oleh

Lurah Lasiana Malu Warganya Ditegur Pol PP Berjualan Daging di Bahu Jalan

Zonalinenews-Kupang,- Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang Kota Kupang melakukan tindakan persuasif dengan menegur salah seorang warga Lasiana pedagang daging Babi yang berjualan di Bahu Jalan Timor Raya, Sanjola Kelurahan Lasiana Kota Kupang NTT, Kamis 9 Januari 2020 , Pukul 11.00 WITA.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Masyarakat ( Linmas) Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang, Jemi Tunliu pada kesempatan itu meminta agar pedagang tersebut untuk tidak lagi berjualan di bahu jalan karena bisa menganggu aktifas lalu lintas.

” Bapa kalau bisa tempat jualan bapa. jangan di sini ( Bahu jalan) ini menganggu dan tidak diperbolehkan,” ucap Jemi disaksikan oleh Lurah Lasiana , Welen Bentura.

Mendapati teguran itu, Perdagang tersebut terdiam dan berjanji tidak akan berjualan ditempat tersebut.

” Baik pak , memang beta (saya) nanti akan berjualan dalam pekarangan halaman ini (sambil menunjuk tanah kosong disekitar lokasi itu) namun karena saya belum mendapat ijin dari pemilik tanah sehingga untuk sementara saya berjualan disini,” tutur pedagang itu kepada Kabid Jemi Tunliu disaksikan Lurah Lasiana Welem Bentura.

Mendapati jawaban pedagang itu, Lurah Lasiana , Welem Bentura menyampaikan kepada pedagang tersebut tindakannya ini, mempermalukan dirinya sebagai Lurah karena sebelumnya dirinya sudah menegur para pedangang daging babi yang berada di seputaran lokasi tersebut, untuk tidak berjualan di bahu jalan.

” Masa pedagang lain yang berjualan disini saya tegur mereka indahkan, ko ini tatap masih berjualan, ini kan kaka seolah-olah permalukan saya sampai -sampai Pol PP datang tegur. Seolah-olah saya tidak bekerja menegur bapa-bapa yang berjualan disini ,” tutur Welem Bentur ke pedagang tersebut.

Welem pada kesempatan itu juga meminta ke pedagang tersebut untuk tidak lagi berjualan di lokasi bahu jalan tersebut .

” Saya sampaikan ini agar tau bahwa saya berlaku adil dan tidak pilih kasih bagi semua pedangang dilokasi ini yang berjualan dibahu jalan ;” ungkap Welem Bentura. (* tim)