oleh

Bidan Marselina Dina Hadjon Klarifikasi Bertugas di Aransina

Zonalinenews-Larantuka, Bidan Desa Marselina Dina Hadjon mengklarifikasi bahwa dirinya bertugas di desa Aransina Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, serta tidak benar dalam sebulan 10 hari saja dirinya bertugas di Polides.

Marselina membeberkan bahwa dirinya selama kurang lebih hampir masuk delapan tahun tidak pernah dirinya dalam sebulan hanya masuk kerja 10 hari.

” Saya bertugaa di desa Aransina sendiri, ada teman lain yang di Basira petugas Kesehatan namanya Veny,”tutur Marselinan Dina Hadjon, Minggu 5 Januari 2020 saat menghubungi media Zonalinenews.

Menurut Marsrlina Dina Hadjon yang Akrab di sapa Ibu Alin, tidak benar bahwa dirinya hadir dalam sebulan hanya 10 hari saja, karena menurutnya setiap pasien yang dirujuk ke Puskesmas Tanjung Bunga selalu dilayani.

” Kalau saya bawa orang Rujuk seperti Bumil, dan sakit lainnya saya pasti sampaikan Bapak desa Aransina.
Perlu diketahui besic saya itu Bidan bukan perawat,”ucapnya.

Merselina Hadjon menjelaskan , di desa setiap Poskesdes masing-masing satu orang.

“Dalam pemberitaan awal orang yang ada dalam foto berita “Abaikan Pelayanan Kesehatan Warga Minta Copot Tenaga Kesehatan itu saya kenal orang desa, mereka pergi ke Larantuka itu tidak melalui saya, jadi saya tidak tau, saya di desa sudah ada sejak tanggal 2 Januari 2020, mereka tidak sampaikan saya makanya saya tidak tau,” beber Marselina Dina Hadjon.

loading...

Menurut Marselina Hadjon, .dirinya mengenal warga desa Aransina yang ke Larantuka, Mereka ada lima orang yang ke Larantuka tujuan periksa ke poliklinik Lebao, tapi karena menunggu Dokter terlalu lama akhirnya petugas yang ada sarankan ke RSUD Larantuka saja karena di sana ada dokter, yang satu masuk ICCU itu pasien lama .sstu sudah sering masuk keluar puskesmas, Rumah Sakit Umum Larantuka,

” Jadi saya tau, tapi mereka baru-baru ke Larantuka juga tidak melalui saya kan pasti ambil rujukan dari Puskesmas Waiklibang kecamatan Tanjung Bunga, tapi ini mereka langsung saja jadi memang saya tidak tau. Memang benar sebelum tanggal 20 Desember 2019 saya ke Larantuka untuk antar laporan akhir tahun. Terus saya sempat minta ijin di Kepala Puskesmas tanggal 20 Desember 2019 ambil Raport anak saya, tetapi yang jelas orang masuk kantor tanggal 3 Januari saya tanggal 2 Januari 2020 sudah di desa Aransina,” beber Marselina Hadjon.

Ia menambahkan, warga Aransina yang pergi tanggal 3 ke Larantuka dirinya jelas tidak tau karena tidak melalui dirinya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Waiklibang Kecamatan Tanjung Bunga saat di hubungi sebelumnya menjelaskan iya ibu, ibu alin tugas di desa Basira. Betul ibu, nanti akan saya tindak lanjuti.

Saat dihubungi setelah mendapat klarifikasi dari Bidan Marselina Dina Hadjon pada Senin 6 Januari 2020 Kapus Genoveva Enggan untuk menerima Panggilan telpon

Sebelumnya diberitakan earga Basira Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Propinsi NTT, minta Pemerintah mencopot tenaga kesehatan yang beraada di desa setempat. Pasalnya warga yang sakit di saat membutuhkan pelayanan kesehatan di Poides selalu tutup.

” Pelayanan selalu tidak ada orang, bahkan tenaga medispun selalu tidak ada,” ungkap warga Aransina berinisial IG, kepada media Zonalinenews Jumat 3 Januari 2020.

Menurur IG, sudah sejak lama pelayanan kesehatan di tempatnya selalu tidak buka, kalaupun ada sebulan cuma 10 hari saja, namun di saat warga membutuhkan pelayanan karena sakit justru Polindes Kosong,

” Kalau memang demikian lebih baik tidak usah ada tenaga medis di kampung kami, biar kami tau jelas dan kami langsung ke Rumah sakit saja,” tutur IG.

Masih menurut IG, petugas Polindes yang ada di kampung kami berinisal ibu A, dia mau masuk atau tidak suka-suka dia, di saat warga membutuhkan pelayanan kesehatan Polindes kosong.

” Tutup saja Polindes dan Copot Ibu A yang ada di Basira, dia ada juga seperti tiada, kami kecewa dengan pelayanan seperti itu,”tutur IG dengan nada kesal.

Lanjutnya menjelaskan, hari ini dirinya menfasilitasia lima orang dari Desa Basira Kecamatan Tanjung Bunga ke Larantuka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan langsung di Rumah sakit Umum Larantuka .

” Yang tiga orang rawat jalan dan sudah mendapatkan obat, satu masuk ruang ICU, dan satu masih di IGD RSUD Larantuka. Saya kecewa dengan tenaga kesehatan yang ada di desa, apalagi tidak di kontrol juga oleh Kepala Puskesmas Tanjung Bunga,”kata IG.

Sementara itu saat wartawan menghubungi Kepala Puskesmas Waiklibang, Kecamatan Tanjung Bunga, Genoveva, Kapus Puskesmas Waiklibang mengatakan kepada media bahwa sampai saat ini dirinya belum mendapatkan laporan terkait tenaga Polindes yang dalam sebulan masuk tidak tentu.

” Terkait pelayanan kesehatan yang tidak berada di desa tersebut, Terima kasih atas informasinya, akan saya tindak lanjuti ,”kata Kepala Puskesmas Waiklibang Genoveva saat menutup pembicaraannya.(* Rita Senak )