirkan kejujuran dan sikap anti korupsi.

Harapnya, Madrasah Anti Korupsi (MAK) nanti dapat melatih kader untuk peka terhadap segala tindakan yang mengarah kepada tindak pidana korupsi.

“Kader Pemuda Muhammdiyah kita latih untuk memerangi langsung kasus-kasus pidana korupsi,” tuturnya.

Sementara itu KPK RI dan BPK RI Perwakilan Propinsi NTT yang diundang sebagai pemateri Kuliah perdana, menurut Amin Tahir menindaklanjuti kasus –  kasus korupsi di NTT dan Indonesia pada umumnya adalah tupoksi kedua lembaga terhormat tersebut.

“Korupsi adalah sebuah kejahatan kemanusiaan karena menjadi asbabul kemiskinan struktural terhadap masyarakat,” ucapnya. (*mortal)