oleh

Mengintip Geliat Revolusi Pertanian Flotim dan Sarana Pendukung

Zonalinenews.Com, Larantuka Memasuki musim penghujan, tentu saja menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat bermata pencaharian bertani. 

Keadaan ini juga dirasakan para petani di Kabupaten Flores Timur- Nusa Tenggara Timur. 

Menyiapkan lahan lama maupun baru serta bibit terbaik hingga mencapai hasil panen yang maksimal sudah tentu rutinitas tahunan. 

Mendongkrak prduktifitas pertanian, pemerintah setempat senantiasa memotivasi serta mengawal aktifitas para petani. 

Hal tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Bupati Anton Hadjon, di desa Ile Gerong, Lato serta Adabang Kecamatan Titehena didampingi Kadis Pertanian Antonius Wukak Sogen, Camat Asterius Soge, Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Rina Hadjon serta para Kades desa terkait Selasa, 7 Januari 2020.

“Kita terapkan revolusi pertanian. Pemerintah dan masyarakat bekerja secara gotong-royong. Buka lahan baru, kita siapkan sarana penunjang exavator, traktor dan gergaji mesin” Terang Bupati.

Hamparan lahan dikaki bukit membuat Adabang memiliki prospek pertanian sangat bagus.  “Palawija maupun tanaman komiditi lainya sangat cocok dikembangkan di sini” tambah Hadjon.

loading...

Menunjang aktifitas petani sepanjang musim, desa di pesisir pantura ini rencananya akan dibangun  embung-embung dan peningkatan Jalan Usaha Tani.

Kepala Desa Adabang Frans Barang Wato, dalam kesempatan tersebut mengatakan luas lahan yang digarap mencapai 150 Ha.

Data Dinas Pertanian, Kecamatan Titehena terdapat 685 Ha lahan yang dikerjakan., dengan penyebaran bibit sebanyak 12,5 ton bibit jagung jenis Hibrida  BC 28

Total keseluruah di Flotim mencapai 20.1370 Ha dengan perincian padi 6890 ha sisanya 13480 ha adalah jagung. 

Luas lahan dengan angka sekian, dikerjakan menggunakan teknologi dan dampingan penyuluh diharpakan mampu menghasilkan 7-8 ton/ha

“Pengerjaan bantuan teknologi mengolah lahan menggunakan traktor dan dampingan pemyuluh, 11-12 ton/ha secara nasioanal. Tapi melihat cuaca tidak menentu, saya targetkan 7-8 ton/ha” sebut Sogen.

Ia berharap dari angka sekian, hasil pertanian tersebut tidak saja dikonsumsi melainkan bisa juga mendatangkan bilai secara ekonomi. (MR/Rita Senak).