Lagi, 6 Alfamart Tak Kantongi Izin Dapat Peringatan Kedua dari Pemkot

Bagikan:

Zonalinenews-Kupang,- Menindak lanjuti pemantuan yang berlangsung pada Senin 21 Januari 2020 terhadap 6 unit Alfamart yang belum mangatongi ijin namun tetap beroperasi, pemerintah Kota Kupang Kamis 23 Januari 2020 pukul 14.00 wita melalui Kepala Dinas Perijinan, ditemani Kepala Dinas Perindag Kota Kupang serta Kasat Pol PP kembali memberikan peringatan bagi pemilik Alfamart dengan menempelkan pengumuman peringatan kedua dilokasi 6 Alfamart tersebut.

Keenam Alfamart yang ditempel pengumuman tersebut adalah Alfamat unit Oebufu, Oepura, Pulau Indah Oesapa Barat, Pasir panjang , Jalan Tempelo dan Alfamart Nunhila.

Dalam surat peringatan kedua ini Pemkot meminta dengan hormat kepada pemilik 6 Alfamart untuk menutup layanan tersebut dengan batas waktu selama 5 hari sejak surat ini dikeluarkan dan bila peringatan kedua ini tidak diindahkan dan masih beroperasi maka Pemkot akan tindak tegas sesuai dengan ketentuan.

Sementara itu Kepala Dinas Perijinan dan Pelayanan Terpadu Kota Kupang, Frengky Amalo kepada Zonalinenews menjelaskan bahwa hari ini pihaknya secara persuasif memberikan surat peringatan bagi pemilik Alfamart itu tidak lagi beroperasi.

” Kala ini kita beri peringatan ke dua dengan massa waktu 5 hari kalau masih beroperasi akan kita tindak,” tutur Frengky.

Semantara Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang, Yuvensius Tukung Rabu 22 Januari 2020 mengatakan apa istimewanya hingga Alfamart diperbolehkan menjalankan usahanya di Kota Kupang tanpa izin. Alfamart terlalu berani dan patut dipertanyakan. Tindakan yang dilakukan Alfamart ini tidak baik bagi pemerintah Kota Kupang, karena ini contoh yang tidak baik bagi pengusaha lainnya sudah menjalankan bisnisnya dengan mengurus izin.

BACA JUGA:   Prajurit Yonif Raider 514 Kostrad, Manfaatkan Lahan Kosong

” Ini yang nantinya dinilai tidak ada keadilan. Saya kira, mengurusi izin itu adalah sebagai suatu kewajiban. Selain itu kita berharap Pemkot membatasi ruang gerak Alfamart untuk tetap menjaga eksistensi pengusaha lokal warga kota Kupang,” kata Juven.

Menurut Yuvensius, upaya yang dilakukan oleh Pemkot itu sudah tepat dan pihaknya mendukung langkah yang diambil. Pihaknya melihat tindakan yang diambil Alfamart tidak ada nilai etikanya atau tidak menghargai pemerintah Kota Kupang. Untuk itu menurut Juven Alfarmart ini tidak perlu dikasih ruang di kota ini apalagi dengan cerita awalnya sudah tidak baik seperti ini.

” Semua harus berlaku sama dan bila benar tidak memiliki izin maka kita minta pemerintah ambil langkah tegas (menutup) Alfamart,” tutur Yuvensius.(* tim)