oleh

Kuota CPNS Flotim Minim, P3K 2019 Gagal Ikut Tes DPRD akan Dalami

Ketua DPRD Flotim Robertus Rebon Kreta, S.Pd

Zonalinenews-Larantuka, – Persoalan tidak diakomodir 68 tenaga P3K untuk tenaga kesehatan dan guru di Kabupaten Flores Timur ( Flotim) tahun 2019 yang gagal ikut tes (CAT) karena kesalahan teknis, serta 137 kouta CPNS Flotim 2019 yang diakomodir hanya 53 formasi, mendapat perhatian DPRD dan Tokoh masyarakat. Persoalan ini DPRD berencana akan dalami pada rapat kerja dan bahkan akan di dorong ke Pansus DPRD Flotim. Sementara Tokoh Masyarakat meminta pemerintah tindak tegas.

Ketua DPRD Flotim Robertus Rebon Kreta, S.Pd saat menghubungi Zonalinenews Rabu 4 Desember 2019 via selulernya mengatakan sebagai pimpinan OPD di BKPP mestinya ruang informasi publik harus dibuka, biar masyarakat Flores Timur juga bisa mengetahui mengapa P3K tidak masuk di Formasi 2019.

” Dalam pembahasan RAPBD 2020 Kepala BKPP hanya menyampaikan bahwa untuk P3K, Formasi Guru dan kesehatan itu akan di dorong ke tahun 2020,” tutur Kreta yang politisi PDIP.

Ia melanjutkan secara kelembagaan itu kan pernyataan Formil dari kepala BKPP, tapi DPRD menyikapi bahwa kalau memang itu di tahun anggaran 2020 maka secara keseluruhan, sehingga terhadap hal-hal yang belum tuntas di pembahasan RAPBD 2020 kita akan dalami kembali dan menggelar Rapat dengan instansi terkait dalam hal ini BKP.

” Terhadap semua hal kita akan sikapi di tingkat rapat kerja dengan seluruh instansi terkait. Kita tetap menggelar rapat kerja dulu baru kita dalami, akan di dalami oleh komisi yang membidangi dan bermitra. Hasil rapat kerja seperti apa, akan di rekomendasikan itu kepada DPRD secara kelembagaan, kalau memang Pansus itu merupakan Solusi maka DPRD pasti sikapi dan melakukan Pansus itu,”tegas Ketua DPRD Robertus Rebon Kreta.

Lenih Robertus menjelaskan, kepala BKPP hanya menyampaikan di dalam rapat Banggar bahwa Khusus P3K, Guru dan Kesehatan akan di dorong ke tahun 2020, kuota untuk Flotim 137, tetapi di akomodir 54 saja.

” Sisa 83 itu ke mana, nanti secara teknis kita akan dalami semuanya dalam Rapat kerja bersama BKPP,” tutup Robert Kreta.

Bupati Flotim Memohon Maaf

68 orang tenaga kontrak Pusat terdiri dari tenaga Penyuluh Pertanian dan guru, yang gagal mengikuti ujian CAT karena tidak terverifikasi pada BKPP Kabupaten Flores Timur, adalah suatu tindakan yang fatal .

” Buruknya pelayanan publik dari BKPP mengorbankan nasib banyak orang. Hal itu diungkapkan salah seorang Penyuluh yang bertugas di Pulau.

Bupati Flores Timur Anton Hadjon, Senin 4 Maret 2019 pada apel bersama seluruh OPD, menyatakan sikap Permohonan maaf kepada 68 orang yang gagal ikut tes. Permohonan maaf itu disampaikan Bupati di hadapan seluruh ASN peserta Apel.

” Untuk saudara-saudara kita ini yang gagal ikut Tes Sistem CAT, untuk Flores Timur sudah tertutup, dan ini sangat Fatal,” tegas Anton Hadjon saat memimpin Apel.

“Saya atas nama Pemda Flores Timur meminta maaf kepada rekan-rekan yang gagal Ikut tes P3K. BKPP ini lalai dalam menjalankan tugas serta pelayanan,” ucap Anton.

Wakil Bupati Janji Beri Sanksi

Akibat kinerja dari BKPP Kabupaten Flores Timur yang sangat mempersulit Posisi kepemimpinan kami saat ini, hal ini di ungkapkan Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli,SH saat menerima 68 orang kontrak Pusat 60 orang penyuluh, 8 orang Guru yang gagal mengikuti ujian CAT PPPK di pelataran Kantor Bupati Flores Timur Sabtu 23 Februari 2019 pukul 11;15 wita.

