Ronny Dukung DPRK Aceh Timur Panggil Medco, terkait Konstribusi ke Daerah

Bagikan:

Zonalinenews-Aceh Timur Aktivis Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny Hariyanto, mendukung DPRK Aceh Timur, agar memanggil pihak PT.Medco E & P Malaka, untuk mempertanyakan soal konstribusi perusahaan tersebut terhadap daerah.

” Kemiskinan dan pengangguran sangat tinggi di Aceh Timur ini, lalu bagaimana peran Medco untuk itu, jadi kita dukung dewan segera memanggil pihak Medco untuk menjelaskan semuanya secara terbuka kepada publik,” kata Ronny, Rabu 29 Januari 2020.

Menurut Ronny, transparansi terkait konstribusi perusahaan tersebut mutlak diperlukan, agar dapat menjawab polemik yang selama ini terus bergulir di tengah masyarakat.

” Transparansi soal konstribusi Medco untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat itu sangat penting, apa yang sudah diberikan dan apa yang belum, itu perlu dijelaskan secara terbuka, jadi publik mengerti dan tidak lagi berkembang isu – isu negatif di tengah masyarakat,” cetus aktivis HAM tersebut.

Menurut Ronny, saat ini publik belum sepenuhnya memahami kondisi perusahaan gas tersebut terhitung sejak berdirinya, serta konstribusi apa saja yang sudah diberikan selama ini terhadap daerah.

BACA JUGA:   Fraksi Golkar Menilai Kinerja Aparatur Pemkot Kupang Buruk

” Yang sangat jelas kan masyarakat baru tahu, yang sudah dikasih Medco itu rumah sakit, tapi kalau hal lainnya seperti CSR, kegiatan sosial, bahkan kabarnya Medco merugi, serta hal lainnya kan publik cuma dapat kabar sepotong – potong, jadi sebaiknya dibuka saja semuanya, biar Medco juga bisa leluasa bekerja, dan publik merasakan manfaatnya,” sebut Putera Idi Rayeuk, berdarah Aceh – Minang itu.

Ronny berharap pihak eksekutif dan legislatif segera memanggil PT.Medco dan memberi penjelasan terbuka kepada publik.

” Apa konstribusi Medco selama ini, yang digarap Medco itu kan kekayaan alam Aceh Timur, jadi kalau tidak semua rakyat bisa mencicipi hasilnya, setidaknya bisa tahu, apa saja yang dibuat di situ dan sudah sejauh mana hasilnya. Dan itu juga hak dewan untuk mempertanyakannya demi kepentingan publik,” pungkas Ronny menutup keterangannya.(*T Bahar)