by

Di TTS, 129 Orang Keracunan Makanan Pada Perayaaan Natal Pemuda Gereja

  • Zonalinenews-SoE;- Kasus keracunan makanan seolah-olah sudah menjadi langganan tetap bagi masyarakat dibagian selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)

    Kejadian keracunan makanan kembali terjadi di Desa Oe’Ekam Kecamatan Noebeba Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur.

    Alkisah pemuda gereja Ebenhaezer Fatububut. Senin, 30 Desember 2019 melaksanakan prosesi perayaan natal bersama pada pukul 20.00 wita sampai selesai.

    Dalam prosesi tersebut juga, oleh pemuda gereja Ebenhaezer Fatububut menyajikan makan bersama jemaat berupa nasi kotak dengan menu nasi, sayur, mie serta daging babi. Dan setelah selesai, semua kembali ke rumah masing masing.

    Baru pada keesokan paginya tanggal 31 desember 2019, sekitar pukul 07;00 sampai kurang lebih pukul 13;00 wita, tersiar informasi banyak masyarakat yang menghadiri natal pemuda semalam mengalami pusing dan ada pula yang muntah-muntah.

    Saat itu pula Pdt. Jefry Watileo mengarahkan masyarakan untuk segera ke polindes fatububut agar mendapat penanganan medis.

    Dan karena jumlah masyarakat yang mengalami keracunan sebanyak 129 orang dan sempitnya polindes, maka pada malam harinya semua dipindahkan ke gereja Ebenhaezer Fatububut untuk kemudian dilakukan penanganan oleh tim medis dan dokter dari kota SoE dan juga dokter dan medis dari puskesmas Oepliki.

    Menurut Pdt. Jefry Watileo ketika dihubungi media Zonalinenews via telpon menyampaikan dari 129 orang korban keracunan tidak ada korban jiwa namun 42 orang sakit serius, 13 orang di infus, dan 74 orang pusing pusing dan semuanya dapat ditangani dan bisa pulih kembali.

    Lanjut Pdt. Jefry Watileo, penanganan dan tindakan medis dilakukan sampai pada tanggal 01 Januari 2020 sekitar pukul 13;00 wita. Terakhir penanganan dan korban yang diinfus sudah dilepas infusnya dan boleh pulang.

    ” Kejadian ini tidak ada korban yang dirujuk ke SoE. Karena semuanya dapat ditangani oleh dokter dan medis yang hadir dan melakukan penanganan ditempat,” Urai Pdt Jefry Watileo. (*Elli)