oleh

PPK & KPA BEDA INFORMASI PROYEK, DAMI. ENGGAN BICARA

Papan proyek Batutua
Papan proyek Batutua

Zonalinenews – Rote. Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut (Faspel) Batutua  di Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang didanai oleh APBN TA 2017 dari Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, terkesan tidak transparan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Faspel Laut Batutua Godlif Elimanafe diruang kerjanya Kamis (27/7) kemarin saat dikonfirmasi, Ia menolak untuk berkomentar seputar perkembangan pelaksanaan pekerjaan dan pembangunan tersebut.

“Seputar pekerjaan itu silahkan ajukan dalam pertanyaan tertulis. Sekarang kita tidak bisa kasih keterangan langsung, harus melalui terulis dalam pertanyaan baru kita menjawabnya. omong begini, beta tidak bisa lebih baiknya dalam tertulis baru kami menjawabnya sesuai dengan pertanyaan. takutnya penyampaian kami berbeda dengan penulisannya  dalam pemberitaan,” ujarnya.

Menurut Godlif Elimanafe, pihaknya diperintahkan oleh pemerintah pusat dalam hal ini  Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan Laut. dan bukan hanya itu saja tetapi kami juga mendapat surat perintah dari pemerintah daerah Kabupaten Rote Ndao untuk tidak memberikan informasi secara langsung kepada Media tetapi harus melalui surat.

Kami baru memberikan keterangan. itu harus melalui surat dalam bentuk pertanyaan barulah kami menjawabnya secara tertulis dan ini telah mendapat respon dalam bentuk komitmen dengan atasan kami Welhelmus D. Dami SH sehingga kita tidak bisa berbuat banyak.

Selanjutnya. Diakui baru bisa memberikan keterangan terkait dengan pekerjaan Faspel Batutua setelah 10 hari kedepan Tetapi dijelaskannya, Kalau untuk pekerjaan sementara dikerjakan,dan waktu selesainya sesuai schedule pelaksaan relative dengan waktu  perencanaan awal masih 4 bulan (12O Hari Kelender) artinya pekerjaan sementara berjalan  namun prosentasi pekerjaan telah mencapai 50 persen fisik .

Prosentasi  pelaksanaan pekerjaan sudah 50 persen. Itu, mencakup Item-item fisik yakni pemasangan tiang Pancang, Dermaga Sekmen 1 (satu) dan pagar keliling sisi darat tetapi kalau pancang belum bisa dilanjutkan karena kendala cuaca jadi kapal yang mengankutnya masih sementara berlindung di Waingapu.

“Kami optimis Bulan Nopember 2017 selesai pelaksanaan pembangunan. karena tersisa  50 persen adalah Dermaga Sekmen II dan Dermaga Sekmen I  sementara dikerjakan Kontraktor Pelaksana,”tambahnya.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Klas III Ba’a – Rote Ndao sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Welhelmus D. Dami,SH saat dikonfirmasi  27 Juli 2017 sekitar pukul 10:15 Wita Ia awalnya bungkam dan enggan berkomentar.

Setelah ditanyakan kembali soal Contrack Change Order (CCO) sebagaimana pemberitaan terdahulu ? Ia balik bertanya siapa yang mengatakan pelaksanaan proyek tersebut sudah ada CCO.

Kata Dami. sampai dengan saat ini belum ada CCO sebagaimana pengakuan PPK Godlief Elimanafe sebelumnya. “Kami belum proses CCO.”tidak ada CCO, siapa yang bilang ada CCO,” ujarnya.(*Riyan Tulle)