Bila Praktek Prostitusi Masih Berlangsung, Ijin Hotel Citra dan Kelapa Lima Indah Akan Dicabut

Bagikan:

Pertemuan dengan pemilik Hotel

Zonalinenews-Kupang,- Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Dinas Pariwisata akan mencabut ijin Hotel Citra dan Hotel Kelapa Lima Indah bila praktek prostitusi masih dilakukan di kedua hotel tersebut.

” Kedua tempat itu, Ijin usaha adalah hotel bukan ada embel-embel kegiatan atau praktek lain ,” kata Kepala Dinas Periwisata Kota Kupang , Yanuar Dally, SH, M.Si ketika diwawaancarai Zonalinenews Senin 13 Januari 2020 pukul 13. 00 WITA diruang kerjanya.

Menurutnya , pada pukul 09.00 WITA pihak bersama Satuan Polisi Pamong Praja kota Kupang melakukan pertemuan dengan para pemilik Hotel Citra dan Hotel kelapa Lima Indah .

” Dalan pertemuan itu, pemilik hotel tersebut diwarning untuk tidak membuka praktek prostitusi diloakasi mereka,” tutur Dally.

Yanuar Dally menjelaskan, berdasarkan pengamatan intel satuan Pol PP dan operasi senyap Pol.PP ditemukan praktek prostitusi di kedua lokasi itu, sehingga Kasat Pol .PP berinisiatif mengundang Dinas Pariwisata dan Para pemilik hotel untuk berdialog secara persuasif.

” Teguran sudah disampaikan dan apabila dalam perjalanan masih ada praktek prostitusi di kedua hotel itu, ijin usahanya akan kami cabut,’tegas Yanuar.

Yanuar menambahkan , rapat tadi dengan pemilik hotel merupakan upaya persuasif dan merupakan teguran pertama.

” Kami akan monitoring kedua hotel tersebut dan jangan menyimpang dari ijin. Bila menyimpang ijinnya kita cabut,” ungkap Yanuar Dally.

BACA JUGA:   Kontainer Terbalik di Jalan Ruteng- Reo

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ( Kast Pol PP) Kota Kupang Felixberto F Amaral kepada Zonalinenews Senin 13 Januari 2019 siang menjelaskan bahwa pihaknya telah memanggil para pemilik hotel Citra dan Kelapa Lima Indah untuk berdialog bersama Dinas Pariwisata.

” Kami panggil prmilik kedua hotel itu karena tempat usaha mereka dipakai sebagai tempat prostitusi ,” jelas Amaral.

Menurutnya, pada saat melakukan oparasi di kedua tempat itu pada bulan Dessmber 2019 didapati praktek seperti itu

” Pada saat diamankan banyak wanita dan saat ditanya , para wanita itu menjawab mereka bekerja di lokasi tersebut. Bapak kayak tidak tau saja kami ini bekerja dan praktek disini ,” tutur Kasat Pol PP.

Mendapati fakta itu , Mrenurut Kasat Pol. PP dirinya berupaya melakukan penertiban dengan cara persuasif yaitu mengandeng Dinas pariwisata memberikan pembinan dan teguran secara persuasif. (* tim)


Bagikan:
Advertisement