Pembayaran Gaji Terabaikan, Guru Yayasan Tongkat Harun di Rote Ndao Mengeluh

Bagikan:

Kepala sekolah atau pengelola Yayasan Tongkat Harun, Priska Simanjuntak

Zonalinenews.Com-Rote Ndao,- Puluhan Guru yang mengabdikan diri sebagai pendidik di Yayasan Tongkat Harun Kabupaten Rote Ndao Propinsi NTT, yang beralamat di jalan Baa-Busalangga, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain,Kabupaten Rote Ndao, belum menerima upah selama 7 bulan sebagai tenaga pendidik di sekolah swasta tersebut.

Sekolah yang didengungkan selama ini sebagai sekolah swasta favorit dan terbaik di Kabupaten Rote Ndao dalam membina dan mendidik murid-muridnya, rupaya tidak selaras dengan apa yang dialami oleh puluhan guru yang mengajar di sekolah tersebut.q

Kepada Zonalinenews.Com Senin 13/01/2020 beberapa guru yang mengajar di Yayasan Tongkat Harun tersebut mengungkapkan kekesalan dan kekecewaan mereka terhadap pihak pengelola yang tidak merespon pengeluhan mereka selama ini.

Pasalnya diantara mereka ada yang upahnya belum dibayarkan selama 7 bulan,6 bulan 5 bulan,4 bulan dan 3 bulan.

Seperti yang diungkapkan Julius Serang, seorang guru atlit dan renang yang mendidik anak murid dari tingkat SD, SMP, SMA di Yayasan Tongkat Harun mengatakan, sudah dua minggu waktu berjalan para guru yang belum menerima gaji sudah jarang masuk sehingga mengakibatkan anak didik berseleweran kian kemari.

“Ada guru yang mandi sudah tidak pake sabun, ada yang sonde (tidak) sikat gigi dengan pepsodent mereka semua menghadap ke saya dan menangis, jadi tolong dulu dibantu agar pengelola yayasan ini bisa bergerak cepat untuk membayar upah mereka,”ungkapnya penuh harap.

BACA JUGA:   NU NTT Held Nationalist Seminar

Hal serupa juga diungkapkan oleh Salah seorang guru yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengatakan, dirinya belum menerima upahnya dari bulan juli 2019 dan dirinya mengatakan tidak tau kendalanya apa karena biasanya tidak seperti ini.

Dirinya mengatakan kalau untuk keluhan selalu ada, namun dirinya belum mengungkapkannya kepada kepala sekolah Priska Simanjuntak karena menurutnya hanya sia-sia belaka.

“Nanti keluhan kita, kita sampaikan ke pimpinan yayasan ibu Lidya,sekitar bulan februari datang dari Jakarta,kalau ibu Lidya ada disini beliau perhatian sama kita,biasa beli alat sabun untuk kita,tapi kalau ibu Lidyanya balik ke Jakarta maka tidak ada yang perhatian,”ungkapnya.

Kepala sekolah atau pengelola Yayasan Tongkat Harun, Priska Simanjuntak, ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan, upaya dari Tongkat Harun untuk sementara dirinya belum bisa bertindak dalam hal pembayaran upah guru-guru karena semuanya harus dari pusat.

“Sebenarnya tahun lalu itu juga ada keterlambatan namun kita masi bisa cepat atasi, dan tahun ini terjadi lagi, nanti kita coba atasi kembali,”imbuhnya.

Untuk diketahui nama-nama guru yang belum menerima gajinya terhitung dari bulan juli 2019 yang diterima wartawan yakni: Asnat Kalawali,S.Pd, Kezia Parlan,S.Pd, Ria Setiawati,S.Pd, Cintya Pella,S.pd, Yance Helianak,S.Si, Beby A. Tonak,S.Pd, Rina Maufani,S.Pd, Andy Goma,S.Pd, Eka Pelondo’u,S.Pd, Ribka,S.Pd, Paulus Nulek,S.Pd, Thomas,S.Pd, Robyn Lobo,S.Pd, Juliana Ndolu, Yanti Npau,S.pd, Sri Mawarny,S.Pd, Rani Nalesy,S.Pd, Juliana Baluk,S.Pd, Sonita Sabuna,S.Pd, Cris, Kadarwati, Jeni Ranggi, Sumadi, dan Joldi Manafe. (*Tony)


Bagikan:
Advertisement