oleh

DI DUGA PEKERJAAN PROYEK APBN 2017 OLEH CV EN HADDAH TIDAK SESUAI PERENCANAAN

Kondisi 1
Kondisi 1

Zonalinenews – Rote Ndao. Pelaksanaan proyek Drainase kawasan Pemukiman Kota Baa oleh CV Haddah yang beralamat di Waikabubak – Kabupaten Sumba Barat – Nusa Tenggara Timur tidak sesuai perencanaan.

Hal ini disampaikan warga dan tokoh masyarakat RT 3 RW 01 Kelurahan Namodale kecamatan Lobalain – Rote Ndao Minggu 10 September 2017 di lokasi proyek sekitar pukul 15 :08 wita.

Tokoh masyarakat setempat, Hermanus Adu.SH. kemudian warga Dikson Neolaka dan Yanto Tjong kepada Zonalinenews mengatakan, Proyek yang didanai oleh APBN TA 2017 melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Cipta Karya. Satuan Pekerjaan Pengembangan Sistem penyehatan lingkungan Permukiman Propinsi Nusa Tenggara Timur ini dalam pelaksanaannya oleh kontraktor pelaksana CV Haddah diduga tidak sesuai perencanaan sehingga terkesan asal jadi.

Menurut mereka pekerjaan drainase yang menggunakan Gutter U ini diduga tidak sesuai perencanaan.

Kalau pekerjaan yang dikerjakan sesuai perencanaan maka tidak mungkin harus galiannya membawa badan jalan. Apa lagi ini jalan hotmix yang menelan biaya besar. Tambahnya bernada tanya.

Kondisi
Kondisi

Selain itu. Yanto Tjoeng menjelaskan, badan jalan hotmix rusak sebab lebar lubang galian lebih besar gutter U, setiap sisi sekutar 30 – 40 cm

Setelah Gutter U di pasang maka samping kiri kanan perlu ditutup dengan sertu namun menurut pengawas proyek ini tidak ada anggaran untuk sertu. Jelas Yanto.

Hermanus Adu,SH
Hermanus Adu,SH

Akibatnya. Lanjut Yanto. Kita sabagai warga membeli sertu sendiri untuk menutup lubang galian karena tepat di depan rumah kami.

Hal ini bukan saja kami yang alami tetapi juga termasuk dialami oleh Kepala Kejaksaan Negeri Ba.a yang menempati rumah dinas dimana depannya dilalui jalur proyek ini.

“Pak Kajari juga harus beli sertu untuk tutup lubang di depan rumah dinas” ujar Yanto.

Selanjutnya. Warga juga mempertanyakan kontraktor pelaksana CV Haddah dan konsultan pengawas, terkesan percayakan pekerjaan pada pengawas lapangan saja sehingga kondisi dan keadaan riil tidak diketahuinya sebagai oknum yang bertanggung jawab. Kata mereka.

Sebelumnya media ini memberitakan kalau warga disekitar wilayah kegiatan pembangunan drainase sepanjang 600 meter dengan nilai Rp. 2.255 100 000,00 meminta kontraktor untuk memperbaiki kerusakan yang dialami dan tidak meninggalkan kerusakan tersebut setelah pekerjaan proyek selesai.

Seperti Jefri Menda Ketua Rt 13 Kelurahan Metina Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao dan beberapa warga setempat, Jumat 8 September 2017 pukul 17:00 wita.mengatakan akibat pembangunan drainase tersebut saat kontraktor melakukan galian dengan menggunakan alat berat mengakibatkan fasilitas tembok penahan rumah warga rusak.

Menurut Ketua Rt 13 ini, jika tidak diperbaiki maka saat musim hujan warganya akan mengalami lonsoran karena tembok penahan yang dibangun oleh PT Waskita Karya sudah puluhan tahun tersebut sudah rusak dan tidak ada lagi penahan yang membendung lonsor dan menahan kekuatan tanah yang diatasnya terdapat rumah warga.

Selain itu, badan jalan hotmix jalur Toundao menuju lapangan bola kaki Baa, rusak juga akibat galian lubang drainase dengan alat berat karena galian rapat dengan bibir badan jalan dan bahkan sebagian badan jalan turut tergali. Jelasnya.

