oleh

Kepala BNPB Kunker di Lamakera Ajak Masyarakat Antisipasi Dini Bencana

Zonalinenews-Flotim, Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo didampingi Doni Monardo bersama Anggota DOR RI , Ali Taher Prasonh dan Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST melakakun kunjungan kerja (Kunker) di Kecamatan Solor Timur, Lamakera, Kabupaten Flores Timur, Kamis 19 Desember 2019.

Dalam sambutannya Doni Monardo meminta kepada seluruh masyarakat NTT terkhususnya Lamakera dari saat ini harus Antisipasi akan Bencana alam yang terjadi di masa lampau bisa saja terulang kembali

Doni menegaskan masyarakat Kabupaten Flores Timur harus Selalu berjaga-jaga karena pada tahun-tahun sebelumnya terkena musibah Bencana Alam seperti Tsunami, tanah longsor dan lain-lain yang bisa saja terjadi.

Menurutnya bencana alam di Nusa Tenggara Timur hingga merenggut ribuan jiwa jangan sampai terulang kembali. Hal itu harus diantisipasi sejak dini oleh pemerintah daerah, karena bencana serupa sangat mungkin terulang kembali di kemudian hari.

Oleh karena itu, setiap pemerintah daerah (Pemda) di Nusa Tenggara Timur harus menyiapkan langkah-langkah kongkret yang berhubungan dengan program mitigasi bencana. Hal itu guna meminimalkan dampak bencana. Kepala BNPB Doni Monardo, mengatakan lazimnya, peristiwa gempa bumi dan tsunami adalah peristiwa yang berulang. Namun, tak ada yang pernah tahu kapan peristiwa itu akan terulang kembali.

Pemda setempat harus mampu mempersiapkan diri menghadapi berbagai macam hal yang berkaitan dengan kebencanaan. Jangan sampai bencana, seperti tsunami dan gampa bumi, yang merenggut korban sampai ribuan jiwa seperti terjadi puluhan tahun lalu.

”Bangun kesadaran kolektif setiap elemen masyarakat. Langkah-langkah pra-bencana bukan milik satu lembaga, melainkan seluruh pihak, urusan bersama,” kata Doni.

Beberapa daerah rawan bencana kata Doni, seperti Kota Kupang, Larantuka, Pulau Solor, Ngada, dan Manggarai Barat. Beberapa tahun lalu, kawasan-kawasan tersebut pernah dilanda gempa dan tsunami yang hebat hingga
memakan ratusan hingga ribuan korban jiwa.

Menurutnya, pusat gempa Misalnya di Sumba. Pada 19 Agustus 1977, gempa bumi dengan magnitudo 8,3 di lepas pantai selatan Sumba memunculkan tsunami setinggi 15 meter. Akibat peristiwa itu, sedikitnya 316 orang tewas dan 1.100 orang luka-luka.

“Longsoran sisi Gunung Iliwerung, dimana peristiwa itu menyebabkan 539 orang
tewas dan 700 orang hilang di empat kampung di pesisir Teluk Waiteba. Tinggi tsunami tersebut 7 meter-9 meter,” tuyurnya

Ia menjelaskan, Gempa berkekuatan magnitudo 7,8 juga pernah mengguncang Flores pada 12 Desember 1992. Gempa yang berpusat di lepas pantai Utara Flores
tersebut menyebabkan tsunami setinggi 25 meter dan menewaskan 2.100 orang. Hampir 90 persen bangunan di Maumere hancur setelah kejadian itu.

Kunci dari semua itu adalah kepimpinan di daerah yang mampu membuat rakyat tidak menjadi korban bencana.

Cara memimpin yang kurang memperhatikan kesiapsiagaan bencana dapat merugikan masyarakat.
Tak hanya itu, Doni juga meminta pemerintah daerah agar secara rutin mengingatkan masyarakat tentang antisipasi bencana alam. Dengan begitu, masyarakat memiliki pemahaman tentang mitigasi bencana.

Ia menambahkan, banyak Kepala Daerah yang menganggap remeh pemahaman mitigasi bencana karena uangnya tidak ada dan dampaknya tak terasa langsung. Hal itu berbeda dengan program-program pembangunan jalan dan rumah sakit yang dananya besar.

”Kalau dananya ada dan besar seperti pembangunan jalan dan rumah sakit, mereka akan berpikir cepat. Namun, kalau dananya tidak ada atau
sedikit, bagaimana mereka akan memikirkan strategi prabencana,”
ujarnya.

Selain itu juga Doni Monardo memberikan Bantuan berupa dana hibah dan satu buah Unit Motor kepada BPBD Kabupaten Flores Timur.

Sementara itu Ali Taher parasong pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih karena Pimpinan BNPB Doni Monardo berhasil mengunjungi daerah kelahirannya di lamakera.

Pantauan Zonalinenews, Bupati Anton Hadjon juga mengapresiasi kepada Ali Taher Parasong yang dalam beberapa pekan dapat menggaet orang penting Pusat RI untuk bisa membangun Flores Timur,

” Dengan segala Ungkapan persaudaraan Hadjon menyebutkan Kanda Taher merupakan Sosok Pejuang yang dapat membangun Lewotana Flores Timur, “ungkap Bupati Anton Hadjon dengan Wajah Gembira.

Tampak Hadir pada kegiatan itu Camat Solor Timur beserta masyarakat desa Lamakera.(* Rita Senak)