Dishub NTT Tertibkan Travel Liar yang Beroperasi di Jalan Timor Raya Oesapa

Bagikan:

Zonalinenews-Kupang,- Dinas Perhubungan Propinsi NTT melakukan penertiban bagi kendaraan pribadi yang difungsikan sebagai travel untuk mengangkut penumpang di terminal bayangan, jalan Timor Raya Kelurahan Oesapa Kota Kupang, Propinsi NTT.

” Operasi penertiban ini selama 40 Hari terhintung sejak Senin 13 Januari 2020. Selama 2 hari ini mobil plat hitam yang kami tertibkan sebanyak kurang lebih seratus unit dan yang diderak sebanyak 4 unit,” kata kepala UPT Wilayah I Dinas Perhubungan Propinsi NTT, Gusti Singasare, Selasa 14 Januari 2020 pukul 12.30 WITA, saat melakukan operasip penertiban di Jalan Timor Raya Kelurahan Oesapa Kota Kupang.

Menurutnya, sebelum operasi penertiban ini dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2019, Gubernur NTT mengadakan rapat dengan seluruh jajaran Dinas Perhubungan Propinsi NTT, dan memerintahkan agar Dinas Perhubungan menertibkan terminal bayangan di jalan Timor Raya Kelurahan Oesapa.

” Kami juga sudah melakukan pendekatan serta koordinasi dengan para tokoh masyarakat setempat dan para pemilik toko serta aparat kepolisian termaksud di Pos Polisi Oesapa dan juga Dinas Perhubungan Kota Kupang,” jelas Gusti.

Dari hasil operasi kata Gusti, pihaknya mendapati rata-rata pemilik mobil plat hitam yang dijaring tidak mengantongi ijin trayek .

” Mereka boroperasi ilegal. Trayek tidak punya ijin trayek tidak diurus. Bayangkan saja, 1 unit mobil ijin trayek retribusinya per tahun sebesar Rp. 300 Ribu di kali dengan 100 mobil berarti satu tahun berkisar sebesar 30 Juta. Kalau dihitung dari tahun 2017 berapa kerugian negara pajak yang tidak dibayar;” tegas Gusti.

BACA JUGA:   Gubernur NTT Mediasi Kelompok PGRI Kupang yang Bertikai

Selain menertibkan trevel liar pihaknya juga menertibkan Bus Antar Kota yang biasa mangkal di terminal bayangan Oesapa untuk tidak melewati jalur Timor Raya Oesapa.

” Jalur Bus luar Kota itu, dari dalam Kota yaitu Terminal Oebobo jalan Frans Seda Bimuko dan Terminal Neolbaki , begitu pula sebaliknya dari arah luar Kota. Bus dilarang melintasi di jalur Oesapa jalan Timor Raya,” ungkap Gusti .

Terpisah salah satu sopir travel liar, Silus jurusan Malaka kepada wartawan mengaku bahwa dirinya tetap beroperasi mengangkut penumpang di jalan Timor Raya Oesapa walapun ada penertiban dari petugas Dinas Perhubungan.

” Kaka, mobil saya parkir dalam pekarangan rumah warga disekitar wilayah ini . Nanti penumpang kami kumpulkan pada satu lokasi di sekitar sini, setelah full kami jemput dan berangkat. Mobil saya tidak parkir di pinggir jalan tapi di rumah keluarga dekat sini jadi aman kaka,” jelas Silus.

Pantauan Zonalinenews di Jalan Kampung Nelayan sekitar SD GMIT Oesapa, 10 unit mobil digubaknn sebagai terlihat parkir di pinggar jalan tersebut.

” Pak dari kemarin ( Senin) sejak operasi penertiban dari Dinas perhubungan para sopir yang membawa mobil travel berplat hitam Parkir disini. Kemarin mereka banyak parkir bahkan sampai depan rumah kami ,” tutur Aris pemilik kios di depan SD GMIT Oesapa. (* Tim)


Bagikan:
Advertisement