oleh

Ketua Komisi A Ronda Angkat Bicara Soal Pembangunan Fisik Desa Lakukoen

KETUA KOMISI A DPRD Kab. Rote Ndao MIKAEL MANU
KETUA KOMISI A DPRD Kab. Rote Ndao MIKAEL MANU

Zonalinenews-Rote Ndao,- Terhadap kejanggalan pada item Pelaksanaan sejumalah Pembangunan fisik dari Dana Desa T.A 2016 danAnggaran Non Fisk di Desa Lakukoen Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Melalui Komisi A yang sediannya segera memanggil Kepala Desa, Sektetaris, TPK, BPD, Masyarakat sebagai pelapor dan Badan Dinas terkait untuk melakukan dengar pendapat di Kantor DPRD Rote Ndao, Hari Rabu, Rabu Tanggal 5 Juli 2017

Lebih Lanjut Mikael Manu, Berdasarkan pada hasil Musyarawah bersama Pemerintah Desa, BPD dan Masyarakat namun Realita pada Lokasi sudah berbeda. Dan yang mengherankan adalahLokasi Pembangunan Embung di Masobakok tapi dialihkan ketempat berbeda dari Perencanaan pelaksanaan Anggaran.

 “Jelas berbeda antara perencanaanTahunAnggaran 2016 Lalu dengan pelaksanaan Pembangunan Fisik Rehabilitasi Embung lokasi Masobakok, sesuai bukti pekerjaan tersebut tidak dikerjakan sama sekali tetapi menelan anggaran sebesar 71.672.200,-dan Pekerjaan dialihkan sepihak oleh, Soleman Su’I Kepala Desa Lalukoen, Kecamatan Rote Barat Daya tanpa diketahu Ketua BPD dan Masyarakat,” Kesal KetuaKomisi A Mikael Manu dibalik Telepon Ngegamnya.

Dikatakan Mikael Manu, setelah melakukan tinjauan lokasi pembangunan dari 8 item pengaduan masyarakat Desa Lalukoen yang turut di saksikan Ketua BPD Desa Lakukoen yang ditanyai secara langsung Ketua Komisi A ini terhadap pihaknya turut mengetahui peralihan Anggaran dan Lokasi Pembangunan Embung, jawab Ketua BPD bahwa pihaknya bersama Anggota BPD tidak mengetahui sama sekali berdasarkan Jabatan yang diemban sejak 2014 lalu pihaknya sama sekali tidak dilibatkan dan meminta untuk menandatanggani semua pengelolahan anggaran pada Desa Lalukoen oleh Kades Soleman Su’I.

Mikael Manu menuturukan  Pihaknya Mewakili Komisi A,  sangat meyakini dan mempercayai pengaduan masyarakat Desa Lalukoen yang secara tertulis melayangkan surat pengaduan kepada pihak-pihak terkait, terkamsud ke Lembaga terhormat DPRD Kabupaten Rote Ndao.

BACA JUGA:   Kades Bangkamasa Manggarai Timur Dituding Tilep Dana Desa

Terhadap sejumlah kejanggalan dilapangan dan pengelolahan administrasi DesaLalukoen pihaknya menilai Badan Ispektorat, PMD dan tidak bekerja secara professional dan sangat meragukan dinas badan tersebut. Buktinya tidak ada temuan dari aspek pengawasan dan evaluasi administrasi terhadap pengelolahan Dana Desa Tahun 2016.

“ Nyatanya sangat berbeda antara pertanggungjawaban pengelolahan anggaran dan bukti fisik pembangunan dilokasi, tidak ada dampak dan asas manfaat dari pembangunan itu sendiri bagi masyarakat Desa Lalukoen, “kesal Mikael .

Selain itu lanjut Ketua Komisi A, Mikael Manu, Bahwa untuk Pembangunan fisik bantuan air bersih di Dusun Nduklololin Mubasir dengan total Dana Desa Rp. 345.029.650, serta Bantuan dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Program Anggur Merah tahun 2016 sebesar Rp. 300.000.000,- tidak ada kelompok pengelolah Dana Anggur Merah tidak ada kelompok yang terbentuk herannya lagi dalam pertanggungjawaban pembangunan fisik air bersih pekerjaan belum selesai dengan tidak ada Tenaga Surya, Dinamo pengerak Air dan subur sebagai sumber tidak ada dan saya menilai fisik masih porsentase 0 persen.

Mikael Manu, KepadaZ onaline News menegaskan  sikap dan langkah yang akan ditempuh setelah dengar pendapat bersama, bila ada temuan dan kejanggalan pelaksanaan baik perencanaan, pembangunan dan fungsi pengawasan maka Ketua Komisi A, bersama Anggota segera merekomendasikan ke Komisi Gabungan untuk di lanjutkan dan hasilnya akan di teruskan ke Kejaksaan Negeri untuk dilakukan proses penyelidikan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara perwakilan ke 60 Tokmas Desa Lalukoen, Sander Pah lmenyebutkan kedelapan  point penting terhadap pengelolahan Dana Desa yang di Duga di Kelolah langsung Soleman Sui Kades Lalukoen tidak sesuai antara bukti fisik pembangunan dan jumlah Pagu Dana Desa yang digunakan. antara lain:

BACA JUGA:   DANA DESA JADIKAN KEPALA DESA SEBAGAI RAJA KECIL

1.Pembangunan fisikbantuan air bersih di Dusun Nduklololin Mubasir dengan total Dana Desa Rp. 345.029.650,

  1. Pembangunan Fisik Rehabilitasi Embung lokasi Masobakok, sesuai bukti pekerjaan tersebut tidak dikerjakan sama sekali tetapi menelananggaran sebesar 71.672.200,-

3.Pembangunan fisik embung lokasi Marikama, Dusun Dano Tua dengan Dana Desa berjumlahRp. 123.847.000,- tidak ada pemanfaatan atau mubasir

4.Pengadaan Alsinta Handtraktor untuk kelompok tani, dengan peruntuhan Dana Desa Rp. 35.566.750,- tidak dilaksanakannya pengadaan Alsintahand traktor

5.Pengadaan kawat duri untuk melindungilahan pertanian total Dana Desa sebesar 27.750.000,- tidak ada bukti pengadaan kawat duri tersebut

6.Bantuan dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Program Anggur Merah tahun 2016 sebesar Rp. 300.000.000,- tidak ada kelompok pengelolah Dana Anggur Merah tersebut

7.Pembangunan Rehabilitasi Kantor Desa Lalukoen dengan BiayaRp. 53.647.650,- pergantian atap seng tidak mengunakan seng baru tetapi kembali mengunakan seng lama dengan mengecat dari bagian luar

8.Bantuan Anggaran Subsidi Pupuk pada masyarakat tidak dilaksanakan total dana pupuk bersubsidi Rp. 43.579.200

Dan juga disampaikan secara tertulis melalui Surat Tembusan Kepada Mentri Desa PDTT, Ketua  KPK RI, Gubernur NTT, BPK Propinsi NTT, KejaksaanTinggi NTT, Kapolda NTT, TipikorPolda NTT, Bupati Rote Ndao, Kodim 1623, Ketua Komisi A DPRD Rote Ndao, Ketua Komisi B DPRD Rote Ndao, Ketua Komisi C DPRD Rote Ndao, Pengadilan Negeri Baa, Inspektorat Kabupaten Rote Ndao, Dinas PMD Kab Rote Ndao, Camat Rote Barat Daya, kapolsek Rote Barat Daya, Koramil 1627-03, KepalaDesaLalukoendanKetua BPD DesaLalukoen.(*Riyan Tulle)

Iklan Tour Flores lokal