Jan Windy Minta Politani Kupang Bijak Soal Regis Bagi Mahasiswa Bidik Misi

Bagikan:

Zonalinenews-Kupang,- Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang Propinsi NTT, harus lebih bijak menyikapi persoalan resahnnya mahasiswa Politani penerima beasiswa bidik misi yang diwajibkan melekakukan registrasi.

“Terkait belum cairnya pendanaan beasiswa Bidik misi, kampus jangan sampai membebani mahasiswa bidik misi dari segi
akademik,” kata Anggota DPRD NTT Komisi V, Jan Pieter Windy ketika dimintai komentarnya Rabu 29 Januari 2020, terkait keresahan mahasiswa Bidik misi Politani Kupang yang diwajibkan registrasi.

Menurut Jan Windy, pada akhirnya dana bidik Misi dan kementerian akan cair walaupun terlambat, sehingga jangan sampai mahasiswa penerima Beasiswa Bidik Misi dibebani lagi dengan Regis karena secara aturan tidak diperbolehkan.

“Toh nantinya dana tersebut akan cair walaupun terlambat, jangan sampai ada pembebanan Regis yang dapat dikategorikan sebagai pungli, karena dengan pembebasan Regis sebagai mahasiswa bidik misi, artinya mahasiswa tersebut secara aturan tidak diperbolehkan untuk ditagih biaya tersebut, jika tertagih, ini ada penerimaan Double nantinya yang dapat dikategorikan sebagai pungli,”tegas.

Jan Windy mempertanyakan apakah biaya yang sudah terlanjur dibayarkan oleh mahasiswa penerima bidik misi saat registrasi dikembalikan atau seperti apa ?.

” Jadi pertanyaan apakah nanti cair biaya yang terlanjur dibayar akan dikembalikan atau bagaimana, jika dikembalikan, akan ada beban prosedur lagi pada mahasiswa yang tentu saja akan mengganggu dia dari segi akademis,”tegas Jan Windy.

Sementara mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang resah dengan tindakan Universitas yang mewajibkan semua mahasiswa melakukan registrasi SPP yang diumumkan lewat papan pengumuman bernomor 2123/PL24/LL/2019, dengan batas waktu 31 Januari 2020, termaksud mahasiswa penerima beasiswa bidik misi dengan alasan uang dari Kementerian belum dicairkan.

BACA JUGA:   Dorothea Gantikan Yosep Bei, Posisi Wakil Ketua DPRD Ngada

“Kami mahasiswa bidikmisi di Politani harus melakukan registrasi semester genap ke Bank, dikarenakan nilai kami belum dievaluasi dan belum ada pencairan dana ke setiap perguruan tinggi negeri oleh kementerian terkait. Sedangkan Ketua Jurusan, meminta kami membawa surat keterangan bebas regis sebagai tanda bahwa kami adalah mahasiswa Penerima bidik misi,”tutur salah seorang mahasiswa yang minta namanya tidak dipublikasikan kepada Zonalinenews, Sabtu 23 Januari 2020.

Menurutnya, ketua jurusannya mengatakan, secara logika tidak masuk, karena negara telah sediakan dana bagi kami anak
miskin, tapi mengapa disuruh regis?, Pimpinan Politani Kupang harus tahu bahwa negara Indonesia telah sediakan dana bagi kami anak miskin untuk belajar jadi jangan peras kami. Urusan negara dan Politani Kupang kami tidak tahu dan selaku mahasiswa kami harus ditolong, bukan diperas,”tegas mahasiwa tersebut

Lanjutnya, sementara Wadir III mewajibkan untuk registrasi. kalau tidak akan dicutikan seluruhnya pada awal bulan Februari 2020.

“Kami ini kan mahasiswa yang dibayar oleh negara dan telah lolos berbagai persyaratan. Bayangkan saja tiap mahasiswa Bidik Misi membayar SPP Rp 1,5 juta dari 800-san mahasiswa. Seharusnya keterlambatan pencairan dana dari pusat ke masing-masing PTN dimaklumi karena tiap tahun begitu, tetapi kami tidak pernah melakukan pembayaran SPP tetapi tahun ini kami dipaksa bayar SPP,” ungkapnya.

Ia menejelaskan Wadir III itu pengurus inti mahasiswa Bidik Misi Politani Kupang, segala kewenangannya selalu dipatuhi semua pengelola, Kasubag dan BAK. Yang jadi masalah Ketua jurusan kami tidak setuju kalau kami regis sehingga mereka menyuruh kami untuk meminta surat keterangan bebas regis ke BAK.

BACA JUGA:   Melanggar Kesepakatan DPRD Flotim Kesal Dengan Kadis Kesehatan

“Konspirasi ini dimainkan oleh Wakil Direktur Politani Bidang Kemahasiswaan, dan Wadir I Politani Kupang Bidang Akademik. Ini menyusahkan kami dan para orangtua kami. Sebagai Pimpinan dan pendidik jangan suka mengambil keuntungan dari mahasiswa,“pungkas mahasiswa tersebut.

Wakil Direktur I Politani Negeri Kupang, Dr Jacqualine A. Bunga, SP. MSi saat diwawancarai wartawan Selasa 28 Januari 2020 diruang kerjanya mengatakan, pengumuman yang dikeluarkan itu biasanya di Akademik, pengumaunan itu tidak termaksud bagi mahasiswa penerima bidik misi dan beasiswa bagi adik-adik Papau karena itu diurus tersendiri.

“ini pengumuman dikeluarkan tanggal 20 Desember 2019, tanggal 19 kita rapat dan disetujui oleh Kajur dan ditandatangai oleh Wadir, Kepala BAK Periksa dan saya tanda tangan dan memang pengumuman seperti ini dibuat oleh bagian Akademik,”jelas Jacqualine Bunga.

Diakuinya memang benar ada kekeliruan dalam pengumuman itu, karena dalam pengumuman itu tertera tulisan seluruh mahasiswa Politani Negeri Kupang wajib regitrasi, kecuali dalam pengumuman tersebut tertera tulisan Penerima beasiswa maka tidak akan jadi persoalan.

“Tanggal 20 Janauri catatan nota saya dikirim di group Kejur , Wadir dan Kepro dalam catatan pengumunan tersebut saya meminta kepada Kejur dan Kepro untuk mengecek kembali mahasiswa yang sudah registrasi sampai dengan tanggal 17 Januari yaitu untuk mahasiswa reguler 773, Bidik Misi 854,” jelasnya.(*tim)