Jurnalis Diusir dari Gedung DPRK Aceh Timur Saat Hendak Meliput

Bagikan:

Zonalinemnews-Aceh Timur;- Dua orang jurnalis Aceh Timur diusir dari dalam gedung DPRK saat hendak meliput berita, pada acara petemuan DPRK dengan Bapeda Kabupaten Aceh Timur dalam rangka audiensi perencanaan pembangunan Daerah, Rabu (22/01/2020).

“Maaf wartawan keluar. mohon kepada pol.pp untuk mengeluarkan wartawan, kata Maulidin didampingi Jufrizaunudin menirukan perkataan salah satu anggota DPRK itu.

Kami profesional kenapa malah menyuruh kami keluar menggunakan pengeras suara. jika tak suka kami, kanbisa dibisikan, buat apa mesti diumumkan, ini membuat kami malu, kata Maulidin dan Jufri wartawan liputan Inews TV, kepada Zonalinenews.pukul 21.00 WIB malam. 

“Heran saja tiba-tiba kami disuruh keluar dari dalam gedung, “jika alergi dengan kami tak perlu menyuruh kami keluar dengan mengumumkan menggunakan pengeras suara hingga semua penghuni gedung mendengar seruan itu,” kata Maulidin.

Maulidin juga mengatakan bahwa rapat itu merupakan rapat pembahasan yang sifatnya terbuka.

“Itukan rapat pembahasan bukan rapat komisi, ini cerminan anggota dewan yang mempermalukan wartawan, katanya.

KETUA DPRK ATIM MINTA MAAF.

Ketua DPRK Aceh Timur Tengku Muhammad Daud, yang ditemui seusai rapat itu mengatakan bahwa rapat itu bersifat terbuka.

“Ini bagaimana Aceh Timur lebih bagus lebih bereh, sesuai dengan moto kita Aceh Timur bereh, kita koordinasi dengan Bappeda, apa apa yang akan kita lakukan untuk masa yang kedepannya,” ucapnya.

BACA JUGA:   Sekda Belu Diinginkan Pimpin Malaka

Menurutnya, rapat tidak tertutup rapat terbuka, bukan pihaknya mengusir wartawan, ada hal hal subtansi curhatan-curhatan yang sebenarnya bukan tertutup, yang mungkin tidak elok didengar orang lain.

” tidak ada yang kami tutupi. Kejadian yang spontanitas dengan bahasa tadi, kalau pun tak mengenakkan kami mohon maaf,” kata Tengku muhammad Daud. (Wen/kopral)