Kekesalan ini diungkapkan Agus Boli setelah mendengar apa yang dibeberkan oleh Koordinator penyuluh Yohana Benga Kian.

Yohana juga menyebutkan sejak awal kami diabaikan mulai dari tahap masukan berkas sampai pada tahapan persiapan Verivikasi, Kabid Pak Yordan mengatakan Kami siap lakukan Verivikasi, jadi kami pulang, setelah itu kami dapat undangan dari Sekda untuk lakukan Kegiatan Gladi bersih dan simulasi, di situ kami semua kaget kalau nama kami semua tidak terdaftar di BKN Pusat, yang dimana kami dikasih jadwal dua hari untuk ujian tanggal 23 dan 24 Februari 2019.

Setelah itu Pimpinan kami dari Dinas Pertanian, Antonius Wukak Sogen menghubungi pak Sekda, sehingga beliu mengatakan saya akan tetap komunikasikan dengan Bapak Bupati, Wakil Bupati, pak Sekda untuk terus memperjuangkan 68 orang teman-teman ini.

Wakil Bupat Agus Boli mengatakan di depan 68 orang tenaga Kontrak pusat, mengapa Pak Yordan lakukan demikian..? Sebagai seorang ASN tugasnya untuk melayani masyarakat termasuk 68 teman-teman semua ini untuk mengikuti ujian PPPK.

” Ini saya katakan kalau benar demikian maka yang bersentuhan langsung dengan pelayanan ini harus diberi sanksi, karena dianggap lalai dalam menjalankan tugas sebagai seorang ASN,” tuturnya.

Dengan geram Agus Boli menuturkan , dia tau tidak kalau yang dia lakukan ini yang disorot adalah pimpinan di daerah ini…?.

” Apapun yang dia lakukan pasti saya dan Pak Bupati yang akan di sorot, ini menyangkut nasib dan masa depan orang,” kata Agus Boli dengan nada kesal.

Pantauan media, Agus Boli berusaha menenangkan dan mengingatkan kepada 68 orang tersebut agar sabar.

“Kami sebagai Pimpinan, saya dan Pak Bupati akan berkoordinasi bersama untuk memperjuangkan teman-teman semua saat ini. Mungkin ada kelalaian alam proses di BKPP dan pegawai-pegawai yang tidal jalankan tugas pelayanan akan kita beri Sanksi karena ini menyangkut Nasib Orang, “Tutup Agus Boli.

Melihat persoalan P3K dan Kouta CPNS Flotim Tokoh Masyarakat Baktiar Lamawuran angkat hicara

” Mengapa Anak Flores Timur pergi ngemis tes CPNS di luar seperti Lembata, Maumere dan masih banyak lagi Kabupaten lain, itu sangat memalukan. Siapa yang bilang Guru dan Kesehatan tidak ada di Menpan, omong kosong apa lagi itu,” kata Baktiar Lamawuran , Tokoh Masyarakat bahkan mantan Anggota DPRD Flotim Era Kepemimpinan Alm Feliks Fernandez, ketika diwawancarai wartawan Senin 2 Desembet 2019.

Menurutnya , hal ini menunjukan kelemahan seorang Kaban BKPP, kalau demikian Copot saja Kepala Badan BKPP, karena dianggap tidak punya kemampuan.

” Mengapa masih dipakai orang seperti ini, ini tidak benar kalau orang seperti Kaban BKPPĺKesal.

Dikatakannya, dulu pernah masuk bawa usulan Kuota CPNS untuk Flores Timur sampai ke Menpan.

” Kenapa sekarang tidak bisa, berarti lemahnya di Kepala BKPP jangan pakai lagi Kalau pimpinan seperti ini,” tutup Bactiar Lamawuran.

Sementara Kaban Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatuhan ( BKPP), Fidelis Larantukan ketika di datangi beberapa kali oleh media di kantor BKPP tidak dapat ditemui, saat di hubungi lewat Handphone Senin 2 Desember 2019 kepala BKPP, Fidelis Larantukan mengatakan kepada Zonalinenews, hubungi langsung dengan Pak sekda saja ibu, saya ada di luar daerah ini.

” Jadi dengan Pak Sekda saja,” tutupnya.

Terpisah Sekda Flotim, Paulus Igo Geroda saat di hubungi lewat WA Senin 2 Desember 2019 mengatakan para Tenaga P3K tetap punya kesempatan dan mungkin tahun depan akan dibuka tes untuk Pegawai P3K,.

” Kalau tahun ini secara Nasional memang tidak ada Formasi untuk P3K makanya mereka belum bisa ikut,”tutur Sekda Paulus Igo Geroda.(*Rita Senak).