oleh

Dana Desa Oelua “Raib” di Rekening Bank NTT Rote Ndao

Buku Rekening Banka NTT desa Oelua yang dipengan Hasim Hobol
Buku Rekening Banka NTT desa Oelua yang dipengan Hasim Hobol

Zonalinenews-Rote Ndao,- Bandahara Desa Oelua melaporkan Pejabat  Kepala desa Oelua Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  ke aparat penegak hokum , atas pencairan dana desa tahun 2016 sebesar Rp. 243.080.309,-.

Pasalnya sebagai bendaraha    dirinya  merasa tak pernah mendatangani pencairan dana desa Oelua  yang tersimpan di rekening bank NTT sebesar Rp. 243.080.309,- namum enahnya rekening tersebut bisa dicairkan (raib)   padahal dirinya pemengang buku bank NTT milik  desa yang sah. Demikian diungkapkan bendahara desa Hasim Zaini Hobol kepada zoanlinenews Sabtu 5 Agustus 2017.

Hasim Zaini Hobol menjelaskan, dirinya  adalah  Bendahara Desa Oelua yang diangkat pada Tanggal 8 Januari 2016 berdasarkan SK Nomor:KEP/470/02/DOL/I/2016 yang di Tanda tangani oleh Pj.Kepala Desa Oelua , Yonias Lamu Aplugi dengan masa berlaku selama 1 (satu) tahun sampai dengan tanggal 8 Januari 2017. Kembali pada tanggal 8 Januari 2017 pihaknya mendapatkan lagi SK Pengangkatan perpanjangan dengan SK Nomor:KEP.141/03/DOL/I/2017 yang ditanda tangani oleh Pj. Kepala Desa Oelua Esau Loe.

Hasim Hobol menjelaskan seputar kebobolan Saldo Kas Pemerintah Desa Oelua bermula. Pada tenggal 5 Juni 2017, Pj. Kepala Desa Esau Loe mendatangi Bendahara Hasim Zaini Hobol di kediamannya dengan maksud bersama pihaknya mendatangi Bank NTT Cabang Rote Ndao untuk mencairkan Dana Desa Oelua yang masih ada pada Rekening bank NTT, Nomor Rekening: 014 02.01.003726-6 dengan jumlah Saldo Rp.243.080.309,- (dua ratus empat puluh tiga juta, delapan puluh ribu, tiga ratus Sembilan rupiah).

Bukti Tanda Terima laporan Polis Polres Rote Ndao
Bukti Tanda Terima laporan Polis Polres Rote Ndao

Selanjutnya Kata Hasim, ketika pihaknya bersama Pj. Kepala Desa Oelua tiba di Bank NTT Rote Ndao guna mencairkan seluruh Dana Desa yang ada pada Saldo Rp. 243.080.309,- untuk dan guna kelancaran administrasi dan pelaporan pertanggung jawaan APBDes T.A 2016 maka Bendahara Desa Olua bersama Pj. Kades,Esau Loe mendatangi bagian teller Bank NTT untuk menyampaikan pencairan total Dana Desa tersebut namun informasi balik dari Karyawan Bank NTT tersebut bahwa Dana yang tersedia tidak mencukupi nilai total permintaan Dana yang ingin di cairkan Desa Oelua mencukupi 30 juta Rupiah saja.” Dana yang tersedia di Bank NTT tidak mencukupi dan hanya 30 Juta saja dan besok baru kembali untuk mencairkannya dengan jumlah total tersebut. Kata Karyawan Bank NTT ,”ditiruhkan kembali Hasim Hobol

Menurut Hasim Zaini Hobol Ironisnya pada keesokan hari pada Tenggal 7 Juni 2017 pihaknya bersama Sekretaris Desa Oelua, Balsasar Darius Mboeik sekitar Pukul 15:00 Wita bahwa telah terjadi pencairan dana pada Rekening Pemerintah Desa Oelua sebesar Rp. 243.080.309,- tanpa mengunakan Buku Rekening yang ada pada tangan Bendahara Hasim Zaini Hobol. Merasa tidak puas maka Pihaknya bersama Sekdes Desa Oelua pada Tanggal 8 Juni 2017 mendatanggi Bank NTT dengan maksud mengkonfirmasi kebenaran dari informasi yang diterimanya sebagai bendahara Desa Oelua kepada seorang Karyawan Bank NTT bernama Marthen Baralai dan juga Pimpinan Bank NTT Cabang Rote Ndao, Sonny H. Dereh,SE diruang kerjanya namun informasi yang diterima bahwa benar telah terjadi pencairan dan penutupan Buku Rekening oleh Pj. Kepala Desa Oelua Saudara Esau Loe sedangkan dokumen yang dipakai untuk proses pencairan Dana Desa Rp. 243.080.309,- masih atas nama pihaknya selaku Bendahara Desa Oelua namun Pj. Kades Esau Loe tidak melibatkan dirinya guna pencairan namun dilakukan secara sepihak.

BACA JUGA:   Pencairan Mandek Sejumlah Kades Belum Paham Dana Desa

Dikatakan Hasim Zaini Hobol Bendahara Desa Oelua bahwa ketika data-data yang dibeberkan kepada kedua karyawan Bank NTT Rote Ndao tersebut pihak Karyawan mengatakan bahwa telah terjadi kekeliruan/kelelaian/kesalahan yang dilakukan oleh Costumer Service pada Bank NTT Cabang Rote Ndao dan kedua karyawan Bank NTT kembali menyarankan kepada Bendahara Desa Oelua, Hasim Zaini Hobol untuk melaporkan persoalan tersebut kepada pihak berwenang (penegak hukum).

