oleh

Program RHL Kehutanan di TTS, Antara Ada dan Tiada

Zonalinenews-SoE,- Lokasi program atau kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di desa Oe Uban kecamatan Mollo Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) “antara ada dan tiada”.

Penuturan ketua kelompok bapak Zadrak Mambait, kalau dirinya bersama sejumlah masyarakat yang terlibat pada kegiatan RHL tahun 2019 di desa Oe Uban merupakan pelibatan diri dalam rangka melestarikan alam dan lingkungan disekitarnya.

Lanjut Zadrak, kalau kelompok yang dipimpinnya menerima dan menanam tanaman berupa Kemiri, Mente, Jati dan bahkan Cemara dari perusahaan atau CV. Agro Tani Lestari (ATL) yang kemudian oleh CV. ATL menyediakan semua jenis bibit tersebut.

Disampaikan kepada media Zonalinenews oleh ketua kelompok bapak Zadrak, bahwa bibit yang sudah ada dilokasi ada yang sudah ditanam dan ada yang belum ditanam.

Menurut bapak Zadrak kalau kendala yang dialami adalah air.

” untuk minum dan makan saja kami kesulitan air, apalagi air untuk menyiram tanaman yang ditanam pada musim kemarau,” tuturnya.

Lanjut ketua kelompok. Kalau, bibit yang ada dan sudah ditanam yang belum ditanam ada yang sudah mati dan ada yang sementara hidup namun merana. Katanya, kalau mereka sudah berusaha namun air menjadi kendala ketika berada dilokasi yang begitu luas.

Zadrak Mambait menjelaskan, lokasi yang ditanam pada 10 petak dengan luasan areal tanam seluas 295 Ha, dengan pelibatan diri anggota kelompok atau masyarakat yang yergabung dalam 10 kelompok. Semuanya berjumlah 110 orang.

Babinsa Mollo Barat, Ike Arkian menuturkan kalau anakan ditumpuk pada lokasi lokasi dan mati.

Keprihatinan terhadap pembiayaan negara akan niat baik negara, namun negara dirugikan pada program atau kegiatan RHL khususnya di desa Oe Uban.

Sambung Ike, didalam kelom sendiri terjadi konflik. Dampak dari penanaman, sehingga oleh Babinsa sangat berharap jangan sampai dengan adanya kegiata RHL ini, kemudian adanya konflik dimasyarakat.

“kerja boleh kerja, yang penting jangan ada konflik diantara masyarakat,”tuturnya

Harapan Babinsa Mollo Barat bahwa sesungguhnya ketika sosialisasi awal himpun masyarakat dan disampaikan.
Baik untuk masyarakat dan diakhirpun baik-baik saja.

Asalkan jangan awal baik, pertengahan hancur. ” Seolah-olah baik dipertengahan hancur, seolah olah program dan kegiatan antara ada dan tiada,”tuutupnya, (*Elli)