oleh

Aset PT Sasando Digadai, Tiap Bulan Manajemen Lama Setor 75 Juta

Zonalinenews-Kupang,- Setoran pembayaran cicilan utang per bulan ke Bank Bukopin oleh manajemen PT Sasando kurang lebih sebesar Rp. 75 juta lebih.

Setoran ini merupakan cicilan pembayaran pinjaman uang sebesar 8 Milliar rupiah ke Bank Bukopin pada Tahun 2016 yang dilakukan pada masa Direktur lama, berinisial SEP sebelum diambil alih oleh pemerintah propinsi NTT.

” 3 Juli 2019 demo karyawan PT. Hotel Sasando Timor International dan pengelolaan PT Sansando dambil alih oleh Pemerintah Propinsi NTT sejak 29 Juni 2019. Pada bulan Juli 2019 juga kami menerima surat pemberitahuan dari Bank Bukopin soal penyelesaian cicilan utang sehingga sejak itu, baru kami tau bahwa manajemen lama PT Sasando punya utang ke Bukopin sebesar 8 Milliar dengan cicilan per bulan 75 juta;” ujar Koordinator Opersional HRD Hotel Sasando Internasional Kupang, Yohanes Tenggas ketika di konfermasi Zonalinenews Senin 6 Januari 2020 pukul 11.0 29 WITA

Menurut Yohanes, untuk pinjaman Bank TLM dirinya tidak mengetahuai secara pasti besaran jumlah pinjamanan oleh manajeman lama.

” Pihaknya juga baru tau ketika PT Sasando diambil alih oleh Pemerintah Propinsi dan disitu kami disampaikan bahwa manajeman lama menjadikan agunan atau jaminan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) ke Bank Bukopin dan BPR Tanaoba Lais Manekat (TLM),” ungkap Yohanes.

Yohanes juga merasa aneh kok bisa manajeman lama mengadai sertifikat HGB Ke Bank TLM dan Bukopin , padahal Manajanen tidak bisa mengadai aset tersebut tanpa persetujuan Pemerintah Propinsi NTT dan saat itu Gubernurnya Pak Frans Lebu Raya .

” Masa pemerintah Propinsi saat itu tidak tau soal Aset PT Sasando yang digadai ke Bank, ini kan aneh,” tutur Yohanes.

loading...

Sementara itu , Direktur Utama BPR TLM, Robert Fanggidae ketika di Konfermasi wartawan Senin 6 Januari 2020 pagi terkait Aset PT Sasando yang digadia di Bank TLM , Robert Fanggidae lewat security yang bernama Lede menyampaikan pimpinan belum bisa dihubung lagi sibuk karena hari ini baru masuk libur.

” Kaka tolong tulis nomor hp, nanti pimpinan menghubungi;”tutur security Leda.

Kepala Badan Pendapatan Aset Daerah Propinsi NTT, Dr. Zeth Sonny Libing, M.Si Jumat 4 Januari 2020 mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melaporkan manajemen atau pengelola lama PT Hotel Sasando Timor International ke Polda NTT karena pengelola secara sepihak menjadikan agunan atau jaminan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) ke Bank Bukopin dan Tanaoba Lais Manekat (TLM).

Menurut Sonny, Pemprov NTT mengadukan kasus tersebut ke Polda NTT dengan pengelola sebelum diambil alih oleh Pemprov NTT.

Sementara Mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya diperiksa penyidik Tindak Pindana Kriminal Umum ( Direktorat Krumum) Polda NTT terkait kasus dugaan pengelapan dan pengadaian aset sertifikat tanah milik PT Sansando yang terletak.di Kota Kupang Propinsi NTT.

Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya diperiksa penyidik Polda NTT di Bali pada tanggal 30 Desember 2019 .

” Pak Frans diperiksa di Bali pada tanggal 29/30 Desember 2019. Usai pemeriksaan penyidik tiba di Kupang tanggal 31 Desember ,” ungkap Wadireskrimum Polda NTT, AKBP Anthon Christian Nugroho Jumat 3 Januari 2020 pukul 16.00 WITA di Mapolda NTT.

Menurut, AKBP Anthon Christian alasan Mantan Gubernur diperiksa di Bali karena menyesuaikan waktu dengan yang bersangkutan.

” Kebetulan waktu yang pas di Bali sehingga penyidik melakukan pemeriksaan disana. Status yang bersangkutan sebagai saksi dalam pemeriksaan tersebut;” jelas AKBP Anthon Christian.(* tim)