Berdasarkan arahan pihak karyawan Bank NTT Cabang Rote Ndao, pada tanggal 9 Juni 2017 Bendahara Desa Oelua, Hasim Zaini Hobol melaporkan persoalan ini ke Polres Rote Ndao.

Jpeg
Jpeg

Hasim Hobol  mengatakan , bahwa pihaknya menduga ada konspirasi antara Pj. Kepala Desa Oelua, Esau Loe dan Bank NTT Cabang Rote Ndao untuk dan mempermudah pencairan Dana Desa Oelua secara sepihak tanpa prosedur dan melibatkan dirinya sebagai Bendahara Desa sesuai SK Tanggal 8 Januari 2016 berdasarkan Nomor:KEP/470/02/DOL/I/2016 yang di Tanda tangani oleh Pj.Kepala Desa Oelua Saudara Yonias Lamu Aplugi yang masa berlaku selama 1 (satu) tahun sampai dengan tanggal 8 Januari 201. Kembali pada tanggal 8 Januari 2017 pihaknya mendapatkan lagi SK Pengangkatan perpanjangan dengan SK Nomor:KEP.141/03/DOL/I/2017 yang ditanda tangani oleh Pj. Kepala Desa Oelua Saudara Esau Loe.

” Dugaan beta dibalik pencairan Dana Desa sebesar Rp. 243.080.309,- (dua ratus empat puluh tiga juta, delapan puluh ribu, tiga ratus Sembilan rupiah).ada Konspirasi antara Penjabat Kepala Desa Esau Loe bersama Pihak Bank NTT Cabang Rote Ndao,” tuturnya.

Dikatakan Hasim Zaini Hobol,  tidak puas terhadap pelayananan Kepolisian Republik Indonesia, Resor Rote Ndao yang dilaporkan sejak Tanggal 9 Juni 2017  serta tidak mendapat informasi dan perkembangan terhadap laporannya. Sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: 41/VI/2017/NTT/Res Rote Ndao pada 9 Juni 2017. Yang membuat laporan polisi, a.n Kepala Kepolisian Resor Rote Ndao, Viktor D. Sari, Brigadir Polisi Dua maka Hasim Zaini Hobol pihaknya mendatangi Polda NTT melalui DIR Kriminal Khusus Polda NTT pada Hari Kamis Tanggal 27 Juli 2017 Pukul 14:00 Wita ke Piket Ditreskrimsus Polda NTT, Kadubdit 2 Eksus u.b Panit I, Unit I, Ajun Komisaris Polisi, Wira Satria Yudha, S.I.K. dengan Nomor Surat Tanda Penerimaan Informasi (STPI), 53/VII/2017/Subdit II dengan maksud menginformasikan bahwa terjadi dugaan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (1) huruf a, Unsang-undang RI Nomor 7Tahun 1992 Tentang Perbankan.

BACA JUGA:   Oepaha Tanpa Pejabat Kepala Desa, Dana Desa Sulit Cair

Selain itu Hasim Zaini Hobo, kepada Zonalinen News menegaskan bukan hanya Polda NTT melalui DIR Kriminal Khusus Polda NTT untuk melaporkan persoalan tersebut namun sudah dirinya juga  mendatangi Kejaksaan Tinggi NTT, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Direktur Utama Bank NTT- Kupang, serta Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur di Jl. Veretan No. 4a, Kelurahan pasir Panjang, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang pada Tanggal 1 Agustus 2017 sekaligus menyerahkan 9 item berkas berupa dokumen untuk dipelajari pihak Ombudsman Perwakilan NTT.

Kepala Desa Oelua, Esau Loe ketika dikonfirmasi via telpon ngegamnya di Nomor: 085 238 618 xxx Sabtu, 5 Agustus 2017 Pukul 10:36 Wita terkait informasi Publik Bendahara Desa Oelua, Hasim Zaini Hobol kepada Zonaline News.Com dan Polda NTT melalui DIR Kriminal Khusus Polda NTT, Kejaksaan Tinggi NTT, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Direktur Utama Bank NTT- Kupang, serta Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur Kades Esau Loe dari balik telpon ngengamnya katakan untuk persoalan laporan ,  Hasim Zaini Hobol itu tupoksinya bukan lagi Bendahara Desa Oelua,

” yang beliu laporkan itu dia tidak lagi bendahara desa,” tutur PJ kades.

Esau Loe mengakui Hasim Zaini Hobol Bendahara Desa Oelua pada Tahun Anggaran 2016 dan untuk Bendahara 2017 Kades Esau Loe sudah memberhentikan Hasim Zaini Hobol dari bendahara desa.

Menurut Kades, pihaknya selaku Pj. Kepala Desa Oelua, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao telah bersama Bendahara Desa Oelua yang baru ke Bank NTT Cabang Rote Ndao dan sudah mencairkan Dana Desa sebesar Rp. 243.080.309,- berdasarkan SK Pengangkatan bendahara baru dan atas Rekomendasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).

Lebih Lanjut dikatakan Pj. Kades Oelua, untuk SK pemberhentian bendahara Desa Oelua atas nama, Hasim Zaini Hobol sejak Tanggal 24 januari 2017 dan pihaknya tidak lagi menjabat sebagai Bendahara Desa. (Riyan Tulle)