oleh

Terkait 7 Pemuda Diamankan ‘Mitra PT Picotel Ende Minta Mediasi

Penanggungjawab Freelance Mitra PT Picotel, Azhar
Penanggungjawab Freelance Mitra PT Picotel, Azhar

Zonalinenews, Ngada – Tujuh pemuda asal Ende yang diamankan pihak Polsek Golewa Kabupaten Ngada dan nyaris dihakimi massa, nampak hingga tanggal 16 April 2017 masih dalam penanganan Polsek Golewa Ngada.

Dikabarkan sebelumnya, tujuh pemuda asal Woloare Ende diamankan di Polsek Golewa. Dihimpun media ini tanggal 15 April 2017 di Kantor Polsek Golewa Ngada, penanggungjawab mitra PT Picotel Denpasar, sub mitra Ende, Azhar, menyampaikan harapannya kepada pihak Polres Ngada dan Polsek Golewa sekiranya berkenan dapat membuka ruang dialog ataupun langkah mediasi antara pihaknya dengan Telkomsel ataupun bersama pihak lain yang dirugikan dalam dugaan perkara penangkapan ketujuh pemuda yang kini sudah diamankan pihak Polsek Golewa Ngada.

Pasalnya, tujuh pemuda yang mengambil kabel masih mempunyai kaitan kemitraan dengan Telkomsel walaupun tidak terkontrak secara langsung. Menurut Azhar, ketujuh pemuda asal Woloare Ende adalah pekerja freelance kepada TP Picotel dan bergerak dalam kerja-kerja instalasi jaringan 3G untuk wilayah Flores meski mereka berstatus freelance.

Azhar memastikan dirinya adalah penanggungjawab mitra PT Picotel wilayah Flores yang tinggal di Kota Ende. Kabel yang diambil oleh ketujuh pelaku, lanjut dia, adalah kabel yang sudah tidak digunakan lagi oleh Telkomsel, meski jumlahnya tergolong banyak. Ditambahkan, ketujuh pemuda yang tengah diamankan adalah kelompok instalasi jaringan 3G wilayah Flores atau instalator freelance dibawah tanggungjawabnya Azhar.

BACA JUGA:   The Shaping Youth and Creative Character

Sementara Azhar sendiri adalah leader yang memiliki hubungan kemitraan dengan PT Picotel Denpasar.

 “Saya adalah penanggungjawab adik-adik ini. Saya mitra dari PT Picotel Denpasar yang bergerak dalam bidang jaringan dan instalasi jaringan 3G wilayah Flores. Adik-adik ini bekerja secara freelance dibawah tanggungjawab saya. Jadi saya datang ke Polsek Golewa untuk mendiskusikan sejumlah pikiran dan berharap ada langkah mediasi dengan para pihak. Saya akui mereka bersalah dan khilaf tetapi saya berharap ini bisa diselesaikan dengan baik, sebab yang terjadi di lapangan adalah sebuah kekhilafan dan mereka sedang dalam situasi terdesak kehabisan ongkos untuk kebutuhan mereka di lapangan. Saya juga minta dukungan pers serta para pihak untuk sama-sama membantu dalam upaya mediasi ini,” ungkap Azhar.

Penelusuran lanjutan media ini, diketahui ketujuh pemuda nekat mengambil kabel Telkomsel karena terdesak kehabisan anggaran. Pasalnya, kabel yang mereka gulung lalu di masukan kedalam mobil pick-up merupakan kabel yang tidak terpakai lagi dan saat kejadian ketujuh pemuda ini memang tengah terbelit kesulitan biaya. Selaku pihak yang bertanggungjawab, kata Azhar, dirinya siap membayar semua kerugian Telkomsel atas perbuatan yang dilakukan karyawan freelance nya di lapangan. (*wrn)

BACA JUGA:   BENTENG PERTAHANAN PEMUDA MASA KINI MENURUT HERMAN MAN