oleh

Abaikan Pelayanan Kesehatan, Warga Basira Minta Copot Tenaga Polindes

Zonalinenews-Larantuka,- Warga Basira Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Propinsi NTT, minta Pemerintah mencopot tenaga kesehatan yang beraada di desa setempat. Pasalnya warga yang sakit di saat membutuhkan pelayanan kesehatan di Poides selalu tutup.

” Pelayanan selalu tidak ada orang, bahkan tenaga medispun selalu tidak ada,” ungkap warga Basira berinisial IG, kepada media Zonalinenews Jumat 3 Januari 2020.

Menurur IG, sudah sejak lama pelayanan kesehatan di tempatnya selalu tidak buka, kalaupun ada sebulan cuma 10 hari saja, namun di saat warga membutuhkan pelayanan karena sakit justru Polindes Kosong,

” Kalau memang demikian lebih baik tidak usah ada tenaga medis di kampung kami, biar kami tau jelas dan kami langsung ke Rumah sakit saja,” tutur IG.

Masih menurut IG, petugas Polindes yang ada di kampung kami berinisal ibu A, dia mau masuk atau tidak suka-suka dia, di saat warga membutuhkan pelayanan kesehatan Polindes kosong.

” Tutup saja Polindes dan Copot Ibu A yang ada di Basira, dia ada juga seperti tiada, kami kecewa dengan pelayanan seperti itu,”tutur IG dengan nada kesal.

Lanjutnya menjelaskan, hari ini dirinya memfasilitasia lima orang dari Desa Basira Kecamatan Tanjung Bunga ke Larantuka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan langsung di Rumah sakit Umum Larantuka.

loading...

” Yang tiga orang rawat jalan dan sudah mendapatkan obat, satu masuk ruang ICU, dan satu masih di IGD RSUD Larantuka. Saya kecewa dengan tenaga kesehatan yang ada di desa, apalagi tidak di kontrol juga oleh Kepala Puskesmas Tanjung Bunga,”kata IG.

Sementara itu saat wartawan menghubungi Kepala Puskesmas Waiklibang, Kecamatan Tanjung Bunga, Genoveva, Kapus Puskesmas Waiklibang mengatakan kepada media bahwa sampai saat ini dirinya belum mendapatkan laporan terkait tenaga Polindes yang dalam sebulan masuk tidak tentu.

” Terkait pelayanan kesehatan yang tidak berada di desa tersebut, Terima kasih atas informasinya, akan saya tindak lanjuti ,”kata Kepala Puskesmas Waiklibang Genoveva saat menutup pembicaraannya.(* Rita Senak )