oleh

Musim Hujan, Jalur Pantura Flotim Rusak Parah Kades “Ancam” Bergabung Ke Sikka

Zonalinenews.Com, Larantuka Kondisi jalur jalan Pantura yang menghubungkan Wairunung-Adabang-Sikka mengalami kerusakan parah hampir di semua titik. Puncaknya memasuki wilayah Tanah Merah-Kecamatan Tetehena Flores Timur.

Daerah ini, selain terkelupasnya sejumlah aspal terlihat kubangan digenangi air hujan di tengah jalan dengan dia meter cukup besar.

Sementara tanggul penahan air laut ambruk di beberapa tempat dan merusak hampir sebagian badan jalan hingga meninggalkan lubang menganga.

Ambruknya tanggul tersebut, tentu saja adanya abrasi serta hantaman ganasnya gelombang pantai utara yang terjadi terus menerus tanpa adanya penanganan lebih lanjut.

Hal tersebut dikeluhkan Kepala Desa Adabang Frans Barang Wato kepada Wartawan Selasa, 7 Januari 2020.

“Jalan rusak ini sudah lama, tidak tahu kapan diperbaiki. Lewat situ, kita harus ekstra hati-hati apalagi di musim gelombang, harus hitung betul kalau tidak terkena hantaman gelombang” jelas Frans kesal dibenarkan warga setempat.

Selain kondisi jalan, penderitaan lain dari desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sikka ini adalah tidak adanya signal telekomunikasi, serta pelayanan PLN yang tidak maksimal.

Menghadapi berbagai kenyataan sulit tersebut, Frans menilai minimnya perhatian pemerintah setempat sehingga mengancan hendak berbagubung ke Kebupaten Sikka.

“Pemerintah kurang perhatian saya pindah, gabung ke Sikka” sebutnya gamblang dihadapan Bupati Anton Hadjon ketika melakukan kunjungan kerja di Desa Adabang.

Ketika didekati wartawan, seberapa serius makna kata ancaman tersebut, kades yang dikenal luas di Titehena senantiasa berbicara blak-blakan mengatakan makna dari kalimat tersebut tidak segarang yang terlontar. Menurutnya hanya bentuk mencari perhatian pemerintah sehingga dalam hal pembangunan desanya bisa sejajar dengan desa lainnya terutama desa tetangga di Kabupaten Sikka.

“Pak Wartawan, kalimat itu saya cari perhatian saja pada pemerintah. Saya tidak serius. Kami diperbatasan ini ibarat anak yang jauh dari orang tua minim perhatian. Saya mau kami tidak kalah dengan desa lain di Flotim apalagi kami berbatasan langsung dengan Sikka. Malu dong sama desa tetangga.” ujarnya sumringah.

Kendati demikian Barang tidak menampik dan bersyukur, adanya bantuan bibit dan traktor juga rencana pembangunan embung, sumur bor dan tower telkomsel di wialyahnya.

“Saya senang desa saya dikunjungi Bupati. Tadi banyak yang saya keluhkan ke Bupati.  Mudah-mudahan bisa dengar dan dibantu” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Anton Hadjon selaku Bupati tersenyum sambil memberikan beberapa penjelasan penting.

“Adabang punya banyak potensi terutama pertanian. Nanti kita buatkan embung-embung juga sumur bor. Soal Signal, pasti dibangun Tower Telekomunikasi” janji Hadjon.

Sementara keluhan terkait jalur pantura khususnya Adabang-Lato-Kawaliwu pemerintah Kabupaten tenga mendorong rute tersebut masuk dalam jalan strategis nasional.

” Kita juga sudah ajukan jalur Mudajeba-Lato -Kawaliwi itu kita dorong masuk pada jalan Strategis Nasional. Kalau ini bisa di terima maka pembangunan akan lebih Cepat. Apalagi ini jalur utara  Flotim-Sikka” terang Bupati.

Untuk diketahui, terdapat 3 titik jalan di Flotim menjadi tanggungjawab Propinsi yakni, jalur Watowti-Waiklibang (Tanjung Bunga) Lamakera (Solor Timur) serta Baniona-Terong. Dari ketiganya, hanya Baniona-Terong nantinya dikerjakan tahun 2020. Sementata sisanya tenga diusulkan pengerjaanya di tahun 2021.

Juga terdapat 3 desa di Kecamatan Titehena yang belum terjangkau signal Telkomsel

Selain Adabang, Duli Jaya dan Serinuwo. Pembangunan Tower direncakan dalam tahun 2020. (*MR/Rita Senak)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT