oleh

WARGA MINTA CV EN HADDAH PELAKSANA PROYEK APBN PERBAIKI KERUSAKAN

CONTOH TEMBOK PENAHAN DAN BADAN JALAN YANG RUSAK
CONTOH TEMBOK PENAHAN DAN BADAN JALAN YANG RUSAK

Zonalinenews – Rote Ndao,-  Pembangunan Drainase kawasan Pemukiman Kota Baa. yang dilaksanakan oleh CV Haddah yang beralamat di Waikabubak – Kabupaten Sumba Barat – Nusa Tenggara Timur   diminta memperbaiki kerusakan sejumlah fasilitas akibat pekerjaan drainase di wilayah tersebut.

Proyek yang didanai oleh APBN TA 2017 melalui Kementerian Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Cipta Karya. Satuan Pekerjaan Pengembangan Sistem penyehatan lingkungan Permukiman Propinsi Nusa Tenggara Timur ini dalam pelaksanaannya oleh kontraktor pelaksana CV Haddah dinilai menimbulkan kerusakan fasilitas lainnya oleh warga setempat.

Demikian hal ini dikeluhkan oleh warga disekitar wilayah kegiatan pembangunan drainase sepanjang 600 meter dengan nilai Rp. 2.255 100 000,00 sekaligus meminta kontraktor untuk memperbaikinya dan tidak meninggalkan kerusakan tersebut setelah pekerjaan proyek selesai.

PAPAN PROYEK - CV EN HADDAH
PAPAN PROYEK – CV EN HADDAH

Kepada Zonalinenews,  Jefri Menda  Ketua RT 13 Kelurahan Metina Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao dan beberapa warga setempat, Jumat 8 September 2017 pukul 17:00 wita.mengatakan akibat pembangunan drainase tersebut saat kontraktor melakukan galian dengan menggunakan alat berat  mengakibatkan fasilitas tembok penahan rumah warga rusak.

Menurut Ketua RT 13 ini, jika tidak diperbaiki maka saat musim hujan warganya akan mengalami lonsoran karena tembok penahan yang dibangun oleh PT Waskita Karya sudah puluhan tahun tersebut sudah rusak dan tidak ada lagi penahan yang membendung lonsor dan menahan kekuatan tanah yang diatasnya terdapat rumah warga.

Selain itu, badan jalan hotmix jalur Toundao menuju lapangan bola kaki Baa, rusak juga  akibat galian lubang drainase dengan alat berat  karena galian rapat dengan bibir badan jalan dan bahkan sebagian badan jalan turut tergali. Jelasnya.

Sementara warga lainnya, merasa kuatir akan kerusakan tersebut tidak lagi menjadi perhatian dan tanggung jawab kontraktor setelah selesai pekerjaan kemudian meninggalkan kondisi kerusakan yang sedang dialami warga setempat.

Menurut warga, kekuatiran ini bisa terjadi karena mereka pernah menanyakan hal ini kepada pihak kontraktor namun dari pihak kontraktor memberikan jawaban kalau untuk perbaikan fasilitas  yang rusak tidak ada anggaran yang disiapkan. Jelasnya.

Direktur CV Haddah melalui Pengawas lapangannya Dion Un dikonfirmasi dilokasi proyek saat sedang mengawasi pekerjaan pemasangan “Gutter U”  Jumat 8 September 2017 pukul 23:15 Wita. Ia, mengakui adanya kerusakan kerusakan tersebut namun sebagai kontraktor akan memperbaiki setelah selesainya pekerjaan proyek tersebut.

Menurut Dion Un, untuk iteam pekerjaan kerusakan yang terjadi saat melakuakn galian tidak disiapkan anggaran khusus untuk itu namun pihaknya sebagai kontraktor telah berkomitmen untuk memperbaikinya setelah selesai pelaksanaan proyek. Katanya.

Menjawab Zonalinenews. Soal terlambatnya penyelesaian pekerjaan yang seharusnya sudah berakhir pada 01 September 2017 yang lalu. Ia,  menjelaskan, pihaknya belum dapat memulai pelaksanaan sesuai waktu yang ditetapkan dalam kontrak karena untuk mengerjakan proyek yang didanai APBN ini, khususnya di Kabupaten Rote Ndao  harus  dipresentasikan terlebih dahulu dengan Bupati Rote Ndao sedangkan waktu Bupati bagi kami mengalami kesulitan.

Menurutnya, menunggu waktu Bupati untuk kami presentasikan memakan waktu lebih dari satu minggu karena jadwal presentasikan disesuaikan dengan waktunya Bupati Rote Ndao. Hal ini menjadi salah satu penyebab terlambatnya pekerjaan untuk tahapan penggalian.

Selanjutnya, keterlambatan pada pendistribusian Gutter U dari Surabaya ke lokasi proyek karena untuk kegiatan muat Guter U kelokasi masih menunggu kurang lebih 28 hari saat diproduksi oleh perusahaan baru bisa diangkut ke Rote Ndao. Jelasnya.

Untuk itu. Tambahnya. Belum selesai pelaksanaan pekerjaan ini sesuai jadwal dalam kontrak maka  pihaknya sudah mendapat addendum tambahan waktu hingga tanggal 02 Oktober 2017 yang akan datang.

Sementara iteam pekerjaan yang seharusnya diselesaikan, Kata Dion Un, Galian, pemasangan Gutter U yang menggunakan urukan pasir dasar setebal 5 cm, kemudian menutup kembali galian yang sudah terpasang.

Pantauan Zonalinenews, dilokasi pembangunan drainase yang titik nolnya di Wilayah Rt 12  dan 13 Kelurahan Metina hingga berakhir di lapangan Bola Kaki Baa – Kelurahan Namodale Kecamatan Lobalain – Rote Ndao. Terlihat tembok penahan rumah warga di Rt 13 rusak, Galian drainase rapat dengan badan jalan dan sebagian badan jalan hotmik ikut terkikis, badan jalan aspal pada perempatan jalan Toundao – gang Tujuh jaya dan jalan Ndi.i Hu.a yang diliwati jalur drainase untuk sementara baru ditimbun dengan sertu agar dapat dilalui pengguna jalan dan kendaraan.

Selain itu, Jalur Jalan Toundao menuju ruas jalan aspel ke Kampung Ninik di Kelurahan Namodale juga baru ditimbun dengan sertu.

Sementara pelaksanaan pekerjaan pemasangan Gutter U maupun proses perataan galian dengan tanah belum selesai dan sedang dikerjakan oleh pihak kontraktor siang dan malam. (*M2 Zonaline)