oleh

BRI Maumere Salurkan Bansos PKH 15 Miliar Untuk KPM

Pimpinan Cabang BRI Maumere Ainul Wardi
Pimpinan Cabang BRI Maumere Ainul Wardi

ZONALINENEWS.COM- MAUMERE, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi salah satu bank yang ditunjuk pemerintah sebagai penyalur bantuan sosial (Bansos) non tunai di tahun 2017. Penyaluran Bansos metode non tunai ini dilakukan melalui rekening tabunganku BRI dilengkapi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang sekaligus berfungsi sebagai kartu ATM. Sepanjang tahun 2017, besaran dana bansos yang disalurkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini telah mencapai ± 15 miliar rupiah.

Pimpinan BRI Cabang Maumere, Ainul Wardi kepada media ini 31 Agustus 2017 mengatakan bahwa penyaluran PKH tahap 1 dan 2 oleh BRI Kanca Maumere telah mendekati 100% (lebih dari 95%) dari target penyaluran. Untuk penyaluran gelombang 2 tahap 1, BRI telah menyalurkan 1.539 KKS PKH. Untuk tahap 2 sampai dengan 30 Agustus 2017, BRI menyalurkan 10.458 KKS PKH untuk warga KPM yang ada di Kabupaten Sikka.

Petugas BRI Saat Penyerahan KKS dan Buku Tabungan di Kecamatan Talibura
Petugas BRI Saat Penyerahan KKS dan Buku Tabungan di Kecamatan Talibura

Acara kick off penyaluran bantuan sosial PKH dilakukan secara simbolis pada tanggal 20 Juni 2017 di Aula Kantor Bupati Sikka. Penyerahan KKS PKH untuk 100 warga KPM oleh Bupati Sikka Drs. Ansar Rera, disaksikan Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Emi Laka dan Pimpinan Cabang BRI Maumere, Ainul Wardi.

“Total dana yang disalurkan lebih dari Rp.15 milyar. Masing-masing KPM mendapatkan dana bantuan PKH sebesar Rp.1,5 juta yang masuk ke rekening masing-masing warga KPM” kata Ainul kepada zonalinenews.com di ruang kerjanya, 31/08/2017.

Dikatakan Ainul, untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat mencairkan  dana Bansos tersebut di mesin ATM BRI dan melalui 130 an agen Brilink yang tersebar di  seluruh pelosok Kabupaten Sikka termasuk di Pulau Pemana dan Pulau Palue. Kartu KKS tersebut juga dapat digunakan di lebih dari 25.000 mesin ATM BRI dan lebih dari 100.000 agen Brilink yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara.

Di Agen Brilink BRI warga KPM dapat berbelanja memenuhi kebutuhannya, kemudian pembayaran dilakukan dengan menggesek KKS di mesin edc agen Brilink. warga KPM juga dapat menarik dana, membayar listrik, membeli token listrik dan transaksi lainnya di agen Brilink. Apabila warga KPM ingin mencairkan uang tunai di agen Brilink sementara tidak tersedia cukup uang kas maka warga KPM disarankan menuju ATM BRI terdekat. Pada kenyataannya sebagian besar KPM langsung mencairkan sebagian dananya pada saat penyerahan kartu KKS di kantor BRI.

“Untuk wilayah pedalaman, petugas BRI bersama tim pendamping PKH turun langsung menyerahkan kartu KKS PKH kepada warga KPM. Setelah itu, warga dapat mencairkan atau berbelanja kebutuhan dengan datang ke agen Brilink terdekat atau dapat mengakses saat datang  ke Kota Maumere atau dapat menarik tunai di ATM BRI. Hari ini, Kamis 31 Agustus 2017, tim BRI menyerahkan 379 buku tabungan (butab) dan kartu KKS kepada warga KPM di Kecamatan Mapitara dan Kecamatan Palue. Pendekatkan pelayanan ini dilakukan untuk mengurangi beban ekonomi warga” jelas Ainul.

Ditambahkan Ainul bahwa proses penyaluran dimulai dari tahap melengkapi persyaratan pembukaan rekening tabunganku, aktivasi  kartu KKS hingga proses penyaluran ke warga KPM yang berhak.

“Selain dilakukan karyawan BRI dan petugas bansos BRI, kami juga selalu berkoordinasi intensif dengan tim pendamping PKH. Lebih utama dilakukan terkait verifikasi data dan penetapan jadwal penyaluran, supaya KKS dapat segera diterima mengingat dananya sangat dibutuhkan warga KPM” katanya.

Adapun kendala yang dihadapi diantaranya adalah belum terpenuhinya kelengkapan dokumen pembukaan rekening tabunganku dan sulitnya mengumpulkan warga dalam 1 batch jadwal penyaluran. Karena itu kadang penyaluran untuk batch yang telah ditetapkan tidak tersalurkan 100%.

“Dengan penyaluran non tunai ini diharapkan prinsip GCG dapat lebih terwujud. Bahwa bantuan dapat diterima langsung warga dan dapat digunakan sesuai kebutuhan. Pemerintah dapat lebih mudah memantau secara real time penyerapan dana Bansos PKH oleh kementrian sosial melalui kantor pusat BRI. Di sisi lain, warga mendapatkan pengalaman transkasi non tunai melalui ATM dan agen Brilink. Hal ini juga sejalan dengan program nasional yaitu Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).  Masyarakat mulanya dihimbau untuk seminimal mungkin menggunakan transaksi tunai tetapi digantikan dengan metode non tunai melalui transaksi elektronik perbankan (e-channel dan e-banking) dengan kartu ATM, mobile banking dan internet banking karena trend transaksi ke depan adalah cashless” tutupnya. (*Nes).