oleh

Lemahnya Pansel Bank NTT, Persoalan Cayan Poeh “Berdampak Hukum”

Zonalimenews-Kupang,- Persoalan lolosnya Cayan Magdalena Henderwanti Poeh dalam tahapan seleksi administrasi Calon Pegawai Bank NTT Tahun Buku 2019, sontak viral dan menjadi perhatian publik. Mengapa Viral ? Bukan sekedar kesalahan teknis administrasi tetapi lebih dari itu ada sejumlah kejanggalan proses bahkan berdampak hukum, jika ditelisik lebih jauh.

Pernyataan ini disampaikan Ketua KNPI NTT, Hermanus Thomas Boki saat dimintai komentarnya Kamis, 12 Desember 2019 di Ballroom DPD RI NTT usai menghadiri acara Pelantikan DPD PARINDRA NTT.

Menurut Heri Boki, viralnya pemberitaan terkait Cayan Magdalena Henderwanti Poeh, sontak menjadi perhatian publik, bukan karena yang bersangkutan mempunyai hubungan dekat (kekerabatan) dengan Gubernur NTT maupun Bupati Sabu Raijua sebagai PSP dan Pemegang Saham Seri A, tetapi karena fenomena ini cukup mencoreng citra bank kebanggaan milik rakyat pada satu sisi dan lemahnya pansel internal Bank NTT dalam melakukan verifikasi dokumen administrasi para pelamar yang berdampak hukum.

Persoalannya terletak kesadaran diri dan adanya niat dari yang bersangkutan untuk memberikan dan/atau melakukan pemalsuan informasi atau dokumen administrasi, bahkan pihak lain dalam hal ini seorang kasie pada Kelurahan Mantasi ikut serta melakukan perbuatan melawan hukum atas nama Pemerintah Kota Kupang.

” Ini perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan sadar dan sengaja, karenanya tidak bisa dibiarkan begitu saja;” tutur Hermanus Boki.

Pada sisi lain, persoalan ini memberi gambaran bahwa hanya dengan alasan keterbatasan waktu, pihak pansel tidak cermat dan kurang selektif dalam pemeriksaan berkas yang diajukan para pelamar.

” Kok bisa lolos seleksi administrasi? Itu karena pansel tidak cermat dan kurang selektif. Terlepas dari alasan lain bahwa banyaknya berkas lamaran yang diajukan para pelamar,” jelas Hermanus

Karena itu, untuk mengembalikan kepercayaan publik dalam proses seleksi yang sementara terus dilakukan Pansel Bank NTT, seharusnya pihak Pansel atau Pimpinan Bank NTT mengambil sikap dan tindakan tegas dengan membatalkan hasil seleksi administrasi yang bersangkutan serta mengumumkan secara terbuka ke publik.

Selanjutnya, Pansel harus berani mendorongnya ke proses hukum karena yang bersangkutan sebagai pelamar telah dengan sadar, tau dan mau memalsukan informasi dan dokumen dirinya bahkan berupaya melakukan tindakan penipuan (unsur pidana) terhadap pansel di tengah upaya menjaga citra Bank NTT dalam proses seleksi yang sementara berlangsung.

Selain itu, Walikota Kupang yang juga salah satu pemegang saham seri A, harus menindak tegas kasie pada Kelurahan Mantasi yang telah mencoreng citra Pemkot Kupang dengan mengeluarkan surat keterangan yang tidak benar bahkan tanpa prosedur yang jelas.

” Tidak bisa dibiarkan begitu saja, harus ada ketegasan dan sanksi sehingga menjadi warning bagi semua Aparatur lingkup PemKot Kupang,” tutup Boki.

Sementara Lurah Mantasi Kecamatan Alak Kota Kupang Propinsi NTT, Frasisskus Arkian kepada Zonalinenews Kamis 12 Desember 2019 pukul 12 .30 WITA di Balai Kota Ketika ditanya Zonalinenews terkait dengan surat pernyataan yang menyatakan bahwa Cayan Magdalena Henderwantri Poeh, warga RT 07 RW 03, belum menikah dan surat tersebut dikeluarkan kelurahan Mantasi untuk proses lamaran pekerjaan di Bank NTT, Frasiskus menjelaskan bahwa dirinya tidak menandatangani surat tersebut.

” Saya tidak menandatangi surat tersebut, surat tersebut saya tidak tau , karena tidak ada arsip dan tidak tercatat dalam buku registrasi Kelurahan ;” tutur Frasiskus.

Ketika ditanya siapa yang mengeluarkan surat pernyataan belum menikah Cayan Magdalena Henderwantri Poeh , Lurah Mantasi menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui.

Ketika Zonalinenews menegaskan bahwa dalam surat pernyataan yang bersangkutan terdapat cap Kelurahan Mantasi yang menyatakan bahwa Cayan Poeh belum menikah

Lurah Mantasi Arkian menegaskan dirinya tidak tau namun setelah berita ini viral keesokan harinya, dirinya melakukan pengecekan ke kantor dan ternyata tidak ada dalam arsip dan setelah ditelusuri baru dirinya mengetahui.

” Yang menandatangani surat tersebut adalah Pak Kasie ( Kepala seksi), tanpa ada surat pengantar dari RT setempat,” jelas Frasiskus Arkian.

Sementara Bank NTT mengucapkan terima kasih atas informasi media atas lolosnya Cayan Magdalena Henderwantri Poeh dalam seleksi.

Saat ini PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur ( NTT) masih melakukan proses seleksi berkas bagi para calon karyawan Bank NTT.

” Untuk tahapan seleksi berkas lamaran dengan keterbatasan waktu panitia harus menyeleksi 2 ribu berkas administrasi para pelamar berupa ijazah , surat keterangan belum menikah yang ditandatangani oleh pelamar diatas materai dan surat Keterangan dari Lurah yang menyatakan bahwa pelamar belum menikah,” kata Kepala Divisi Manajemen Resiko Bank NTT, Louis K Gonsales Atie didampingi Dirut Bank NTT, Izhak Eduard Rihi saat memberikan keterangan pers Selasa (10/12/ 2019).

Menurut Louis , berkas Pelamar atas nama Cayan Magdalena Henderwanti Poeh dengan nomor test KPG-0187, asal berkas Kantor Pusat dan wilayah test Kota Kupang dalam berkas lamaran surat pernyataan dan keterangan lurah menyatakan yang bersangkutan masih single. (* tim)