Sementara warga lainnya, merasa kuatir akan kerusakan tersebut tidak lagi menjadi perhatian dan tanggung jawab kontraktor setelah selesai pekerjaan kemudian meninggalkan kondisi kerusakan yang sedang dialami warga setempat.

Menurut warga, kekuatiran ini bisa terjadi karena mereka pernah menanyakan hal ini kepada pihak kontraktor namun dari pihak kontraktor memberikan jawaban kalau untuk perbaikan fasilitas yang rusak tidak ada anggaran yang disiapkan. Jelasnya.

Direktur CV Haddah melalui Pengawas lapangannya Dion Un dikonfirmasi dilokasi proyek saat sedang mengawasi pekerjaan pemasangan “Gutter U” Jumat 8 September 2017 pukul 23:15 Wita. Ia, mengakui adanya kerusakan kerusakan tersebut namun sebagai kontraktor akan memperbaiki setelah selesainya pekerjaan proyek tersebut.

Menurut Dion Un, untuk iteam pekerjaan kerusakan yang terjadi saat melakuakn galian tidak disiapkan anggaran khusus untuk itu namun pihaknya sebagai kontraktor telah berkomitmen untuk memperbaikinya setelah selesai pelaksanaan proyek. Katanya.

Menjawab Zonalinenews. Soal terlambatnya penyelesaian pekerjaan yang seharusnya sudah berakhir pada 01 September 2017 yang lalu. Ia, menjelaskan, pihaknya belum dapat memulai pelaksanaan sesuai waktu yang ditetapkan dalam kontrak karena untuk mengerjakan proyek yang didanai APBN ini, khususnya di Kabupaten Rote Ndao harus dipresentasikan terlebih dahulu dengan Bupati Rote Ndao sedangkan waktu Bupati bagi kami mengalami kesulitan.

Menurutnya, menunggu waktu Bupati untuk kami presentasikan memakan waktu lebih dari satu minggu karena jadwal presentasikan disesuaikan dengan waktunya Bupati Rote Ndao. Hal ini menjadi salah satu penyebab terlambatnya pekerjaan untuk tahapan penggalian.

Selanjutnya, keterlambatan pada pendistribusian Gutter U dari Surabaya ke lokasi proyek karena untuk kegiatan muat Guter U kelokasi masih menunggu kurang lebih 28 hari saat diproduksi oleh perusahan baru bisa diangkut ke Rote Ndao. Jelanya

Untuk itu. Tambahnya. Belum selesai pelaksanaan pekerjaan ini sesuai jadwal dalam kontrak maka pihaknya sudah mendapat addendum tambahan waktu hingga tanggal 02 Oktober 2017 yang akan datang.

Sementara iteam pekerjaan yang seharusnya diselesaikan, Kata Dion Un, Galian, pemasangan Gutter U yang menggunakan urukan pasir dasar setebal 5 cm, kemudian menutup kembali galian yang sudah terpasang.

Pantauan Zonalinenews, dilokasi pembangunan drainase yang titik nolnya di Wilayah Rt 12 dan 13 Kelurahan Metina hingga berakhir di lapangan Bola Kaki Baa – Kelurahan Namodale Kecamatan Lobalain – Rote Ndao. Terlihat tembok penahan rumah warga di Rt 13 rusak, Galian drainase rapat dengan badan jalan dan sebagian badan jalan hotmik ikut terkikis, badan jalan aspal pada perempatan jalan Toundao – gang Tujuh jaya dan jalan Ndi.i Hu.a yang diliwati jalur drainase untuk sementara baru ditimbun dengan sertu agar dapat dilalui pengguna jalan dan kendaraan.

Selain itu, Jalur Jalan Toundao menuju ruas jalan aspel ke Kampung Ninik di Kelurahan Namodale juga baru ditimbun dengan sertu.

Sementara pelaksanaan pekerjaan pemasangan Gutter U maupun proses perataan galian dengan tanah belum selesai dan sedang dikerjakan oleh pihak kontraktor siang dan malam. (*M2 Zonaline)