oleh

Terdakwa Korupsi PT Sasando Divonis Ringan

terdakwaZonalinenews.com, Kupang – Direktur utama PT Sasando Kupang, Marinus Louk yang adalah terdakwa dana penyertaan modal tahun 2015 divonis ringan majelis hakim. Amar putusan yang dibacakan pada persidangan pada Selasa 24 Oktober 2017 ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum. Dimana terdakwa pada sidang tuntutan dituntut pidana 6 tahun 6 bulan penjara, membayar denda kerugian kepada negara sebesar Rp200 juta subsider 1 tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana kapada terdakwa Marinus Louk dengan pidana penjara selama 1 tahun 10 bulan penjara dikurangi seluruhnya dari masa tahanan yang dijalani terdakwa dengan perintah terdakwa tetap ditahan,”kata hakim ketua Fransisca DP Nino pada persidangan yang digelar di pengadilan Tipikor Kupang.

Selain pidana penjara, terdakwa Marinus Louk juga diwajibkan membayar denda kerugian kepada negara sebesar Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan. Terdakwa Marinus dijatuhi pidana tambahan membayar uang pengganti Kerugian negara sebesar Rp285, 751.300. Nilai tersebut ditanggung renteng bersama saksi Yulius M  Douzo, masing – masing sebesar Rp142.875.650.

Apabila uang pengganti tersebut tidak dibayarkan selambat – lambatnya 1 bulan setelah mendapat kekuatan hukum tetap maka harga bendanya dapat disita jaksa dan dilelang untuk menutupi kerugian tersebut. Dalam hal terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan kurungan.

BACA JUGA:   Jaksa Tuntut Terdakwa Kasus Jalan Perbatasan TTU 4 Tahun Penjara

Majelis berpendapat terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dana penyertaan modal sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Lanjut hakim Fransisca Nino, vonis itu telah  mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan tekad pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, menimbulkan kerugian negara. Sementara hal meringankan, terdakwa berlaku sopan selama persidangan, belum pernah dihukum.

Atas putusan itu, terdakwa Marinus Louk melalui penasehat hukumnya menyatakan pikir – pikir selama 7 hari. Apakah merima putusan tersebut atau melakukan upaya banding?

Jalannya persidangan dipimpin hakim ketua Fransisca DP Nino didampingi hakim anggota Gustap Marpaung dan Ibnu Kholik. Hadir Jaksa Penuntut Umum Kejari kota Kupang, Yan Boli Tobi. Sebelumnya, terdakwa dituntut dengan pasal 2 Jo pasal 18 UU Tipikor. (*Pul)

BACA JUGA:   Hakim Tolak Eksepsi Henri Wenji Terdakwa Kasus Tambak Sabu